Headlines News :

Info Populer

Kurikulum 2013

DPRD Provinsi Jambi Juga Membahas Usulan Pemekaran Kerinci dan Bungo, Ini Hasilnya

JAMBIUPDATE.COM, JAMBI - Provinsi Jambi akan membentuk tiga Daerah Otonomi Baru (DOB) dari pemekaran tiga Kabupaten. Yakni Merangin, Bungo dan Kerinci.

Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi Jambi, Nasri Umar, selain membahas usulan pemekaran Kabupaten Merangin dan Pembentukan Kabupaten Tabir Raya, pihaknya juga membahas usulan Pemekaran Bungo dan Kerinci.

“Kabupaten Bungo sudah diparipurnakan namun belum terbentuk,” ujar Nasri Umar, Jumat (31/1) usai sidang paripurna.

Sementara untuk Pemekaran Kabupaten Kerinci, masih dalam proses. Namun dirinya belum mengetahui nama Kabupaten baru yang bakal dipecah dari Kabupaten Kerinci.

“Kabupaten Kerinci juga mau dimekarkan. Usulan dari Pemkab Kerinci dan DPRD Kerinci sudah masuk ke Komisi 1. Dan tanggal 5 Agustus nanti Komisi 1 akan konsultasi dengan Direktur Jendral (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar, mengatakan pemekaran Kabupaten merupakan hal yang wajar mengingat wilayah Kabupaten yang luas.

“Kondisi wilayah kita ini luar biasa luasnya, pemekaran juga diharapkan untuk kemudahan pelayanan publik. Jadi wajar-wajar saja,” kata Fachrori.(uci)

Sumber : http://jambiupdate.com/artikel-dprd-provinsi-jambi-juga-membahas-usulan-pemekaran-kerinci-dan-bungo-ini-hasilnya.html

Geger… Warga Bungo Temukan Jasad Bayi yang Sudah Dipenuhi Belatung di Dalam Kardus

JAMBIUPDATE.COM, MUARABUNGO – Jumat (31/7), warga Sungai Buluh,Kabupaten Bungo, digegerkan dengan penemuan jasad bayi. Bayi malang itu ditemukan oleh warga dengan kondisi sudah membusuk dan dipenuhi belatung.

Hal ini disampaikan langsung oleh Suwardi Rio (Kades,red) Sungai Buluh saat dikonfirmasi jambiupdate.com. Bayi itu ditemukan di pinggir jalan di seputaran Sungai Buluh, Jumat sore.

“Bayi itu dimasukkan ke dalam kardus. Setelah ditemukan langsung dilaporkan ke Polsek setempat untuk ditindak lanjuti dan dibawa ke Rumah Sakit,” ujar Suwardi, kepadajambiupdate.com.

Terpisah, dr Jeri, pihak RSUD H Hanafi saat dikonfirmasi membenarkan ada nya penemuan mayat bayi oleh masyarakat Sungai Buluh. Disebutkannya, bayi tersebut saat ini sudah berada di Kamar mayat RSUD H.Hanafie.

“Iya benar, tadi mayat bayi tersebut diantar oleh pihak kepolisian dan warga,” ucapnya.(hnd)

Sumber : http://jambiupdate.com/artikel-geger%E2%80%A6-warga-bungo-temukan-jasad-bayi-yang-sudah-dipenuhi-belatung-di-dalam-kardus.html

Foto : jambiupdate.com

Tegaskan Akan Berlaku Adil. KPU Buka Hotline Pengaduan

MUARA BUNGO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bungo menegaskan akan menjaga integritas dan independensinya dalam pelaksanaan pemilukada serentak di 9 desember mendatang baik Pilgub Jambi maupun Pilbup Bungo.

Sebagai penyelenggara pemiluk, KPU Bungo menginginkan pelaksanaan baik Pilgub Jambi maupun Pilbup Bungo menjadi momentum politik terpercaya dengan menciptakan kepercayaan ditengah masyarakat.

“Kami ingin dipercaya karena kepercayaan adalah modal dalam pelaksanaan pemilukada. Oleh karena itu, kami berharap ada masukan dari luar jika ada tindakan atau kecenderungan-kecenderungan yang tidak memperlihatkan integritas sebagai penyelenggara pemilu,” ujar ketua KPU Bungo Dailami, jumat (31/7).

