Headlines News :
Home » , , » CABUP BERMAIN AMAN DI PILGUB

CABUP BERMAIN AMAN DI PILGUB

Written By Admin on Jumat, 07 Agustus 2015 | 07.04

JAMBI - Sejumlah calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) memilih bermain “aman”di pemilihan gubernur (pilgub) 2015. Pasangan calon yang maju di Pilbup akan sulit untuk all out memenangkan cagub pilihan mereka. Apalagi posisi ini bisa mempersulit untuk meraih simpati masyarakat yang belum tentu pro terhadap cagub yang diusung.
Seperti diketahui Demokrat yang mengusung HBA di Pilgub juga mengusung calon di daerah sebut saja, Dillah Hich-Gatot di Tanjab Timur, Safrial-Amir Sakib di Tanjab Barat, AJB-Zulhelmi di Sungai Penuh dan Sudirman Zaini-Andriansyah dan Camelia-Amin di Batanghari.
Sementara PAN mengusung Romi-Robi di Tanjab Timur, Anwar Sadat-Suhatmeri di Tanjab Barat, Herman Mukhtar-Nuzron Joher, Mashuri-SDA di Bungo dan Sinwan-Arzanil di Batanghari. Beberapa koalisi Pilgub sendiri tak bisa sinergis dengan Pilbup. Sebut saja, PKS di Bungo mengusung Mashuri-SDA. Lalu, Safrial di Tanjab Timur yang didukung Golkar, pengurus koalisi partai sendiri juga tim pemenangan Zola di Pilgub.
Cabup Bungo yang juga Bupati Bungo saat ini, Sudirman Zaini mengatakan tim Pilgub dan tim Pilbup berbeda. Ini karena koalisi partainya juga berbeda. Sehingga tim untuk Pilgub akan bekerja sendiri dan tim Pilbup bekerja sendiri. “Jadi tim Pilgub dan tim Pilbup berbeda,” ujarnya saat ditemui di sela pemeriksaan kesehatan beberapa hari lalu.
Tapi yang jelas sebagai Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bungo dirinya memiliki kewajiban untuk memenangkan HBA. Tentu strateginya perlu menyiasati perbedaan sehingga tidak mengganggu kerja tim pemenangan. “Disiasati saja,” katanya. Termasuk juga soal status Mayang Sari, putri Fachrori. “Posisinya tidak masalah. Pendaftaran ke KPU ikut mendampingi. Tapi kalau memang ada melakukan kegiatan pemenangan di luar diusung partai tentu akan ada sanksi,” jelasnya.
Hal serupa juga disampaikan Mashuri. Cabup Bungo yang berpasangan dengan Ketua DPW PKS Provinsi Jambi Safruddin Dwi Apriyanto ini mengatakan jika pihaknya fokus untuk pemenangan di Pilbup. “Kita mikiran kita dululah. Mikiran kita sendiri saja sudah susah,” kata Mashuri. Apalagi koalisi partai di Pilbup dan Pilgub berbeda. “Contohnya Pak SDA kan partainya di Pilgub berbeda. Jadi kita fokus ke pemenangan kita lah. Kalau itu, kita serahkan ke masing-masing,” ucapnya.
Direktur Media Center Zumi Zola, Cecep Suryana, mengakui jika koalisi di Pilbup tidak bisa dipaksakan untuk memberikan dukungan di Pilgub. Karena ada beberapa partai yang berbeda dukungan. “Jadi memang sulit untuk disamakan,”katanya, kemarin.
Yang jelas, beberapa daerah, cabup tetap solid. Terutama yang memang diusung penuh PAN. Atau kepala daerahnya memang ketua partai. “Seperti di Tanjabtim itu sepaket, di Batanghari. Yang lainnya kita tetap koordinasi,” jelasnya.
Terpisah, Ketua Tim Koalisi Partai Politik HBA-EP Effendi Hatta mengatakan, tidak bisa mengatur dukungan partai di daerah tergantung. Itu tergantung kesamaan visi dan kepentingan daerahnya. “Di Batanghari saja misalnya ada 4 pasangan calon. Canelia-Amin clear. Bisa mengampanyekan HBA. Di Sinwan-Arzanil berbeda. Disitu ada PDI Perjuangan juga tentu bakal berkampanye juga di sana. Begitu juga Syahirsah-Sofia Fattah. Gerindra dan Golkar bergabung disana. Kita pahami dan ktia siasati saja,” jelasnya saat dihubungi, kemarin.
