Headlines News :

Info Populer

Kurikulum 2013

Diduga Melangsir BBM, Mobil Carry di Bungo Terbakar

JAMBIUPDATE.COM, MUARA BUNGO- Satu mobil carry warna merah hati dengan nopol BH 1319 AU,tiba-tiba terbakar di depan rumah makan Sederhana, Muara Bungo. Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.30 wib pagi tadi (30/10). 
Arpan Kepala UPTD Damkar membenarkan kejadian tersebut,

“Atas kejadian tersebut, kami menurunkan satu unit pemadam, untuk penyebab belum diketahui,“ bebernya.

Terpisah, Pudaili warga setempat yang melihat kejadian mengatakan, kejadian begitu cepat dan diduga mobil digunakan untuk melangsir bahan bakar minyak (BBM).

“Soal nya selesai dipadamkan, saya lihat ada tiga buah galon minyak didalam mobil,“ jelasnya. (hnd)

Batanghari Tak Lagi Layak Minum

Kondisi Sungai Batanghari yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera, sudah sangat kritis dan tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Saat ini sungai kebanggaan warga Jambi itu sudah tercemar merkuri akibat Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kian merajalela dan tak terkendali.

Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) Wilayah Sumatera Kementrian Lingkungan Hidup Amral Ferry mengatakan, pihaknya akan menggagas pengelolaan dasar aliran sungai (DAS) dari hulu hingga ke hilir. “Saat ini kondisi sungai sudah tercemar limbah merkuri dari PETI yang merajalela di sejumlah anak sungai,” ujarnya pada rapat perlindungan dan pegelolaan DAS Batanghri, kemarin (28/10).

Menurutnya, air yang tercemar merkuri sangat berbahaya jika dikonsumsi, karena bisa mengakibatkan kematian sebab mengandung logam berat berbahaya. Untuk itu, dia berharap semua pihak saling dukung untuk menyelamatkan kelestarian Sungai Batanghari.

Dia melihat, selama ini belum ada koordinasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah. Padahal, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan semua elemen masyarakat dalam melestarikan keutuhan Sungai Batanghari. Karena, untuk mengembalikan dibutuhkan paling cepat tiga tahun.  

Dijelaskan, penyelamatan Sungai Batanghari belum maksimal. Itu karena menyangkut dua provinsi: Sumatera Barat dan Jambi. Untuk diketahui, aliran Sungai Batanghari bersumber dari 4 kabupaten di Sumatera Barat dan 10 kabupaten di Provinsi Jambi. Rincinya, Solok, Solok Selatan, Dharmasraya, Sijunjung dan Kota Jambi. Berikutnya, Kerinci, Merangin, Bungo, Tebo serta Sarolangun.

Selanjutnya, Batanghari, Muarojambi, Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) dan Kota Sungai Penuh. “Artinya ada 14 kabupaten/kota anak sungai bermuara ke Sungai Batanghari,” jelasnya.

Terpisah, Sekda Provinsi Jambi Ridham Priskap bercerita, dulu, air Sungai Batanghari cukup jernih. Bisa digunakan untuk mandi, bahkan bisa diminum dan tidak mengalami sakit. Namun saat ini, hal itu tidak mungkin lagi dilakukan karena air sungai sudah keruh. “Ikan saja sulit untuk hidup di sungai yang sudah tercemar, apalagi bila dikonsumsi,” ucapnya.

Tercemarnya sungai ini disebabkan adanya PETI yang merajalela, bahkan air sungai juga sudah tercemar merkuri. Selain itu, beberapa perusahaan yang berada di bantaran sungai juga membuang limbah ke sungai tanpa melalui daur ulang terlebih dahulu.