Lanjut Dailami, sebagai lembaga yang ditunjuk sebagai penyelenggara pemilu yang independen, KPU menegaskan akan berlaku adil kepada semua kandidat, dengan professional, proporsional dan tidak diskriminatif.

“Kami ingin memperlakukan semua calon setara. Kami berusaha akan memberikan pelayanan yang maksimal. 24 jam kami bukakan pintu untuk masyarakat untuk memberikan masukan. Kami juga akan membuka hotline layanan pemilukada,” ujarnya lagi.

Dailami meyakini, dengan keterbukaan dan pelayanan secara optimal, akan mendorong telaksananya pesta demokrasi secara maksimal yang akan membantu meningkatkan partisipasi pemilih di kabupaten Bungo.

“Kami hanya ingin mendorong semua penyelenggara pemilu bekerja maksimal. Mulai dari KPU, PPK, PPS, hingga petugas di TPS akan membantu meningkatkan angka partisipasi. Kalau tidak bisa 100 persen,setidaknya mendekati angka itu,” tukasnya.

(cr5)

Sumber : http://buteekspres.com/berita/detail/1580/kpu-buka-hotline-pengaduan/#.Vb2m4WYxdoM

Orang Tuanya Maju di Pilgub, Ketua DPRD Bungo Diwarning Demokrat

JAMBIUPDATE.COM, JAMBI – Ketua DPRD Bungo dari Demokrat,  Ria Mayang Sari diwarning agar tetap memperjuangkan pasangan yang diusung Demokrat, Hasan Basri Agus (HBA)-Edi Purwanto (EP) di Pilgub mendatang.

Walaupun orangtuanya Fachrori Umar (FU) juga ikut maju menjadi pendamping Zumi Zola (ZZ).
“Untuk Pilgub dia (Mayang, red) jelas harus ikut instruksi partai, gak mungkin dia ikut ke sana (dukung ZZ-FU, red), karena rambu-rambunya kan jelas,” tegas Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bungo, Sudirman Zaini (SZ).

Menurutnya, dalam AD/ART partai semua sudah dijelaskan terkait aturan mainnya, jika ada kader membelot. Namun ia yakin, Mayang akan menunjukkan sikap dan kedewasaannya dalam berpolitik. Bahkan menurutnya, yang bersangkutan bisa memahami dan bersikap profesional dalam permasalahan ini.

“Saya kira dia tidak seperti itu, ia mengerti rambu-rambu. Dia sudah paham itu, kalau tidak ikut instruksi partai sanksinya jelas, bahkan bisa saja di PAW,” tuturnya. Sikap itu diperjelas ketika Mayang juga ikut terlibat saat ia dan pasangannya mendaftar di KPU. “Saya kira tidak masalah. Kemarin kita mendaftar ke KPU, sebagai anggota dewan dari Demokrat ia ikut juga mendampingi. Kita juga akan tarik dia untuk ikut kampanye,” tuturnya. (hnd/aiz)

Sumber : http://jambiupdate.com/artikel-orang-tuanya-maju-di-pilgub--ketua-dprd-bungo-diwarning-demokrat.html

UMB Dukung Program Swasembada Daging. Siap MoU dengan Kementan

MUARA BUNGO– Adanya program swasambada yang dilakukan pemerintah, baik dibidang pertanian dan peternakan dimana saat ini selain swasambada beras yang menjadi target pemerintah, namun juga swasabada Daging.

 Untuk menjalankan program itu Kementerian tidak bisa berjalan sendiri, namun  merangkul semua bidang yang begerak sesuai dengan target tujuan. Tidak terkecuali Universitas Muara Bungo (UMB) yang mendapatkan tawaran untuk berperan serta dalam membantu pemerintah khususnya swasambada daging.

 Tawaran kerjasama dari Kementerian Pertanian Peternakan dan Perikanan Republik Indonesia, terhadap UMB untuk mewujudkan swasembada daging, disambut baik oleh pihak UMB.

 Ditemui diruang kerjanya Rabu (29/7) kemarin, Rektor UMB Khairun A Roni, MM, membenarkan hal adanya program yang menyertakan UMB tersebut. Adik Ansori A. Roni ini mengatakan jika UMB siap untuk mengadakan kerjasama dengan kementrian dalam mewujudkan swasembada daging tersebut.

 “Ini jelas kabar baik, program swasambada daging bisa melibatkan Universitas, tentu akan memberikan peningkatan pula dalam pelaksanaan penelitian dan sebagainya di UMB pada umumnya,”tutur Khairun A. Roni.

