Headlines News :
Home » , , , » ANTI KORUPSI: Guru Belum Memahami Gratifikasi

ANTI KORUPSI: Guru Belum Memahami Gratifikasi

Written By Admin on Sabtu, 02 Mei 2015 | 07.18

JAKARTA, KOMPAS — Budaya memberi hadiah, termasuk dari orangtua siswa, membuat sebagian guru bingung dalam mengartikan gratifikasi. Sebagian dari mereka tidak tahu jika hadiah yang diberikan dari para wali murid itu mungkin memiliki motif tersembunyi.

"Setiap waktu pembagian rapor dan akhir tahun ajaran, lumrah bagi orangtua untuk memberi hadiah kepada guru. Namun, kami segan bertanya maksud dari hadiah tersebut karena takut menyakiti hati pemberi," kata Zeni Megantoro, Kepala SD Al-Amanah Sunter Agung, Jakarta Utara, dalam Seminar "Strategi Pencegahan Korupsi Usia Dini dalam Rangka Pembinaan SD Berbasis Budi Pekerti dan Kejujuran Siswa" di SDN 12 Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (30/4). Seminar tersebut diikuti para kepala sekolah dari sepuluh SD terbaik se-DKI Jakarta.

Menurut Dian Rachmawati, Spesialis Pendidikan Masyarakat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), salah satu narasumber seminar, gratifikasi bisa dikenali dengan melihat perasaan penerima hadiah. "Apabila Anda merasa bahwa memberi tahu rekan-rekan kerja mengenai hadiah tersebut akan menimbulkan kecemburuan, hadiah itu berarti gratifikasi. Silakan segera melapor kepada kepala sekolah masing-masing," kata Dian.

Dian mengatakan, gratifikasi adalah pemberian benda dan jasa yang berhubungan dengan kedudukan dan kewenangan profesional seseorang. Contohnya hadiah dari orangtua kepada guru agar anaknya mendapat nilai bagus di kelas. "Kalau hadiahnya murni pribadi, misalnya ulang tahun dan tak ada alasan lain, tidak apa-apa," ujar Dian.

(DNE)
Sumber:  Kompas 2 Mei 2015, melalui print.kompas.com

Share this post :
 
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>