Headlines News :
Home » , » Redenominasi

Redenominasi

Written By Admin on Jumat, 25 Januari 2013 | 21.20


REPUBLIKA.CO.ID,Bank Indonesia (BI) secara bertahap sudah mulai menyosialisasikan redenominasi. Sudah dua tahun terakhir ini memang bergulir ide untuk melakukan redenominasi terhadap mata uang rupiah. Saat ini dengan nilai mata uang seperti sekarang, penggunaan rupiah tidak lagi efisien. Penghitungan transaksi berskala besar yang menggunakan rupiah menyulitkan penghitungan.

Redenominasi bisa jadi merupakan barang baru bagi masyarakat. Arti dari redenominasi sendiri adalah penyederhanaan mata uang. Jadi, rupiah yang ada sekarang nanti dihilangkan tiga nol di belakangnya, misalnya Rp 1.000 menjadi Rp 1.
Begitu mendengar pengurangan nol, masyarakat langsung berpikiran ini sama dengan sanering atau pemotongan mata uang sebagimana kebijakan pemerintah di zaman Orde Lama. Sehingga, masyarakat pun menjadi khawatir nilai uangnya akan berkurang. Kekhawatiran lain adalah soal penetapan harga barang di pasar.
Ilustrasi Redenominasi - foto http://www.riaupos.co.id
Sebagian masyarakat masih khawatir, kebijakan ini akan dimanfaatkan untuk memainkan harga.
Kehawatiran itulah yang harus menjadi perhatian BI dan pemerintah dalam menjalankan program redenominasi tersebut. Jangan sampai masyarakat menjadi panik dengan rencana itu, sehingga justru berakibat buruk pada perekonomian nasional.

Secara teknis redenominasi mudah, bahkan beberapa restoran dalam daftar harga sudah banyak yang mulai menghilangkan tiga nol di belakang, karena terlalu panjang. Tantangannya adalah bagaimana agar sosialisasi ke masyarakat bisa sukses.

Dengan luas wilayah yang begitu membentang dan terdiri atas belasan ribu pulau, proses sosialisasi menghadapi tantangan. Tidak mudah untuk memberi pengertian kepada masyarakat yang begitu menyebar dan di wilayah yang sangat luas. Apalagi, tak sedikit masyarakat kita yang tinggal di pelosok, bahkan pedalaman.

Belum lagi tingkat pendidikan masyarakat kita yang sebagian besar lulusan SD. Tanpa mengurangi rasa hormat pada lulusan SD, tapi menjelaskan redenominasi kepada mereka akan tidak mudah dan penuh tantangan.

Redenominasi bagi Indonesia yang saat ini sudah menjadi negara kelas menengah dan akan beranjak menjadi negara maju sangat penting. Apalagi dengan pertumbuhan yang terus tinggi, efisiensi mata uang menjadi keharusan.

Sekarang ini, ketika ekonomi sedang stabil, nyaris tanpa gejolak, merupakan saat yang tepat. Keberhasilan Turki dalam melakukan redenominasi (memotong enam nol di belakang) dilakukan saat ekonomi mereka sudah stabil.

Pengalaman sekarang, jika kita bicara APBN, misalnya, nilainya sudah seribu triliun, itu berarti sudah tidak ada lagi istilah di atas triliun. Dengan redenominasi, masih cukup dengan istilah triliun. Belum lagi dalam berbagai laporan keuangan di mana deretan angkanya sudah menyulitkan karena terlalu panjang.
Kita mendukung penuh program redenominasi. Hanya saja pemerintah dan BI harus bekerja keras untuk melakukan sosialisasi di masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat
Share this post :

+ komentar + 2 komentar

13 Februari 2013 00.21

Msyarakat tidak akan panik jika sosialisasinya baik

13 Februari 2013 05.49

Memang dirasa kurang sosialisasinya. Bagusnya BI yang ada di tiap provinsi (termasuk BI Prov Jambi) keliling ke Kab./Kota utk adakan sosialisasi, biar gak bingung nantinya.

Posting Komentar
 
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>