Headlines News :
Home » , , , , » IUP PT NTC Terancam Dicabut, Juga 9 Perusahaan Lain

IUP PT NTC Terancam Dicabut, Juga 9 Perusahaan Lain

Written By Info Bungo on Minggu, 01 Juni 2014 | 04.33


MUARA BUNGO – Sepuluh perusahaan pertambangan yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) ekplorasi dan operasi produksi di Kabupaten Bungo terancam bakal dicabut. Perusahaan ini diduga belum memiliki izin pinjam pakai kawasan hutan dari Menteri Kehutanan RI. Ini berdasarkan surat dari Kementerian Kehutanan RI yang ditujukan kepada Bupati Bungo. Surat dengan Nomor S.291IV-PPH/2014, menyebut soal penggunaan kawasan hutan secara tidak prosedural.  Dalam surat ini disebut, berdasarkan hasil ekpose dan hasil verifikasi Kementrian Kehutanan, ada 10 perusahaan pertambangan yang memiliki IUP yang lokasinya berada di dalam kawasan hutan yang sampai saat ini diduga kuat belum punya izin pinjam pakai kawasan hutan dari Menteri Kehutanan. Hal ini dibenarkan Bupati Bungo H Sudirman Zaini saat dikonfirmasi dinamikawarta.com.
Areal tambang - foto:dinamikawarta.com
Surat sudah saya terima Jumat siang,” terang bupati.

Diakui bupati, pihaknya sudah memerintahkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bungo dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) untuk melakukan verifikasi di lapangan. Apabila dalam verifikasi ditemukan data sesuai dengan yang tertera dalam surat. Maka Bupati mengaku akan mencabut izin yang diberikan daerah terhadap perusahaan tersebut.

“Saya sudah memerintahkan ESDM koordinasi dengan Hutbun untuk verifikasi. Kalau ditemukan dan perusahaan masih tak mau bergeming untuk mematuhi aturan, ya izinnya saya cabut. Kita ada wewenang untuk itu,” ujar Bupati usai menghadiri Isra’ Mi’raj di Sungai Arang tadi malam. 

Disebutkannya, 10 perusahaan tambang tersebut adalah PT Nusantara Termal Coal (NTC), PT Sinar Super Indah, CV Batang Semagi, PT Delapan Inti Power, PT Satria Gilang Mandiri, PT Gemari Bumi Puako, PT Vipronity Power Energy, PT Global Satria Nusantara, PT Resource Depelopment Indonesia dan PT Lion Power Energy. Terkait ini, Bupati Bungo mengaku bakal menindaklanjutinya dan bakal mencabup izin yang sudah diberikan. Dikatakannya, tindakan ini sesuai dengan Undang-Undang RI nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, pasal 38 ayat 1 dan 2. 

“Sesuai dengan UU penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pertambangan diperbolehkan. Tapi harus ada ijin pinjam pakai dari Menteri Kehutanan RI. Kalau mereka tak mau ngurus ya kita cabut saja. Kita bicara berdasarkan undang-undang,” sebutnya sambil mengaku bahwa dirinya belum pernah mengeluarkan satu pun izin terkait pertambangan batubara selama dirinya menjabat sebagai bupati. 

Diterangkan  oleh pasangan Mashuri ini, selain itu, dari laporan yang diterimanya, belum satupun perusahaan ini yang melakukan eskploitasi, baru sebatas eksplorasi. 

“Semuanya masih eksplorasi. Saya dengar juga salah satu perusahaan itu, NTC sudah mengurus izin pinjam pakainya, tapi belum dibayar. Ya hasilnya seperti apa saya masih menunggu hasil verifikasi. Hasil apapun akan saya laporkan ke kementrian dan KPK,” tukasnya. 

Sementara dalam poin ketiga surat yang ditembuskan ke Menteri Kehutanan RI di Jakarta, Ketua KPK di Jakarta, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementrian ESDM, Direktur Jenderal Planologi Kehutanan, Kemenhut, Gubernur Jambi dan Kapolda Jambi ini disebutkan, berkaitan dengan hal ini, patut diduga perusahaan dimaksud telah melakukan kegiatan ilegal di kawasan hutan. Untuk itu diminta kepada Bupati untuk melakukan penghentian kegiatan perusahaan dimaksud dan mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah dikeluarkan serta melakukan upaya penegakan hukum.(acn/dinamikawarta.com)
Sumber: http://dinamikawarta.com/berita-1227-iup-pt-ntc-terancam-dicabut-juga-9-perusahaan-lain.html
Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat
Share this post :
 
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>