Headlines News :
Home » , , » Batanghari Tak Lagi Layak Minum

Batanghari Tak Lagi Layak Minum

Written By Admin on Rabu, 29 Oktober 2014 | 20.10

Kondisi Sungai Batanghari yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera, sudah sangat kritis dan tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Saat ini sungai kebanggaan warga Jambi itu sudah tercemar merkuri akibat Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kian merajalela dan tak terkendali.

Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Wilayah Sumatera Kementrian Lingkungan Hidup Amral Ferry mengatakan, pihaknya akan menggagas pengelolaan dasar aliran sungai (DAS) dari hulu hingga ke hilir. “Saat ini kondisi sungai sudah tercemar limbah merkuri dari PETI yang merajalela di sejumlah anak sungai,” ujarnya pada rapat perlindungan dan pegelolaan DAS Batanghri, kemarin (28/10).

Menurutnya, air yang tercemar merkuri sangat berbahaya jika dikonsumsi, karena bisa mengakibatkan kematian sebab mengandung logam berat berbahaya. Untuk itu, dia berharap semua pihak saling dukung untuk menyelamatkan kelestarian Sungai Batanghari.

Dia melihat, selama ini belum ada koordinasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah. Padahal, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan semua elemen masyarakat dalam melestarikan keutuhan Sungai Batanghari. Karena, untuk mengembalikan dibutuhkan paling cepat tiga tahun.  

Dijelaskan, penyelamatan Sungai Batanghari belum maksimal. Itu karena menyangkut dua provinsi: Sumatera Barat dan Jambi. Untuk diketahui, aliran Sungai Batanghari bersumber dari 4 kabupaten di Sumatera Barat dan 10 kabupaten di Provinsi Jambi. Rincinya, Solok, Solok Selatan, Dharmasraya, Sijunjung dan Kota Jambi. Berikutnya, Kerinci, Merangin, Bungo, Tebo serta Sarolangun.

Selanjutnya, Batanghari, Muarojambi, Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) dan Kota Sungai Penuh. “Artinya ada 14 kabupaten/kota anak sungai bermuara ke Sungai Batanghari,” jelasnya.

Terpisah, Sekda Provinsi Jambi Ridham Priskap bercerita, dulu, air Sungai Batanghari cukup jernih. Bisa digunakan untuk mandi, bahkan bisa diminum dan tidak mengalami sakit. Namun saat ini, hal itu tidak mungkin lagi dilakukan karena air sungai sudah keruh. “Ikan saja sulit untuk hidup di sungai yang sudah tercemar, apalagi bila dikonsumsi,” ucapnya.

Tercemarnya sungai ini disebabkan adanya PETI yang merajalela, bahkan air sungai juga sudah tercemar merkuri. Selain itu, beberapa perusahaan yang berada di bantaran sungai juga membuang limbah ke sungai tanpa melalui daur ulang terlebih dahulu.

Pemerintah Provinsi Jambi telah berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar tidak membuang sampah ke sungai. Selain itu juga telah menghancurkan ratusan WC yang terdapat di sungai. “Sebagai gantinya, kita membuat WC di rumah warga, dengan adanya upaya ini, setidaknya akan mengurangi tingkat pencemaran,” ujarnya.(mui/nas)

Sumber: http://www.jambi-independent.co.id/index.php/jambi/item/224-batanghari-tak-lagi-layak-minum

Share this post :
 
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>