Pemerintah Provinsi Jambi telah berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar tidak membuang sampah ke sungai. Selain itu juga telah menghancurkan ratusan WC yang terdapat di sungai. “Sebagai gantinya, kita membuat WC di rumah warga, dengan adanya upaya ini, setidaknya akan mengurangi tingkat pencemaran,” ujarnya.(mui/nas)

Sumber: http://www.jambi-independent.co.id/index.php/jambi/item/224-batanghari-tak-lagi-layak-minum

Bungo Putra Vs Persipas Berbagi Angka

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Raut wajah Ahmad Fauzan tampak suram. Ia berkali-kali tunjukkan ekspresi kecewa. Terlebih setelah peluit akhir dibunyikan wasit.
Ilustrasi. foto:infobungo.com
Menyaksikan laga Bungo Putra FC vs Persipas, Fauzan memang nampak gelisah. Ketua PSSI Bungo ini resah dengan hasil seri 0-0. Menurutnya, mestinya Bungo Putra FC harus mampu manfaatkan secara maksimal laga kandang.
"Ya jelas kecewa. Anak-anak tidak mampu manfaatkan partai kandang. Mestinya tidak seperti ini," ujar Fauzan kepada Tribun, Senin (27/10) sore.
Laga Regional Sumatera di Stadion Serunai, Muara Bungo, memang antiklimaks bagi Bungo Putra. Tim kebanggaan Bungo ini haru rela berbagi angka dengan lawannya asal Pangkal Pinang tersebut.
"Mudah-mudahan bisa diperbaiki di Pangkal Pinang, 31 Oktober nanti. Kita punya peluang, hasil seri asal bukan 0-0 maka kita yang lolos ke regional nasional," ujar Fauzan lagi.
Beda dengan Fauzan. Pelatih Persipas, Afanti Sahab, justru merasa puas. Ia mengatakan hasil imbang memang merupakan bidikannya saat melakoni laga tandang ke markas Bungo Putra.
Afanti tak menampik pihaknya cukup diuntungkan dengan skor 0-0 tersebut. Ia sangat optimis bisa menang saat berlaga di kandang sendiri nanti. Lalu bagaimana dengan jalannya pertandingan?
"Anak-anak main bagus. Memang agak sedikit panas, hingga keluar tujuh kartu kuning. Tapi itu bukan soal besar, yang penting target kami tercapai," ujarnya pula.
Pelatih Bungo Putra, Tri Kurniawan, juga mengaku cukup optimis. Jangankan hasil seri, kalah sekalipun, ia mengaku optimis masih punya peluang lolos.
Terpenting, ujar Tri, saat lawa tandang di markas Persipas nanti, Tomi Sarwanto cs bisa memperbaiki penampilan. Karena masih ada kelemahan mendasar yang ia katakan harus diperbaiki.
"Pemain kita sering bingung saat menguasai bola di area lawan. Tekanan pemain bertahan lawan bikin mereka gugup. Kita akan perbaiki," ujarnya.
Laga sendiri berlangsung cepat dan cukup keras. Wasit Hambali haru beri lima kartu kuning untuk permain Persipas. Sementara anak-anak Bungo Putra 'dijatah' dua kartu. (*)

Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2014/10/28/bungo-putra-vs-persipas-berbagi-angka

Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Heboh Ajaran Ustaz di Bungo Ini Dianggap Nyeleneh

