Headlines News :
Home » , » Stok Habis, Buku Nikah Langka

Stok Habis, Buku Nikah Langka

Written By Admin on Kamis, 07 November 2013 | 07.05


JAMBI - Hingga kemarin (5/11), buku nikan masih langka di sejumlah daerah. Termasuk di Provinsi Jambi. Meski demikian, calon pengantin tidak perlu cemas, karena Kemenag sudah menginstruksikan kepada Kantor Urusan Agama (KUA) mencatat dan memberikan secarik kertas surat keterangan sudah menikah kepada pengantin.
Di Kota Jambi,  salah satu daerah yang stok buku nikahnya habis adalah di Kecamatan Telanaipura. Kepala, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Telanaipura, Juwaini mengatakan, buku nikah sudah sejak dua minggu yang lalu tidak ada. Namun, itu tidak menjadi penghalang bagi calon pengantin yang ingin menikah.
Ilustrasi. Foto:jambi-independent.co.id
Menurut dia, pasangan pengantin akan tetap tercatat.  ”Untuk sementara kita berikan surat keterangan. Buku nikahnya menyusul, jika sudah ada akan diberikan,” katanya.
Juwaini mengaku belum bisa memastikan kapan buku nikah itu ada. Pasalnya, KUA sifatnya hanya menunggu, jika buku nikah itu telah ada di Kemenag Kota, pihaknya akan segara menjemput. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, sampai saat ini belum ada.
Terpisah, Habibi, staf KUA Kecamatan Mendahara Ulu Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengaku buku nikah di KUA tempatnya bekerja tidak ada kendala. Namun, dia mengakui mendapat informasi bahwa di sejumlah KUA di Jambi, stok buku nikah sudah tidak ada lagi.
Menurut dia, di Kemenag Tanjab Timur, stok buku nikah masih ada. ”Kalau di Mendahara Ulu alhamdulillah tidak ada masalah, masih banyak. Di kemenag (Tanjabtim) informasinya juga masih banyak,” katanya.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Mahbub Daryanto, juga mengakui saat ini terjadi kelangkaan buku nikah di sejumlah daerah dalam Provinsi Jambi.  Namun, dia tidak menjelaskan secara rinci, di daerah mana saja terjadi kelangkaan tersebut.
Menurut dia, khusus di Provinsi Jambi, kelangkaan buku nikah tersebut masih bisa diatasi dengan sistem pinjam. Jika dalam satu kabupaten ada kecamatan tertentu yang kekurangan, Mahbub menyarankan untuk meminjam di kecamatan tetangga.
“Memang ada sebagian wilayah yang kekurangan. Tapi, kalau masih satu kabupaten kita sarankan untuk minjam di kecamatan terdekat,” katanya.
Pada saat peminjaman tersebut, dia minta petugas mencatat nomor seri buku nikah yang dipinjam, agar dapat dipertanggungjawabkan. Bahkan, jika memang kekurangan ini emergency dalam satu kabupaten, Mahbub memberi ruang bagi kabupaten yang kekurangan meminjam di kabupaten lain, yang stok buku nikahnya masih banyak. ”Ini bisa dilakukan, tidak masalah jika memang emergency,” tegasnya.
Menurut Mahbub, pada pekan kedua bulan ini, buku nikah akan kembali didistribusikan. Bagi calon pengantin yang di wilayahnya buku nikah belum tersedia, tetap dicatat dan akan diberikan kertas sebagai bukti telah sah menikah dari Kantor Urusan Agama (KUA).
”Setelah buku nikah ada, baru kita kita berikan. Intinya untuk Jambi masih dapat ditanggulangi,” ujarnya.
Mahbub menjelaskan, bahwa kekurangan buku nikah di Jambi karena estimasi awal tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Jumlah pasangan yang menikah lebih banyak ketimbang ketersediaan buku. Sementara pendistribusian buku nikah itu berdasarkan estimasi awal. ”Pendistribusian itukan berdasarkan estimate, nah estimasi yang terkadang meleset,” katanya.
Soal isu buku nikah palsu yang banyak beredar, Mahbub akan mempidanakan siapapun yang menyebarkannya. Menurut dia, buku nikah asli dan palsu dapat diketahui dari nomor seri yang ada pada buku tersebut. Para Kepala KUA lebih mengetahui hal itu pada saat pengisian buku nikah.
Selain estimasi yang meleset, kekurangan buku nikah di Jambi karena adanya pencurian buku nikah sebanyak 2.500 pasang beberapa waktu lalu. Pada waktu itu, buku nikah hilang di dua kabupaten, yakni Bungo sebanyak 2.000 pasang dan Merangin 500 pasang.
Menurut Mahbub, pencurian buku nikah itu sepertinya memang ada sindikatnya. Pasalnya, buku nikah itu hilang di kantor Kemenag. Buku nikah itu bisa saja dijual kepada TKI yang tidak memiliki buku nikah dan bagi mereka yang melakukan nikah siri atau nikah di bawah tangan.
Buku nikah juga dapat digunakan di semua wilayah Indonesia, karena bentuknya sama. ”Buku nikah ini sangat bermanfaat bagi mereka yang tidak memiliki, jadi itu bisa saja dijual,” tandasnya.
Sumber: http://jambi-independent.co.id/jip/jambi/metro-jambi/item/866-stok-habis-buku-nikah-langka

Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat
Share this post :
 
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>