Headlines News :
Home » , , » Mahalnya Kursi Dewan di Bungo

Mahalnya Kursi Dewan di Bungo

Written By Admin on Kamis, 18 Juli 2013 | 08.35

Sidang Paripurna DPRD Bungo. Foto infobungo.com
MUARABUNGO — Keinginan warga Kabupaten Bungo, Jambi, menjadi anggota DPRD ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Disamping mesti populer, mereka juga harus siap dana besar untuk cost politiknya.
Menurut informasi yang diperoleh infojambi.com, biaya yang mesti disiapkan oleh calon legislatif (caleg) di Kota Lintas itu bisa mencapai Rp 200 juta per orang. Dana itu diperlukan antara lain untuk membiayai kegiatan sosialisasi agar lebih dikenal oleh masyarakat.
Tak bisa dielakkan, untuk memburu kepopuleran, seorang caleg sudah pasti akan membuat baleho, spanduk dan kartu nama. Begitu pula dengan memberi sumbangan ke masyarakat, guna menarik simpati. Semua itu dipastikan bakal membutuhkan anggaran yang besar.
Seorang caleg di Bungo yang tidak minta namanya tidak ditulis mengungkapkan, cost politik juga dibutuhkan untuk membiayai kegiatan para tim sukses dan membayar honor para saksi pada hari pemilihan, serta biaya “mengawal” suara yang masuk seusai penghitungan suara.
“Caleg harus sanggup mengeluarkan dana sebanyak itu untuk mengejar kursi di dewan. Saya saja habis sekitar Rp 200 juta hanya untuk kebutuhan atribut dan pembayaran saksi,” ujar sumber yang kini duduk sebagai anggota DPRD Bungo itu.
Untuk bisa duduk sebagai anggota DPRD Bungo, seorang caleg harus bisa meraup dukungan dari ribuan pemilih. Bukan rahasia lagi, dalam pesta demokrasi, caleg maupun calon kepala daerah, pasti membagi-bagikan uang ke masyarakat untuk menarik simpati.
“Itu boleh-boleh saja, sepanjang tidak ada unsur pemaksaan dari yang memberi. Tidak ada aturan melarang caleg memberi uang ke masyarakat, kecuali kalau mereka minta dipilih saat memberikan uang. Itu yang dinamakan money politic,” ungkap sumber itu.
Sumber ini menjelaskan, untuk bisa dikenal masyarakat, para caleg mesti rela berkorban. Itu sebagai bentuk investasi politik. Karena itu, sangat wajar seorang caleg wajib mampu secara finansial jika ingin terpilih. Apalagi kalau yang bersangkutan merupakan politikus dadakan.
Tapi itu juga belum bisa jadi jaminan. Banyak caleg yang sudah habis uang tapi tetap saja tidak terpilih. Sebagai perbandingan, pada tahun 2009, kebanyakan caleg yang lolos menjadi anggota DPRD Bungo mengeluarkan dana paling sedikit Rp 200 juta, bahkan ada mencapai Rp 1 miliar. (infojambi.com/ERI)
Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat
Share this post :
 
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>