Headlines News :
Home » » Pileg 2014: Di Bungo, Satu Keluarga Tujuh Caleg

Pileg 2014: Di Bungo, Satu Keluarga Tujuh Caleg

Written By Info Bungo on Minggu, 19 Mei 2013 | 14.53

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Pemilu legislatif akan digelar 9 April 2014 nanti. Namun ada catatan menarik dari Bungo. Yakni tentang keluarga Martunis, di mana dari satu keluarga ada tujuh orang bakal caleg yang maju bersamaan.

Dari tujuh bacaleg tersebut, tiga maju ke DPRD provinsi. Sementara empat lainnya bersaing ke DPRD Kabupaten Bungo. Dengan lima parpol berbeda, para bacaleg dari keluarga besar Martunis mengaku siap bersaing. 

Tiga yang maju ke DPRD provinsi adalah Martunis (PAN), ayah mertuanya H Bahtiar Achmad (NasDem), serta Zainunnuri (PPP). Ketiga maju dari dapil yang sama, dapil Bungo-Tebo. Bersaing dengan puluhan caleg 117 caleg lainnya merebut 10 jatah kursi.  

Empat lainnya yang maju ke DPRD Bungo adalah Hasma Martunis (PAN). Istri dari Martunis ini akan bersaing dengan kakak kandungnya, Ida Royani (NasDem). Keduanya adalah putri dari Datuk Tiar, sapaan akrab H Bahtiar Achmad. 

Siapa dua lainnya? Yakni H Kamal, kakak ipar Martunis, dan Khairullah (Golkar), adik kandungnya. Menariknya empat bacaleg dari satu keluarga ini juga maju dari dapil yang sama, yakni dapil II, Kecamatan Pelepat dan Pelepat Ilir.  

"Kita lihat ke depan seperti apa, dinamika politik kan berkembang terus. Memang butuh strategi yang ideal, karena jelas harapan kita duduk (terpilih, red) semua," ujar Martunis, beberapa waktu lalu. Anggota DPRD Bungo dua periode ini mengatakan, hal seperti ini bukanlah kejadian instan. Ia mengakui keluarga besarnya memang banyak yang berkecimpung di dunia politik.

Peran mereka juga bukan sekedar kader biasa, melainkan pengurus inti di tingkat kabupaten. Martunis juga mengomentari pandangan segelintir orang yang menyebut `kemaruk' politik. Pria kelahiran Rantau Keloyang, 3 Juni 1971 ini mengatakan tidak menjadi soal terkait hal itu.

Karena menurutnya, politik itu identik dengan kontribusi. "Masyarakat kan bisa menilai sendiri. Selama dua periode saya duduk di DPRD, saya berbuat atau tidak. Kalau misalnya saya tak berbuat, pasti dulu tidak dipilih lagi," ujarnya lagi. 

Diakuinya, maju bersama dari dapil yang sama, konsekwensinya adalah pecah suara. Suara dari keluarga besar diakuinya pasti terbagi. Namun ia mengatakan ada pola dan strategi tertentu mendulang suara. Yakni memaksimalkan potensi suara di daerah lain dan rajin melakukan sosialisasi. 

Penulis : muhlisin
Editor : rahimin
Sumber : Tribun Jambi

Share this post :
 
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>