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Masyarakat Dusun Lubuk Mayan, resah. Pasalnya seorang ustaz di Pondok Pesantren Nurul Haq, disebut menganut faham yang dianggap tak wajar oleh warga sekitar.
Tak ingin persoalan ini meluas, pertemuan pun digelar, Senin (27/10). Sekitar pukul 10.00, pertemuan tertutup digelar di Dusun Lubuk Mayan, Kecamatan Rantau Pandan.
Pertemuan ini dihadiri beberapa pihak terkait. Yakni Camat Rantau Pandan, pihak yayasan yang menaungi pesantren, Kasat Intel Polres Bungo, Kemenag, BPBD Kesbangpol, dan juga sang ustaz yang jadi objek perkara, ustaz R.
"Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa ada laporan dari hasil rapat musyawarah tingkat dusun. Intinya soal tingkah laku Ustaz R yang membuat resah masyarakat," ujar sumber Tribun.
Dalam laporan hasil musyawarah itu disebutkan ada beberapa poin kejanggalan faham Ustaz R. Di mana yang bersangkutan disebut menganut faham Majelis Tafsir Alquran atau MTA.
Sumber Tribun mengatakan di antara sikap kontroversialnya adalah tidak tarawih dan tidak puasa selama Ramadan. Lalu ia juga disebut pernah menonton via infokus bersama santri selama tiga hari.
Lalu sang ustaz juga mengatakan santri perempuan yang tengah haid boleh masuk mesjid. Selain itu, ajarannya disebut membolehkan santri bukan muhrim bersentuhan.
"Bukan Mei lalu yang bersangkutan sudah minta maaf kepada seluruh guru dan yayasan. Juga sudah bertobat," ujarnya lagi.
Asisten I Tobroni Yusuf mengatakan, sekitar pukul 12.00 dilakukan pertemuan terbuka. Dihadiri perangkat dusun dan tokoh masyarakat Lubuk Mayan. Santri juga hadir dalam pertemuan itu.
Disepakati bahwa semua pihak harus menjaga situasi kondusif. Soal aqidah, akan dilakukan pendalaman oleh Badan Fatwa MUI. Sementara soal Ustaz R akan diserahkan kepada pihak yayasan ponpes.
"Ustaz memohon maaf kepada masyarakat. Soal bagaimana sanksi kita serahkan ke yayasan ponpes. Untuk fahamnya, sedang dikaji oleh MUI," ujar Tobroni lagi. (*)

Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2014/10/28/heboh-ajaran-ustaz-dianggap-nyeleneh

Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Ini Susunan Lengkap 'Kabinet Kerja' Jokowi-JK

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan susunan kabinetnya di halaman Istana Negara, Minggu (26/10/2014) pukul 17.30 WIB. Kabinet ini diberi nama Kabinet Kerja. Pengumuman ini dilakukan pada hari keenam setelah Jokowi-JK dilantik.
Dalam mengumumkan kabinet, Jokowi didampingi Wapres JK, Ibu Negara Iriana dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla. Jokowi juga memanggil dan memperkenalkan 34 menterinya satu per satu. 

Berikut susunan kabinet selengkapnya: 

Presiden RI : Joko Widodo
Wakil Presiden RI : M Jusuf Kalla 

1. Menteri Sekretaris Negara : Praktino
2. Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago

3. Menko Bidang Kemaritiman : Indroyono Soesilo
4. Menteri Perhubungan : Ignasius Jonan
5. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti 
6. Menteri Pariwisata : Arief Yahya
7. Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral: Sudirman Said

8. Menko Bidang Polhukam : Tedjo Edy Purdijatno 
9. Menteri Dalam Negeri : Tjahjo Kumolo
10. Menteri Luar Negeri : Retno Lestari Priansari Marsudi
11. Menteri Pertahanan : Ryamizard Ryacudu
12. Menteri Hukum dan HAM : Yasonna H Laoly
13. Menteri Komunikasi dan Informatika: Rudiantara
14. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi

15. Menko Bidang Perekonomian: Sofjan Djalil
16. Menteri Keuangan : Bambang Brodjonegoro
17. Menteri BUMN : Rini M Soemarno
18. Menteri Koperasi dan UMKM: Anak Agung Gde Ngurah Puspayoga 
19. Menteri Perindustrian : M Saleh Husin 
20. Menteri Perdagangan : Rachmat Gobel 
21. Menteri Pertanian : Amran Sulaiman
22. Menteri Ketenagakerjaan : Hanif Dhakiri 
23. Menteri PU dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadi Muljono 
24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya 
25. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN: Ferry Mursyidan Baldan 

26. Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani 
27. Menteri Agama : Lukman Hakim Saifuddin
28. Menteri Kesehatan : Nila F Moeloek
29. Menteri Sosial : Khofifah Indar Parawansa
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yohana Yambise
31. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan
32. Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi : M Nasir
33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi
34. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Ja'far 

Sumber: http://m.detik.com/news/read/2014/10/26/174034/2729927/10/ini-susunan-lengkap-kabinet-kerja-jokowi-jk

Galian C di Senamat Langgar Aturan

MUARA BUNGO - Aktivitas penambang galian C di wilayah Bungo tampaknya banyak menyalahi aturan. Bahkan saat ini banyak penambangan galian C yakni penambangan pasir dan batu (sirtu) menggunakan alat berat. Hal itu jelas menyalahi aturan dan merusak lingkungan sungai dan sangat meresahkan masyarakat. Padahal izin melakukan penambangan galian C menggunakan alat berat tidak dibolehkan.
Ilustrasi. Foto harian-komentar.com
Bahkan diduga pula ada yang melakukan aktivitas penambangan galian C tersebut melakukan aktivitas penambangan di area yang tidak berada dalam titik kordinat sesuai izin yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bungo.
Salah satu aktivitas penambangan galian C yang menggunakan alat berat (eksavator), yang disorot masyarakat adalah aktivitas penambangan galian C yang diduga dilakukan oleh Rana di Dusun Senamat Kecamatan Pelapat. Sorotan itu disampaikan tokoh pemuda Dusun Senamat, Tomi. Menurut pria yang juga aktivis tersebut, aktivitas penambangan galian C yang diduga dilakukan Rana tersebut jelas menyalahi aturan dan tak bisa dibiarkan.
”Penambangan dilakukan dengan alat berat. Ini sudah melanggar aturan,” ujar Tomi dengan nada tegas kepada Bungo Pos.
Dikatakan Tomi pihaknya juga mempertanyakan izin penambangan galian C tersebut. Karena sudah beberapa kali pihaknya ingin melihat izin penambangan galian C, malah pemilik selalu mengelak.
”Yang jelas dia tidak ada izin melakukan penambangan menggunakan alat berat. Selain itu, kita juga mempertanyakan izin galian C. Sebab saat kita ingin melihat izinnya dia selalu mengelak. Tapi yang jelas kita tahu dia menambangan menyalahi aturan,” tegas Tomi lagi didampingi sejumlah tokoh pemuda Dusun Senamat.
Dia mendesak Pemerintah Kabupaten Bungo dan pihak berwenang menghentikan aktivitas penambangan tersebut, karena sudah menyalahi aturan dan membuat lingkungan tercemar, akibatnya sungai keruh dan rusak.
”Kita minta pemerintah dan pihak terkait jangan hanya diam. Tolong tegakkan aturan jangan pilih kasih dan tebang pilih. Kalau tidak ada tindakan kita akan laporkan kepada DPRD dan pihak kepolisian karena ini menyalahi aturan. Kita minta ini segera dihentikan daripada masyarakat nantinya yang menertibkan. Karena dasar masyarakat kuat sebab aktivitas tambang itu menyalahi aturan,” tegasnya sembari memperlihatkan poto alat berat yang melakukan aktivitas penambangan galian C tersebut.
Sementara itu Rio Dusun Senamat Kaharudin juga minta agar pemerintah bertindak tegas terhadap aktivitas galian C menggunakan alat berat tersebut. ”Yang jelas tidak dibenarkan melakukan penambangan galian C menggunakan alat berat. Kita minta pemerintah segera menghentikan aktivitas penambangan galian C yang berada di wilayah kitaitu,” tegasnya.
Ditempat terpisah, Rana saat dikonfirmasikan mengkalaim punya izin dalam melakukan penambangan galian C di wilayah Dusun Senamat tersebut. ”Izin ada, tapi memang saya akui salah kami menambangan menggunakan alat berat. Tapi tolong juga ditertibkan di tempat lain juga banyak yang menggunakan alat berat. Jangan saya saja yang ditertibkan,” ujarnya saat dikonfirmasi Bungo Pos., induk dinamikawarta.com (rmd)
Sumber:  http://dinamikawarta.com/berita-1365-galian-c-di-senamat-langgar-aturan.html
Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Aniaya Istri Oknum Pegawai Samsat Bungo Di Laporkan ke Polisi

