Headlines News :
Home » » Pesawat Aviastar Nyaris Ditahan di Bungo

Pesawat Aviastar Nyaris Ditahan di Bungo

Written By Admin on Minggu, 12 Mei 2013 | 08.47


TRIBUNJAMBI.COMMUARA BUNGO – Suasana di Bandara Muara Bungo, beda dari biasanya, Sabtu (11/5). Pengamanan di bandara ini terlihat lebih ramai dibanding biasanya. Tidak hanya polisi, beberapa nggota TNI berseragam lengkap ikut berjaga.

Pengaman terlihat lebih meningkat menjelang tengah hari. Petinggi Polres Bungo, seperti Kasat Intelkam AKP Nova Suryandari, Kapolsekta Muara Bungo AKP M Alfian, serta beberapa petinggi lainnya hadir langsung mengendalikan keamanan.

Rupanya ada persoalan antara PT Mitra Bungo Abadi (MBA) dengan maskapai Aviastar. Karena persoalan hitungan bisnis terkait kerja sama mereka, pihak PT MBA berniat menahan pesawat berpenumpang sekitar 100 orang tersebut.

Namun rantai yang sedianya sudah dibawa ke bandara, tidak jadi digunakan mengikat pesawat. Bupati Bungo Sudirman Zaini turun tangan langsung melakukan mediasi kedua belah pihak. Direktur Utama Aviastar, Sundoro, dipertemukan dengan pihak PT MBA, di ruang kerja bupati.

Kisruh ini cukup menarik perhatian. Apalagi puluhan bagi puluhan orang calon penumpang yang hendak berangkat ke Jakarta. Ini menjadi tontonan gratis sembari bertanya-tanya tentang persoalan apa yang terjadi.

Apalagi karena salah paham ini sempat hampir terjadi adu fisik antara salah seorang dari PT MBA dan kru pesawat. Beruntung bentrok fisik tak sempat terjadi. Aparat yang berjaga dengan sigap melakukan pengamanan.

“Saya lagi briefing kru, trus dipanggil. Saya juga tidak begitu paham dengan persoalan sebenarnya. Tiba-tiba dilarang boarding,” ujar Gian Lesmana, flight operation officer (FOO) pesawat Aviastar, Sabtu (11/5).

Demikian pula kapten pilot Herlis Simanjuntak. Ia mengatakan persoalan ini terkait perjanjian kerja antara Aviastar dan PT MBA. Salah satu pihak dianggap melakukan wan prestasi. Oleh karena itu direktur utama Aviastar datang langsung ke Bungo melakukan pembicaraan.

“Itu diurus manajemenlah. Urusan kita terbang. Direktur lagi sama bupati. Pesawat tidak boleh ditahan, kalau ditahan namanya pembajakan,” ujar Herlis pula.

Lantas seperti apa persoalan sebenarnya menurut versi PT MBA? Seorang petinggi MBA yang meminta namanya tak disebut, mengatakan terjadi miskomunikasi dengan pihak Aviastar. Ia mengakui pihaknya berniat menahan pesawat tersebut sebagai jaminan.

Ia mengatakan, kerjasama carter pesawat sudah berjalan sejak 18 Desember 2012 lalu. Perjanjian carter tersebut berlaku hingga Sabtu (18/5), minggu depan. Di ujung kerjasama ini terjadi miskomunikasi.

“Mereka (Aviastar) melakukan pemutusan kerjasama secara sepihak. Beberapa hari lalu. Buat kami tidak masalah, tapi dana security deposit yang kami setorkan mereka tak mampu kembalikan,” ujarnya kepada Tribun.

Ia menolak menyebutkan nilai carter pesawat tersebut. Demikian pula nilai deposit yang saat hingga saat ini belum kembali ke kas PT MBA. Namun ia menyebutkan, Avistar beberapa kali berjanji mentransfer dana yang jumlahnya tak sedikit itu, namun selalu tidak jadi.
 

“Kita memang niat tahan itu pesawat sebagai jaminan. Tapi nggak jadi. Setelah dimediasi bupati, kita sepakat lanjutkan kerjasama hingga 30 Desember 2013 ini,” ujarnya lagi.

Ia mengakui sudah meneken memorandung of understanding (MoU) atau nota kesepahaman terkait kelanjutan kerjasama. Sedangkan untuk surat perjanjian kelanjutan kerjasama akan diteken Jumat (17/5) nanti di Jakarta.

Diakuinya, nominal carter pesawat hingga akhir tahun ini, meningkat dibanding sebelumnya. Peningkatan berkisar 10 persen dari nilai sebelumnya. Namun ia memastikan peningkatan nominal itu tidak akan sampai berimbas pada kenaikan harga tiket. “Tetap 762.000 per passenger (penumpang, red),” ujarnya lagi.

Seperti sebelumnya diberitakan, Bandara Muara Bungo sudah mulai diterbangi pesawat Aviastar sejak Desember 2012. Pesawat jet ini mengangkut penumpang Bungo-Jakarta dan sebaliknya, sebanyak empat kali dalam satu minggu. Yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu.

“Saya sebenarnya tak mau perpanjang (kerjasama) lagi. Kami kecewa karena minggu lalu mereka tak terbang satu flight,” tutupnya.

Asisten II Setda Bungo, S Budi Hartono, mengatakan belum ada keputusan final terkait persoalan ini. Dikonfirmasi per telepon Sabtu malam, pukul 19.51, ia mengatakan pembicaraan masih akan berlanjut.

“Belum tuntas. Masih lanjut malam ini. Semua pihak dipanggil ke rumah dinas bupati,” ujar Budi kepada Tribun.

Ia mengatakan Pemkab Bungo berharap kerjasama ini terus berlanjut. Menurutnya tidak ada alasan untuk menghentikan kerjasama yang sudah berjalan setengah tahun ini. Apalagi selama ini kerjasama secara keseluruhan berjalan cukup baik.

“Kito cuma pengen tiket murah. Itu intinya. Harapan jelas berlanjutlah. Alasannya tidak ada kalau tak berlanjut,” ujar Budi lagi.

Penulis : muhlisin
Editor : fifi

Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2013/05/11/pesawat-aviastar-nyaris-ditahan-di-bungo
Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat
Share this post :

Poskan Komentar

 
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2013. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>