Di Bungo juga begitu. Demokrat mengusung Sudirman Zaini. Tapi ketua PKS jadi wakil Mashuri. “Tentunya bagi kader partai masing-masing pada saat sosialisasi akan mengampanyekan calon gubernurnya, kita biarkan mengalir. Yang jelas, timnya berbeda. Kita sudah punya strategi khusus. Berkawan di Pilgub belum di tentu di Pilbup,” jelasnya.
Yang jelas, ia terjadi bukan hanya di Jambi. Tapi juga di seluruh daerah yang mengikuti pilkada serentak. Pengamat Politik dari Universitas Jambi Dasril Rajab mengatakan dalam politik orang akan melakukan apa saja untuk meraih kemenangan. Jika kepentingan politik bertemu, maka orang bisa bersatu. Tapi jika kepentingan politik berbeda, maka orang bisa berjauhkan. “Makanya, orang yang terlihat dekat bisa seolah-olah jauh. Atau yang jauh, bisa seolah-olah dekat,” ujarnya saat dihubungi, kemarin.
Begitu juga dalam Pilkada serentak ini. Idealnya, dukungan partai harus sama hingga ke daerah. Namun, di Indonesia sendiri, orang berpartai bukan karena faktor ideologis. Tapi hanya menjadi partai sebagai perahu saja. Berbeda dengan di beberapa negara maju. Jika sudah memilih satu partai, maka sampai ke bawah akan berbanding lurus. “Kita tidak melihat partai tapi melihat figurnya. Makanya sering tidak berbanding lurus perolehan suara Pileg, pilpres, pilgub dan pilbup. Di pileg saja, Golkar di provinsi belum tentu perolehannya sama di Kabupaten A. Tergantung figur yang dijualnya,” jelasnya.
Ia yakin, tim pemenangan juga sudah mengetahui hal ini. Sehingga mereka akan menyiasati perbedaan ini. “Intinya untuk mencapai tujuan kemenangan tentu orang akan melakukan banyak cara. Mengenakkan semua pihaknya, bermain cantik. Politik itu bukan matematik,” jelasnya. Cabup yang merasa dukungan ke cagub A tidak menguntungkan akan mencari aman. Tapi jika dianggap bisa mendulang suara akan bermain vulgar. “Itulah politik,” jelasnya.
Sementara, di Kabupaten Batanghari Pasangan calon bupati sudah memiliki keputusan untuk mendukung salah satu calon Gubernur Jambi di daerahnya. Mereka memastikan akan tampil all out mengerahkan seluruh kekuatan tim demi membantu pasangan calon gubernur jagoannya.
Camelia, calon bupati yang diusung partai Demokrat dan PKS secara tegas menyatakan akan mendukung Calon Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus. Selaku kader Demokrat, dirinya tentu akan melaksanakan amanat DPP Partai Demokrat untuk mendukung HBA.
“ Saya jelas mendukung pak HBA, Kita akan mendukung secara penuh sesuai intruksi DPP,” Kata Camelia, saat dihubungi via ponselnya, Selasa (4/8).
Camelia menyatakan, sikap politiknya terhadap HBA tidak akan menimbulkan gejolak pada tim maupun partai pengusung. Soalnya, demokrat dan PKS telah berkoaliasi di Provinsi Jambi mengusung pasangan HBA-Edi Purwanto.
“ Dengan wakil saya Pak Amin tentu tidak ada masalah. Beliau kan pimpinan PKS di Batanghari, sudah pasti mendukung pak HBA,” tegasnya.
Pasangan Camelia – Amin yang memiliki basis massa di Kecamatan Bathin XXIV dan MSI sejauh ini belum memberikan intruksi terhadap timnya. Mereka masih akan mempersiapkan langkah dan strategi untuk dilaksanakan di lapangan. “ Belum ada intruksi, nanti akan Kami bicarakan lagi,” tandasnya.