JAMBIDAILY PERISTIWA-Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kembali terjadi di Kabupaten Bungo. Kali ini di alami korban bernama Lisa Saputri (33), Ibu rumah tangga tiga orang anak, warga Desa Talang Pantai, Kecamatan Bungo Dani, Kabupaten Bungo Jambi, Selasa(14/10)ke Polres Bungo.

Ilustrasi. Foto:google.com
Kedatangan Ibu tiga orang anak tersebut ke Polres Bungo, melaporkan perbuatan Fadli N (37) tidak lain merupakan suaminya sendiri, telah melakukan penganiayaan terhadap korban.

Kepada LB, korban mengatakan kalau korban mendapat KDRT dengan cara di cekik oleh pelaku, lantaran korban menolak saat pelaku ingin memintak berhubungan intim secara tidak wajar, dengan cara ingin menyodomi korban. Lantaran korban menolak, pelaku marah lalu mencekik leher korban, hingga korban merasa kesakitan.

Merasa tidak senang dengan perbuatan pelaku yang merupakan oknum pegawai samsat Kabupaten Bungo, korban melaporkan pelaku ke Polres Bungo. Korban memintak kepada penegak hukum untuk memproses pelaku. Saat ini laporan korban dalam penyidikan pihak Polres Bungo. (Jambidaily.com/MLB)

Sumber: http://jambidaily.com/v3/peristiwa/9004-aniaya-istri-oknum-pegawai-samsat-bungo-di-laporkan-ke-polisi

Bupati Sudirman Zaini: Bukan Hendak Hambat Pemekaran

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Polemik pemekaran Bungo terus bergulir. Terlebih setelah tarik ulur dua pihak yang saling bertentangan mengemuka ke hadapan publik.
Pihak Zulfikar Achmad (ZA) bersikukuh jalannya pemekaran mesti dilanjutkan. Dalam berbagai kesempatan, Bupati Bungo dua periode ini berkali-kali menegaskan bahwa Kotamadya Muara Bungo harus terbentuk.
Namun beda pula sikap Bupati Sudirman Zaini (SZ). Secara resmi Pemkab Bungo sudah menyurati DPR RI, minta agar pembahasan pemekaran Kabupaten Bungo tidak dilanjutkan.
Baru-baru ini SZ kembali menegaskan sikapnya. Ia mengatakan rezimnya sama sekali tak bermaksud menghambat pemekaran kabupaten bermotto 'Langkah Serentak Limbai Seayun' ini.
Hanya saja menurutnya Kabupaten Bungo tak boleh kehilangan fokus. Saat ini pembangunan sedang giat-giatnya. Merata di seluruh wilayah kabupaten.
"Bukan menghambat proses pemekaran. Namun saat ini kita fokus proses pembangunan dan pengembangan daerah. Hingga ke tingkat kecamatan dan ke dusun," ujar SZ.
Ia mengatakan, Tujuan dari pemekaran adalah peningkatan pelayanan masyarakat. Muaranya adalah meningkatkan kesejahteraan masyararakat. Namun ia tak ingin itu terjadi saat proses pembangunan di Kabupaten Bungo masih banyak yang harus ditingkatkan.
"Tujuan pemekaran nerupakan meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Namun saat ini masih banyak yang harus dikembangkan," ujarnya lagi.
Mantan wakil ZA ini mengakui bahwa pada dasarnya pemekaran itu bagus. Pemekaran ini tetap diinginkan oleh semua pihak, termasuk pemerintah Bungo. Hanya saja yang jadi hambatan adalah beberapa kreteria, sehingga Kabupaten Bungo dianggap belum layak dimekarkan.
"Pemekaran bagus sebenarnya, diinginkan semua pihak. namun kabupaten Bungo belum memenuhi kreteria untuk itu," tutupnya. (lis)

