Headlines News :
Home » » Di Depan Warga Bungo, Saniatul Lativa Mengulas Sistem Politik

Di Depan Warga Bungo, Saniatul Lativa Mengulas Sistem Politik

Written By Admin on Rabu, 06 April 2016 | 02.48

JAMBI (TEROPONGSENAYAN) - Pasca reformasi tahun 1998, pemerintah Indonesia melakukan upaya perubahan dalam konsep sistem presidensial yang dianut oleh Indonesia selama ini.

Perubahan tersebut antara lain dengan mengurangi kuasa lembaga kepresidenan (eksekutif), serta memberi porsi yang lebih banyak pada parlemen (legislatif) untuk melakukan fungsi kontrol terhadap kekuasaan presiden.

Anggota DPR RI Saniatual Lativa mengatakan, perubahan tersebut berdampak pada perpolitikan Indonesia. Dimana, munculnya banyak partai politik.

"Pemerintahan dengan sistem presidensial merupakan suatu pemerintahan yang menempatkan eksekutif bertanggung jawab kepada rakyat yang memilih. Berbeda halnya dengan sistem parlementer dimana eksekutif bertanggung jawab kepada parlemen (DPR)," ujar Saniatul Lativa saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan tema Sistem Politik Indonesia Penguatan Sistem Presidensi Melalui Penyederhanaan Partai Politik di aula kantor Camat Muko-Muko Batin VII kabupaten Bungo, Rabu (16/3/2016).

Tetapi, menurut Saniatul, kelemahannya adalah menempatkan kedudukan presiden yang sangat strategis tersebut justru bertolak belakang dimana Presiden tidak dapat bertindak cepat dalam mengambil keputusan hal ini diakibatkan perhitungan politik dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Jika presiden tidak memperhitungkan dinamika politik yang ada dalam keanggotaan DPR maka dapat berakibat terjadinya kesenjangan antar partai koalisi yang ada di DPR. Mengingat di dalam koalisi terdapat banyak partai politik yang memiliki kepenntingan satu sama lain berbeda-beda, sehingga keputusan yang diambil oleh presiden harus memperhatikan kepentingan partai-partai koalisi tersebut," tandasnya.

Selain itu, terang dia, mengakibatkan, selama penyelenggaran sistem pemerintahan pasca reformasi dinilai telah terjadi tarik-menarik kepentingan antara presiden dan parlemen dalam berbagai hal terutama dalam pengambilan keputusan. Tarik-menarik kepentingan tersebut dipetakan menjadi dua basis yaitu kompromi internal dan eksternal.

"Posisi presiden yang akomodatif dan posisi partai politik di Parlemen yang intervensif menjadikan kompromi tersebut mereduksi kewenangan-kewenangan yang seyogianya dimiliki oleh presiden dalam sistem presidensial," jelasnya.(yn)

Sumber : http://www.teropongsenayan.com/35672-di-depan-warga-bungo-saniatul-lativa-mengulas-sistem-politik

Foto : Saniatul Lativa saat menggelar sosialisai 4 pilar di depan warga Bungo, Jambi (teropongsenayan.com)

Share this post :
 
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>