 Kharun mengatakan hal tersebut juga merupakan salah satu bentuk dari pengamalan terhadap tri darma perguruan tinggi. Selain itu Rektor juga menambahkan, UMB yang memiliki Program Studi (Prodi) peternakan saat ini memiliki dosen yang memenuhi kreteria yang diharapkan, dan tiga orang diantaranya telah memiliki kualifikasi pendidikan strata III atau Doktor.

 “Kami siap untuk bekerjasama memenuhi permintaan dari Dirjen Peternakan, untuk mewujudkan swasembada daging tersebut. Kebetulan tenaga dosen dari Prodi Peternakan UMB telah memenuhi kreteria dan telah banyak melakukan penelitian dibidangnya,” tutur Rektor.

 Kemudian dirinya juga menuturkan, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Dirjen Peternakan, pihaknya siap untuk mewujudkan kerjasama antara akademisi dengan para peternak yang ada di Kabupaten Bungo.

 “Sesuai dengan yang disampaikan oleh Dirjen, di perguruan tinggi memang banyak yang menguasai secara teori, akan tetapi untuk prakteknya peternak yang lebih menguasai. Oleh karen itu, sesuai dengan yang diinginkan oleh Dirjen kita siap untuk menindak lanjuti kerjasama SPR (Sekolah Peternakan Rakyat) tersebut,” paparnya.

 Dalam waktu dekat ini, lanjut Rektor, UMB akan diundang oleh Dirjen Peternakan untuk menindaklanjuti kerjasama tersebut. Pihaknya berharap, nantinya kerjasama tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum dan bagi mahasiswa UMB khusunya Prodi Peternakan.

 “Kita berharap nantinya kerjasama ini selain memaksimalkan potensi yang ada di Kabupaten Bungo, serta mewujudkan swasembada daging, kerjasama tersebut juga dapat menjadi lahan praktek bagi mahasiswa UMB,” harapnya. 

(alm)

Sumber : http://buteekspres.com/berita/detail/1564/umb-dukung-program-swasembada-daging/

Gedung Universitas Muaro Bungo Ternyata Masih Berstatus Pinjaman

JAMBIUPDATE.COM, MUARABUNGO - Gedung B Universitas Muara Bungo yang ditempati sebagai kantor Rektorat, Fakultas Ilmu Sosial Politik dan Fakultas Ekonomi ternyata masih status pinjaman dari Pemerintah Kabupaten Bungo.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daera (BPKAD), H Izudin, mengatakan gedung tersebut dahulunya adalah gedung pemuda. Namun, dipinjamkan saat kepemimpinan Zulfikar Ahmad.

"Pada tahun 2008 lalu Bupatinya bapak Zulfikar Ahmad, gedung tersebut dipinjamkan kepada UMB yang kala itu baru berdiri." Kata Izudin.

Jika suatu saat nanti, kata Dia, gedung tersebut dibutuhkan oleh Pemkab Bungo, maka tidak menutup kemungkinan bangunan tersebut akan ditarik. Namun bisa saja dihibahkan demi kepentingan pendidikan.

Dijelaskannya, selain UMB juga ada perguruan tinggi yang dibantu oleh Pemkab Bungo, baik itu berupa tanah maupun berupa uang, dengan tujuan memajukan pendidikan di bumi langkah serentak limbai seayun.

"Selain UMB juga ada perguruan tinggi yang dibantu oleh Pemkab Bungo, baik itu berupa tanah maupun berupa uang, dengan tujuan memajukan pendidikan di bumi langkah serentak limbai seayun," tutupnya.

Sumber : http://jambiupdate.com/artikel-sstt%E2%80%A6-gedung-universitas-muaro-bungo-ternyata-masih-berstatus-pinjaman.html

Aksi Pelemparan Batu Rawan di Jujuhan

MUARA BUNGO - Supir bus antar provinsi mengeluhkan sering terjadinya pelemparan batu ke kaca mobil di jalan Lintas Sumatra arah Padang, tepatnya di Kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo.

Bahkan pada malam takbiran idul fitri pada kamis (17/7) lalu, jumlah kaca mobil pecah akibat aksi pelemparan itu mencapai 5 unit. Kondisi inipun dikeluhkan oleh para supir.