Penulis: muhlisin
Editor: nani
Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2014/10/21/bupati-sudirman-zaini-bukan-hendak-hambat-pemekaran

Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Lima Hari, 2.584 Orang Ikut Tes CPNS

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisim
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Hingga kini, belum sampai separuh dari 6.068 yang susah ikut tes. Keseluruhannya yang sudah, merujuk data panitia, adalah sebanyak 2.584 orang peserta.
foto:tribunjambi.com
Sumber Tribun di panitia mengatakan belakangan komplain sudah sedikit lebih jarang terjadi. Biasanya mereka sering bersitegang dengan calon peserta yang ditolak karena persoalan syarat.
"Sekarang sudah lebih amanlah. Mungkin yang syarat tak sesuai sudah ngukur dulu. Jadi dak datang sekalian," ujarnya.
Rina, seorang peserta tes mengaku cukup percaya diri menjawab soal-soal. Hanya saja ia tak mau bicara soal nilai hasil tes yang berhasil ia capai.
"Pokoknyo mudah-mudahan lah. Masalahnya kita kan tidak tahu nilai yang didapat orang lain. Apalagi kita tes belum tentu bersamaan dengan orang lainya yang formasinya sama dengan kita," ujar Rina.
Pelaksanaan tes CPNS Bungo sudah berjalan lima hari. Sejauh ini, sepemantauan Tribun, belum terlihat ada kendala berarti
Merujuk data panitia lokal, setiap sesi dipastikan ada calon peserta tak ikut ujian. Walau angka absennya tak pernah sama atau fluktuatif.
Senin (20/10) misalnya. Tercatat sebanyak 28 orang tidak ikut pelaksanaan  tes CAT. Begitu juga Selasa (21/10), ada 33 orang calon peserta yang tak mengikuti tes si ruang pola kantor Bupati Bungo ini.

"Ya setiap hari pasti ada yang dak ikut. Hingga sesi terakhir (Selasa), tercatat 317 orang yang tak ikut pelaksanaan tes CAT," ujar Kabid Mutasi BKD Bungo, H Ansori, selasa sore.
Ia mengatakan alasan tidak ikut pelaksanaan tes CPNS pun masih sama dengan sejak hari pertama, lima hari lalu. Sebagian memang tak hadir sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Sebagian hadir namun ditolak karena tak sesuai yang disyaratkan.
"Misalnya tak cocok tanda tangan di nomor tes dan di KTP. Atau malah tak bawa KTP. Sesuai mekanisme, ya tidak bisa ikut tes," ujarnya lagi
Penulis: muhlisin
Editor: nani
Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2014/10/21/lima-hari-2584-orang-ikut-tes-cpns

Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Hari Kedua, 43 Orang tak Ikut Tes CPNS Bungo

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Seperti hari pertama, cukup banyak yang tak ikut ujian tes CPNS Bungo, Jumat (17/10). Ada 53 orang yang tidak ikut, masing-masing 5, 7, 10, dan 21 orang pada sesi pertama sampai keempat.

Sebagian tak ujian karena tak hadir. Sebagian lainnya karena ditolak karena terlambat atau tak sesuai aturan.

"Kalau penyebabnya macam-macam. Sebagian tidak datang. Sebagian lagi datang tapi terlambat. Atau datang tapi karena alasan tertentu tidak bisa diikutkan tes," ujar H Ansori, Kabid Mutasi BKD Bungo, Jumat (17/10).

