Headlines News :
Home » , » DUA PNS NYABU DI GEDUNG DPRD

DUA PNS NYABU DI GEDUNG DPRD

Written By Admin on Jumat, 28 Februari 2014 | 11.06


MUARA BUNGO - Peredaran narkoba di Kabupaten Bungo benar-benar sudah parah. Selain aparat penegak hukum, narkoba juga sudah masuk di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ini terbukti dengan tertangkapnya dua oknum PNS Bungo yang diduga berpesta sabu-sabu.
Kedua abdi negara itu bernama Andi Saputra; pegawai Inspektorat dan Ahmad Sanusi; pegawai bagian Humas dan Prptokoler Sekretariat DPRD Bungo. Keduanya ditangkap didua lokasi berbeda, pada Kamis (27/2) kemarin.
Ahmad Sanusi PNS di Sekretariat DPRD Bungo bersama rekannya Andi Saputra PNS di Inspektorat Bungo digiring ke ruang Sat Narkoba Polres Bungo, kemarin (27/2) foto:jambi-independent.co.id
Andi ditangkap di rumahnya di Kelurahan Cadika bersama rekannya Hanafie (swasta). Sedangkan Ahmad Sanusi ditangkap beberapa saat kemudian di gedung DPRD Bungo. Informasi dari pihak Kepolisian, malam sebeluimnya ketiganya berpesta sabu-sabu di salah satu tempat di Gedung DPRD Bungo.
Penangkapan ketiga tersangka berawal dari penggerebekan di rumah Andi di Kelurahan Cadika, sekitar pukul 10.00 WIB kemarin. Awalnya hanya Andi dan rekannya Hanafie yang berhasil dibekuk.
Usai ditangkap, Polisi berhasil membuat Andi bernyanyi. Dia memberi tahu malamnya dia bersama Hanafie dan Ahmad Sanusi berpesta narkoba di Gedung DPRD Bungo. Berkat nyanyian Andi itu, Polisi lalu bergerak mengejar Ahmad Sanusi, polisi sempat mencari di rumahnya, namun tak ditemukan. Lalu polisi mendapat informasi Sanusi sedang bekerja di Kantornya Sekretariat DPRD Bungo.
"Awalnya tim mengamankan Andi Saputra dan Hanafie. Saat digeledah, di saku masing-masing tersangka ditemukan narkoba jenis sabu yang di Bungukus dalam plastik kecil,” kata Kabag Ops Polres Bungo Kompol Ahyar yang didampingi  Kasat Reserse Narkoba polres Bungo AKP Budiyono kemarin.
"Kita dapat kabar dia (Sanusi,red) di kantor langsung kita kejar, ternyata benar. Kita temukan dia sedang di parkir luar dan langsung kita geledah," sambung Kasat Narkoba Budyono.
Dari tangan Sanusi Polisi menemukan Barang Bukti(BB) satu paket sabu di dalam saku celananya. Kemudian paket lain di temukan di dalam jok motor milik Sanusi yang parkir di pekarangan gedung DPRD.
"Semuanya lengkap, pada Sanusi, Andi dan Hanafie kita temukan barang bukti sabu-sabu di saku masing-masing," papar Kasat lagi.
Hingga sore kemarin, Polisi belum selesai melakukan penyidikan terhadap ketiganya. Sebab usai ketiganya ditangkap, polisi mendapat informasi mereka mendapat sabu-sabu dari salah satu bandar.
Sekitar pukul 16.00 WIB, Polisi juga berhasil membentuk Arifin, warga Kampung Lubuk, Kecamatan Pelepat Ilir. Dia diduga kuat sebagai bandar besar yang memasok sabu kepada ketiganya.
Arifin dilumpuhkan polisi dilumpuhkan polisi dengan timah panas. Berbekal informasi dari Andi dan Sanusi, Polisi mengepung Arifin di rumahnya. Tak mudah bagi polisi melumpuhkan Arifin, bandar yang dikenal sangat lihai mengecoh petugas ini sempat kucing-kucingan dengan petugas. Bahkan saat penggerebekan dia sempat melakukan perlawanan.
Namun Polisi lebih sigap, Arifin berhasil dilumpuhkan dengan timah panas aparat di bagian paha. "Dia ini licin, sudah tigo kali kami coba tangkap selalu lepas. Kali ini tadi(kemarin-red) dio ngajak duel dengan kami, dan cubo lari, langsung kami tembak di bagian paho," ungkap Kasat Narkoba Polres Bungo AKP Budyono.
