Headlines News :
Home » , , » Inilah Pro Dan Kontra WPR

Inilah Pro Dan Kontra WPR

Written By Admin on Sabtu, 16 April 2016 | 06.20

Kenali.co, MUARA BUNGO - Saat ini banyak pihak yang mendesak untuk melegalkan aktifitas penambangan emas di Kabupaten Bungo melalui Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Salah satunya adalah Himpunan Mahasiswa, hal ini disampaikannya kepada kepala daerah saat melakukan aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.

Berjuta alasanpun diciptakan di tengah masyarakat, dengan alasan perekonomian masyarakat yang saat ini sedang pasang surut akibat anjloknya harga komoditi karet dan sawit. Dan melalui WPR tersebut menjadi sebuah solusi.

Masyarakat pun seakan dikambing hitamkan, dengan dalih masyarakat butuh makan. Sementara fakta dilapangan, tidak satupun masyarakat yang mati kelaparan akibat lesunya perekonomian.

Meskipun ada yang mendukung, namun ada juga pihak yang menentang, salah satunya Darmawan anggota DPRD Kabupaten Bungo, menurutnya WPR bukanlah sebuah solusi tepat untuk mendongkrak perekonomian masyarakat, dengan alasan jika WPR disahkan hanyalah pengusaha yang bermodal besar yang akan banyak bermain.

"Jangan kambing hitamkan masyarakatlah, karena jika adanya WPR masyarakat biasa hanya bisa jadi penonton, untuk membeli peralatan pertambangan memerlukan modal besar, jadi hanya pengusaha bermodal besarlah yang akan banyak bermain ," ucapnya, Jumat (15/4).

Darmawan menilai, upaya untuk melegalkan aktifitas penambangan emas tersebut hanyalah untuk kepentingan sekelompok orang, yang mencari keuntungan, dan  bukanlah demi kepentingan masyarakat banyak seperti diisukan saat ini.

"Saya berharap masyarakat jangan terpengaruh dengan ajakan sekelompok orang untuk mendesak pemerintah untuk melegalkan aktifitas tersebut, dan jangan berfikir dengan adanya WPR akan bebas melakukan penambangan dimana saja ," jelasnya.

Dikatakannya, WPR yang sudah ditentukan tidak sumua dikabupaten Bungo, melainkan hanya dibeberapa titik, yang pastinya akibat dampak penambangan tersebut tidak mengakibatkan pencemaran lingkungan.

"Yang pastinya disepanjang sungai tidak bisa, karna akan mencemari sungai, yang boleh itu hanya didarat, dan harus memiliki kolam-kolam untuk menjernihkan kembali air yang digunakan untuk penambngan," jelasnya.

Darmawan menyebutkan, jika ditetapkan WPR, maka untuk pengurusan izinnya adalah di Dinas ESDM Provinsi Jambi, bukannya dikabupaten Bungo maka akan memerlukan waktu serta uang yang cukup banyak.

"Mengurus izin tersbut butuh uang saya yakin kalau masyarakat biasa berat untuk mengurusnya, dan akan kalah dengan pengusaha yang bermodal besar ," Tutupnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Energi Sumberdaya Dan Mineral, Hidayat, Merutnya ada dampak pisitiv dan negatif jika ditetapkannya WPR tersebut, contoh dampak positif yakni menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD)

"Dampak positivnya ada, namun tidak sedikit juga dampak negativnya, contohnya lingkungan yang hancur, karena biasanya setelah melakukan pertambangan jarang dilakukan reklamasi kembali," ucapnya beberapa waktu lalu.

(Put)
Sumber : http://www.kenali.co/berita-2433-inilah-pro-dan-kontra-wpr.html

Share this post :
 
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>