 Pasangan Calon Bupati Ardian Faisal – Qomarudin turut memiliki jagoan untuk Gubernur Jambi. Pasangan yang diusung partai PKB, Hanura dan Nasdem ini memastikan dukungan politiknya kepada calon Gubernur Zumi Zola – Fahrori Umar.
“ Sesuai garis partai dan amanat partai pendukung Kita mendukung pasangan ZZ,” Kata Ardian Faisal, kemarin.
Beliau mengatakan siap membantu pasangan ZZ-FU meraup suara di Kabupaten Batanghari. Tim selalu siap turun ke lapangan untuk membantu sesuai jadwal yang ditentukan partai pendukung. “ Kita ikuti sesuai intruksi dan jadwal partai pedukung,” ucapnya.
Berbeda dengan pasangan calon bupati Sinwan – Arzanil. Pasangan yang diusung PAN dan PDI-P ini dipastikan tidak akan memberikan suara bulat kepada salah satu calon Gubernur Jambi.
Sinwan, yang menjabat Ketua DPD PAN Batanghari mengaku akan mendukung pasangan ZZ-FU sesuai garis partai. “ Sesuai garis partai, Saya tetap ke Zumi Zola, Selaku pimpinan PAN, Saya akan intruksikan seluruh kader PAN mendukung beliau,” Kata Sinwan, Kemarin.
Sinwan sendiri tidak akan memaksakan tim pemenangan Sinwan – Arzanil untuk mengikuti langkah politiknya. Tim diberi keleluasaan untuk mendukung masing-masing jagoannya. “ Posisi Kami ini dilema, Kami koalisi dengan PDI-P di Batanghari. Sementara, PDI-P di Provinsi mengusung HBA-EP. Kami tentu tidak bisa memaksa kawan-kawan dari PDI-P,” sebutnya.
Dukungan pasangan Calon Bupati Syahirsyah – Sofia Fattah turut terbelah. Pasangan yang didukung Gerindra, Golkar dan PPP ini masing-masing akan memberikan dukungan sesuai garis partai di Provinsi Jambi.
Syahrial, Ketua DPC Gerindra Batanghari mengatakan bahwa Gerindra Batanghari komitmen mendukung Calon Gubernur Hasan Basri Agus. Namun, dirinya tidak mungkin mengintervensi Golkar yang lebih memilih Zumi Zola. “ Kalau Kami tetap komit ke pak HBA,” tutupnya.
Sedangkan dua pasangan calon Walikota Sungaipenuh, Herman Muchtar – Nuzran Joher dan pasangan Asyafri Jaya Bakri – Zulhelmi dipastikan akan segaris dengan partai pengusung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi. Sedangkan, Ferry Satria – Buzarman belum memiliki bersikap.
“Untuk Pilgub siapa pasangan yang kita dukung sudah jelas. Kita segaris dengan pasangan Zumi Zola – Fahrory Umar. Partai pengusung kita juga partai pengusung Zumi Zola - Fahrory,” ujar calon Walikota Sungaipenuh Herman Muchtar ketika dikonfirmasikan Jambi Independent kemarin malam.
Pasangan calon Walikota Asyafri Jaya Bakri – Zulhelmi juga mengungkapkan sama dan memastikan mendukung pasangan HBA – Edi Purwanto. “Untuk Provinsi Jambi kita mendukung HBA – Edi Purwanto. Dan itu sejalan di Pilgub dan Pilwako ini,” terang Sekretaris DPC Demokrat Kota Sungaipenuh Mulyadi Yakup kepada Jambi Independent.
Sementara itu, pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Ferry  Satria – Buzarman belum menentukan arah dukungannya di Pilgub Jambi dan mengaku lebih memfokuskan pada Pilwako Sungai Penuh.
“Kemana arah dukungan kita di Pilgub belum terpikirkan. Kita lebih memfokuskan pada Pilwako ini,” ujar Ferry Satria singkat.(nid/fes)
Sumber : http://www.jambi-independent.co.id/index.php/headline/item/2493-cabup-bermain-aman-di-pilgub

Share this post :
 
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>