Beberapa orang calon peserta tes CPNS memang terpaksa ditolak. Pasalnya tandatangan di nomor tes berbeda dengan tandatangan di KTP.

Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2014/10/17/hari-kedua-43-orang-tak-ikut-tes-cpns-bungo

Kabut Asap Semakin Tebal menyelimuti Kab.Bungo

LINTAS BARAT, Peristiwa - Kebakaran lahan mulai mengganggu masyarakat Kabupaten Bungo Jambi. Kini mereka harus mulai menggunakan masker saat beraktivitas pagi hari."Asapnya hari ini mulai pekat, makanya saya pakaikan masker untuk anak saya. Jangan dibilang ini embun. Ini jelas asap, karena bau bekas rumput terbakar itu sangat tercium," keluh warga kepada LB
Kabut asap cukup pekat terlihat sekitar pukul 06.00 WIB, ketika masyarakat Kab. Bungo mulai beraktivitas. Banyak warga yang mengenakan masker untuk mencegah masuknya asap.Tak cuma masker. Apapun bisa dijadikan alat untuk melindungi diri mereka dari asap. Seperti yang dilakukan sejumlah pelajar yang tengah melintas di kawasan pasar atas.
Mereka terlihat menutup hidung mereka menggunakan sebagian kerudung.Asap yang mulai tebal itu, juga membuat jarak pandang di beberapa ruas jalan protocol menjadi terbatas. Warga yang berlalu lintas di Jalan Lintas Sumatera mengunakan kendaraan, baik roda dua
maupun roda empat tersebut, harus mengurangi kecepatan dan menghidupkan lampu untuk menghindari tabrakan.
Kabupaten Bungo semakin hari kabut asap semakin menEbal. Ditambah lagi dengan terjadinya kebakaran lahan di kecamatan Tananh Tumbuh, menambah tebal kabut asap di pagi hari ini, Senin(13/10)Asap yang mulai tampak pekat, diperkirakan sebagai dampak kebakaran lahan, dari informasi yang didapat, diduga kebakaran lahan di Kecamatan Tanah Tumbuh.
Kabut asap cukup tebal juga menyibukan petugas Kepolisian lalu-lintas Polres Bungo. Terlihat petugas satlantas Bungo, memberikan kode kepada para pengemudi maupun pengendara untuk berhati-hati dan memperlambat kecepatan kendaraan mereka. Guna menghindari terjadinya kecelakaan.
STY/LB 
Sumber: http://lintasbarat.com/artikel/detail/kabut-asap-semakin-tebal-menyelimuti-kab-bungo.html
Ad BelajarInggris.net Tempat Kursus Bahasa Inggris Online cepat dan Mudah tanpa grammar Full Conversation / Percakapan Bersertifikat

Kesbangpol Bungo Kumpulkan Ormas OKP dan LSM

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - BPBD dan Kesbangpol Bungo jemput bola. SKPD ini melakukan pertemuan fasilitasi dan pembinaan terhadap Ormas, organisasi kepemudaan (OKP), dan LSM.

Pelaksanaan fasilitasi dan pembinaan dilakukan Senin (13/10) pagi hingga siang. Bupati Sudirman Zaini dan Dandim hadir membuka acara di Hotel Swarnabhumi ini.

Diantara pembicara adalah Asisten I,Tobroni Yusuf. Ia mengangkat topik yang cukup menarik. Yakni relasi antara pemerintah dan Ormas, OKP, serta LSM.

Dalam keseharian, ujar Tobroni, hubungan seolah hanya antara pengkritik dan yang dikritik. Namun esensinya, hubungan antara pemerintah dan ketiga elemen ini jauh lebih mendasar daripada itu.

"Pemerintah tidak anti kritik. Bahkan kritikan yang saudara-saudara sampaikan pun adalah bentuk partisipasi terhadap pembangunan daerah," ujar Tobroni.

