Headlines News :
Home » , , , , , » Di Sidang MK, SZ-AZA Persoalkan C6

Di Sidang MK, SZ-AZA Persoalkan C6

Written By Admin on Sabtu, 09 Januari 2016 | 05.27

MUARA BUNGO – Sidang perdana gugatan SZ-AZA terhadap hasil Pilkada bupati Bungo yang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (7/1) yang dibacakan tim kuasa hukum pasangan nomor 1 itu salah satunya mempersoalkan C6 atau surat undangan memilih yang banyak warga tidak mendapatkannya.

Menurut salah satu kuasa hokum SZ-AZA, Edi Sutikno, KPU melalui perpanjangan tangannya menyampaikan undangan kepada calon pemilih tiga hari sebelum hari pemilihan. Namun hingga mendekati pemilihan, banyak warga yang tidak mendapatkan undangan.

“Menurut bukti yang ada banyak masyarakat yang tidak menerima C6 atau undangan memilih sebelum tiga hari menjelang pilkada serentak 9 desember kemarin,” ungkap Edi Sutikno, Jumat (8/1).

Itu katanya, membuktikan jika pelaksanaan Pilada serentak di kabupaten Bungo tidak berjalan dengan baik sesuai aturan. “Hasurnya kan H-3 semua calon pemilih sudah mendapatkan C6 (undangan memilih),” tukas Edi.

Pernyataan itu langsung dibantah ketika dikonfirmasikan kepada ketua KPU Bungo, Dailami. Menurut Dailami, semua undangan memilih sudah disampaikan sesuai dengan jumlah DPT, tiga hari sebelum pemilihan.

“Apa yang kita lakukan selama proses pilkada kemarin sesuai dengan prosedurnya. Pembagian C6 tiga hari sebelum memilih sudah kita kasih kepada masyarakat melalui PPK, PPK memberitahukan kepada PPS, saya kira C6 itu sesuai dengan DPT yang telah ditetapkan dulu,” tegas Dailami.

Dijelaskan Dailami juga, warga atau calon pemilih yang tidak mendapatkan C6, adalah warga yang tidak masuk dalam DPT. Namun demikian, KPU tetap memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memilih dengan menggunakan KPT atau KK pada hari pencoblosan.

“Prosedur yang ada memang seperti itu. Masyarakat yang tidak mendapatakan C6 itu tidak terdaftar di DPT, bukannya tidak dapat memilih, mereka bisa memilih, tapi dengan cara membawa KTP atau KK pada saat pencoblosan,” tegas Dailami pula.

Sebelum C6 dibagikan kata Dailami, pihaknya juga selalu mensosialisasikan kepada masyarakat, tentang yang masuk DPT dan yang tidak mendapatakan C6 bisa melaporkan diri kepada RT maupun Rio setempat. “Saya rasa sosialisasi dan pembertahuan terhadap masyarakat sudah maksimal,” tukasnya.

Soal rendahnya partisipasi memilih, itu semua kata Dailami bukan karena C6 tidak disampaikan, melainkan memang keputusan yang diambil oleh banyak masyarakat itu sendiri. Itu juga dibuktikan dengan trend menurunnya partisipasi memilih disetiap gelaran pemilihan, mulai dari Pilleg, Pilpres dan Pilkada.

(cr5)
Sumber : http://buteekspres.com/berita/detail/3834/di-sidang-mk-szaza-persoalkan-c6/#.VpA3HxvZFoM

Share this post :
 
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>