Dari Arifin polisi menemukan barang bukti narkoba jenis sabu sekitar 10 Ji. Usai ditangkap Arifin dilarikan ke RSUD H Hanafie Bungo untuk menjalani operasi.
Ditangkapnya dua oknum PNS ini, menambah panjang daftar aparat dan PNS yang dibekuk karena tersandung narkoba. Dalam catatan koran ini, sejak akhir November 2013 hingga kemarin ada 10 PNS dan Aparat yang sudah dibekuk.
Empat anggota Polisi (Polres), dua PNS jajaran instansi penegak hukum pengadilan dan empat PNS di lingkungan Pemkab Bungo. 27 November 2013, polisi berhasil membekuk 3 PNS yang sedang berpesta sabu-sabu bersama dua rekannya di rumah Asri bin Asnawi (42), BTN Lintas Asri Blok D, RT 19 RW 06, Kelurahan Sungai Kerjan, Kecamatan Bungo Dani.
Mereka adalah MR, Juru Sita PA Muara Bungo, TR Juru Sita PN Muara Bungo dan MM, salah satu Kasi Kantor Camat Bathin III Ulu saat ini sedang menjalani persidangan.
Beberapa hari kemudian, 4 Desember 2013, tiga oknum Polisi yang dibekuk. Mereka adalah Briptu JB dan Briptu ZH, anggota Sabara Polres Bungo sekaligus pada saat itu membekuk AIPTU NW, namun nama terakhir melarikan diri beberapa saat usai ditangkap. Ketiganya dibekuk bersama rekannya di rumah Aiptu NW di BTN Kayla 1, Muarabungo.
Kemudian pada 24 Desember 2013, satu lagi oknum aparat yang dibekuk, Benny Kurnadi bin Zakaria. Beni informasinya bertugas di Jambi asal Dusun Panjang RT 01 RW 02, Kecamatan Tanah Tumbuh. Bersamanya juga dibekuk Hendri Gusnadi berstatus PNS Tata Usaha SMAN 2 kecamatan Tanah Tumbuh, ditangkap di Pasar Tanah Tumbuh. Terakhir proses hukum baru pelimpahan ke Kejaksaan Negeri Muarabungo.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bungo Ulva Novriza ketika dikonfirmasi terkait adanya staf DPRD yang ditangkap belum bisa memberi komentar. Ulva malam tadi juga mengaku sedang tidak berada di Kabupaten Bungo, karena dinas ke luar daerah.
“Maaf yo, sayo belum tau pasti informasi itu, karena sedang di luar daerah. Sayo juga sedang komunikasi dengan Waka Polres Bungo terkait dengan kasus penangkapan narkoba di DPRD,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Bungo, Bahtiar malam tadi tak bisa dimintai keterangan. Saat dihubungi Radar Bute (Grup Jambi Independent) via Hand Phone(HP) tak diangkat. Begitu juga dengan SMS yang dikirim, tidak dibalas.
Terpisah, Wakil Bupati Bungo, H Mashuri mengapresiasi tindakan yang dilakukan Polres Bungo dalam memberantas Narkoba di Kabupaten Bungo. Hal itu disampaikan Wakil Bupati usai melantik Ridwan sebagai Rio Dusun Pedukun, Kecamatan Tanah Tumbuh, kemarin.
“Kita beri apresiasi kepada pihak Polres Bungo dalam menangkap pelaku narkoba di Kabupaten Bungo,” ungkapnya yang mengaku sangat menyayangkan masih ada PNS yang tak kapok mengkonsumsi narkoba.
Menurut dia, Pemkab Bungo tidak akan memberi ampun kepada PNS yang positif menggunakan narkoba. Jika terbukti akan dipecat.(frs/rb)
Sumber: http://www.jambi-independent.co.id/jinn/index.php/seputar-jambi/jambi-barat/item/831-dua-pns-nyabu-di-gedung-dprd


Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat
Share this post :

+ komentar + 1 komentar

Ampun daaaah ...
Ginama nih, wakil rakyatnya aja begini !!!

Posting Komentar
 
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>