Headlines News :
Home » , , , , » Puting Beliung Hantam Kerinci. 45 Rumah Rusak, Termasuk Masjid dan Gedung SD

Puting Beliung Hantam Kerinci. 45 Rumah Rusak, Termasuk Masjid dan Gedung SD

Written By Admin on Selasa, 09 Juni 2009 | 17.50

SELASA, 09 JUNI 2009 | JambiIndependent
SUNGAIPENUH - Angin puting beliung kembali menghantam Kabupaten Kerinci. Dalam setahun terakhir, angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan lebat itu sudah berkali-kali melanda daerah paling barat Provinsi Jambi tersebut. Bulan lalu, angina putting beliung juga meluluhlantakkan puluhan rumah di Desa Sungai Rumpun, Kecamatan Gunung Tujuh. Juga Desa Semurup, Kecamatan Air Hangat.

Kejadian terbaru terjadi pada Minggu (7/6) sore. Kali ini angin puting beliung menghantam Desa Sungai Langkap, Kecamatan Siulak. Angin mulai menyapu daerah perbukitan itu pukul 16.00 WIB. Sedikitnya 46 rumah dilaporkan porak poranda dihantam angin kencang yang berlangsung sekitar 15 menit itu.

Dari 46 unit rumah yang rusak, 3 dinyatakan rusak total, 17 rusak berat, dan 26 rusak ringan. Kepala Desa Sungai Langkap Abdul Rahim mengatakan, saat kejadian sore itu, langit sangat gelap disertai gerimis. Tiba-tiba dari arah Desa Mukai Pintu datang angin kencang berputar-putar dan langsung menghantam Desa Sungai Langkap.

“Awalnya angin menyentuh tanah lalu berputar-putar ke atas dan langsung menyapu rumah dan pepohonan,” jelasnya. Warga yang panik berlari ketakutan dan langsung berlindung di tempat yang aman. “Beberapa warga yang sedang berada di sawah tiarap di tanah karena takut dibawa angin,” katanya.

Saat angin menyapu desa, puluhan atap rumah warga berterbangan. Beberapa rumah yang terbuat dari kayu ambruk. Pepohonan seperti durian dan kulit manis serta tanaman cabe dan pisang milik warga, tumbang disapu angin. Selain menerbangkan genteng rumah, angin juga merusak masjid, gedung SD, bangunan rice milling, dan satu lumbung padi.

Beberpa rumah yang rusak total di antaranya milik Safrini, warga RT 4. Rumah Safrini yang terbuat dari kayu ambruk dihantam angina. Safrini pun terpaksa mengungsi ke rumah familinya. Yang rusak total lainnya adalah rumah Supriadi dan Marlini, warga RT 3, yang juga terbuat dari kayu.

Menurut Safrini, saat kejadian, dia sedang mandi di tempat pemandian Desa Sungai Langkap. “Tiba-tiba saja datang angin kencang. Saat pulang, baru saya baru tahu rumah sudah rusak,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, warga yang rumahnya terkena terjangan angin puting beliung ada yang sudah mengganti atap dengan terpal. Namun ada juga yang belum memperbaiki sama sekali. Beberapa pohon-pohon yang tumbang serta atap rumah yang berserakan di berbagai tempat belum dibersihkan.

Abdul Rahim juga mengatakan, sementara ini kerugian yang dialami warga akibat angin puting beliung belum dapat ditaksir. “Pihak pemerintah yang datang ke sini belum mendata jumlah bangunan yang rusak. Mereka baru memberikan bantuan bahan makanan, selimut, dan terpal,” katanya.

Untuk membantu warga yang terkena musibah, aparat desa berinisiatif mendirikan posko bantuan bencana alam. Kabid Kessos Kabupaten Kerinci Juanda mengatakan, pihaknya telah memberikan bantuan sembako, terpal, dan tikar. “Bantuan diberikan sesuai ketersediaan bantuan dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Bupati Kerinci Moh Rahman saat dihubungi mengatakan, bantuan pertama sudah diberikan kepada masyarakat, berupa tenda dan bahan makanan. “Malam tadi saya langsung ke sana,” ujarnya. Bahan bangunan, kata Rahman, belum diberikan karena kerusakan masih diteliti oleh Dinas PU. “Kerusakan masih didata ulang untuk mengetahui berapa seng dan semen serta alat bangunan lainnya yang harus diberikan ke masyarakat,” tuturnya.
Sebelumnya, Juni 2007, sedikitnya 30 unit rumah warga di RT 4, RT 8, dan RT 9, Desa Gunung Labu, Kecamatan Kayuaro, rusak berat akibat hantaman badai puting beliung. Selain di Kerinci, bencana angin puting beliung juga pernah terjadi di beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
Menurut catatan Jambi Independent, pada 26 Mei 2009 lalu angin puting beliung juga menghantam dua desa di Muarojambi, yakni Desa Sogo dan Desa Mekarsari, Kecamatan Kumpeh Ilir. Akibatnya, puluhan rumah dan tiga ruang kelas sekolah dasar rusak berat. Puluhan pohon turut tumbang. Termasuk jaringan litrik.
April lalu, tercatat dua kali terjadi angin puting beliung, yakni pada 18 April di Desa Sungai Rumbai, Kecamatan Tebo Ulu, Tebo. Sedikitnya 74 rumah dilaporkan rusak dalam musibah itu. Tiga hari kemudian, 21 April, kejadian serupa terjadi di Dusun Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Bungo. Akibat kejadian itu, belasan rumah rusak dan dua rumah rusak berat alias hancur.
Pada 2008 lalu, angin puting beliung juga pernah terjadi di Kota Jambi. Daerah yang terkena musibah itu antara lain kompleks Perumahan Griya Aurduri dan kawasan Pulau Pandan, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura. Akibat kejadian itu, ratusan rumah di dua daerah tersebut porak-poranda.(dip)

Sumber:http://www.jambi-independent.co.id

Sarang Semut Papua - Herba Anti Kanker No. 1!
Share this post :
 
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>