Masukan dari pihak ketiga seperti ormas, OKP, dan LSM, ujar Tobroni, diakui diperlukan. Namun tidak melulu dalam bentuk unjuk rasa atau demonstrasi. Karena sejatinya pemerintah membuka ruang komunikasi yang lebar. Baik formal maupun komunikasi non formal.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPBD dan Kesbangpol, Tommy Usman, mengatakan relasi yang terjalin memang semestinya lebih sehat. Bukan hanya sekedar pemerintah dan sekelompok masyarakat yang terputus dalam komunikasi formal.

Keberadaan ormas, OKP, dan LSM, ujar Tommy, dijamin oleh UU. Karena itu, ormas, OKP, dan LSM pun harus taat dan tunduk asas terhadap UU yang menjaminnya.

"Karena itulah kita lakukan pembinaan. Penting bagi semua elemen bersinergi agar tercapai Bungo MAS 2016," ujar Tommy pula.

Pantauan Tribun di tempat acara, pihak kepolisian dan TNI juga hadir sebagai pembicara. TNI bicara soal persatuan, kesatuan, dan pertahanan negara. Sementara kepolisian mengangkap tema bagaimana tata cara menyampaikan pendapat dimuka umum sesuai aturan UU. (lis)

Penulis: muhlisin

Editor: deddy
Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2014/10/13/kesbangpol-bungo-kumpulkan-ormas-okp-dan-lsm

Bupati Klaim Bungo yang Pertama Canangkan Car Free Day

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Bupati Bungo, Sudirman Zaini, mencanangkan car free day untuk Jalan Sultan Thaha setiap hari minggu.

Peresmian car free day dilakukan Minggu (12/10) pagi. Bupati, Wabup H Mashuri, Sekda Ridwan Is, dan seluruh SKPD, hadir pada pencanangan di depan rumah dinas bupati.

"Kita kabupaten yang pertama di Jambi yang membuat car free day. Saya berharap kedepan car free day di Jalan Sultan Thaha ini dapat membawa banyak manfaat," ujar Bupati Sudirman.

Dalam sambutannya dikatakan, sejatinya program car free day sudah lama direncanakan. Tujuannya adalah memberi ruang selebar mungkin untuk pejalan kaki, pesepeda, dan masyarakat yang ingin berolahraga dengan nyaman pada setiap hari Minggu pagi.

"Dengan program car free day, berarti ruas Jalan Sultan Thaha haru bebas dari kendaraan bermotor setiap hari minggu. Mulai pukuk 06.00 sampai pukuk 10.00," ujar Sudirman lagi.

Dikonfirmasi terpisah, Ridwan Is mengatakan berharap kedepan car free day bisa memberi banyak dampak positif. Bahkan ia berharap nantinya ada orang yang mau berjualan penganan kecil dan tradisional setiap hari Minggu pagi di ruas jalan ini.

"Itu harapan kita. Jadi mulai Simpang Drum, depan rumah dinas bupati, depan kantor Polres, sampai ke ujung sana, bisa lebih hidup. Orang bisa berolahraga dengan nyaman dan tenang," ujar Ridwan pula.

Pencanangan ini disambut cukup hangat warga. Badri (54), warga Cadika yang ditemui saat jogging dengan istrinya, mengatakan car free day sebagai terobosan bagus. Karena biasanya, tak jarang ada kebdaraan yang melaju dengan kecepataan tinggi saat ia berolahraga pada hari Minggu pagi.

"Kami setiap hari Minggu pagi olahraga di sini (Jalan Sultan Thaha). Senang sekali. Kadang kita jalan, anak muda ngebut. Kalau car free day lebig nyaman kan," ujar Badri. (lis)

Penulis: muhlisin

Editor: deddy
Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2014/10/13/bupati-klaim-bungo-yang-pertama-canangkan-car-free-day?

 
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2013. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>