Hengky, sopir bus Sitiung Trans saat ditemui mengatakan, di wilayah Jujuhan tersebut memang sering terjadi lemparan batu ke kaca mobil. Namun motif dari lemparan tersebut tidak diketahui, karena hampir seluruh PO bus antar Provinsi pernah kacanya pecah akibat lempararan batu.

"Dak tau apo masalahnyo bang. Waktu malam tabir kemaren kaco awak pecah keno lempar ban. Pas awak cerito di terminal dengan kawan-kawan taunyo ado 5 mobil bus pecah kaco keno lempar di Jujuhan malam tu,” tuturnya dengan nada kesal.

Dikatakannya, bahkan ada mobil yang hampir terbalik akibat sang supir terkejut saat mobil melaju kencang seketika kaca mobil pecah dan berserakan akibat lemparan batu. Pada saat melakukan pelempara, para pelaku katanya bersembunyi di semak-semak pinggir jalan.

Dikonfirmasi terpisah Kapolsek Jujuhan AKP Reza Andi Nova membenarkan adanya laporan dari supir terkait pelemparan batu pada beberapa waktu lalu. Setelah mendapatkan laporan, Polsek Jujuhan langsung melakukan patroli rutin setiap malam, baik menggunakan mobil patroli maupun mobil pribadi.

“Memang benar adanya laporan dari sopir tentang pelemparan kaca mobil beberapa waktu lalu. Kita sudah melakukan patrol rutin untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi hal serupa,” tandas Kapolsek.

(ira)

Sumber : http://buteekspres.com/berita/detail/1539/aksi-pelemparan-batu-rawan-di-jujuhan/#.Vbld1mYxdoM

Kasus Perampokan : Uang Rp 50 Juta Berserakan di Jalan Raya Jujuhan Bungo

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Kawasan Jujuhan belakangan semakin tak aman. Kasus Fitrin dan Saor bukan kejadian pertama dalam rentang waktu dekat ini.

Per-9 Juli lalu, juga terjadi kasus dengan modus serupa. Korbannya bernama Anton (33), warga Rantau Panjang, dan Sofyan Hadi (35), warga Sirih Sekapur.

Keduanya juga dirampok di Jalan Lintas Sumatera. Uang tunai Rp 500 juta, untuk membayar getah karet yang juga baru saja dicairkan di Bank Mandiri Sungai Rumbai, disikat oleh para pelaku.

Kabar dihimpun Tribun, saat itu Anton dan Sofyan mengendarai mobil Mitsubishi Pajero Sport. Saat itu mereka sudah menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer dari bank.

Merasa ada yang janggal dengan cara berjalan mobil bernomor polisi BH1256 K itu, mereka menepi di Jalan Lintas Sumatera Kilometer 57 Tukum Dua Sirih Sekapur. Ternyata ban kiri mobil mewah itu sudah kempes.

Yang mengejutkan, Anton dan Sofyan mendapati sebuah kawat berlubang tertancap di ban mobil. Saat itulah sebuah sepeda motor Yamaha Jupiter MX yang dikendarai dua pria berhenti di dekat pintu depan mobil.

Salah seorang pelaku dengan cepat merampas kantong plastik berisi uang Rp 500 juta di dalam mobil. Diduga karena disentak, kantong uang sobek dan sebagian uang berserakan di jalan.

Saat itu seorang warga Tukum Dua Sirih Sekapur bernama Riki, melintas di TKP. Ia terkejut melihat uang tunai swlekitar Rp 50 jutaan berserakan di jalan. Riki lalu langsung berteriak memberitahu kedua korban bahwa uang mereka dirampas.

Namun pelaku sudah terlanjur kabur jauh ke arah Muara Bungo. "Adik saya memang baru dari bank. Sepertinya sudah diikuti dari sana. Rencana mereka mau bayar karet di PT Starrubber. Yah, nasib lagi sial. Sisa sekitar Rp 50 juta lah," ujar Jufri, kakak korban.

Kapolsek Jujuhan AKP Reeza Andi Nova beberapa waktu lalu membenarkan adanya laporan kejadian ini. Ia mengatakan, dalam laporannya para korban mengatakan kejadian sekira pukul 14.00.

Reeza mengatakan hal seperti ini sangat rentan terjadi. Karena itu ia menyarankan agar meminta pengawalan aparat jika membawa uang dalam jumlah cukup banyak.

"Ia, ada laporannya. Ini sedang kita selidiki. Saran kami, mintalah bantuan petugas jika bawa uang. Itu penting agar lebih aman," ujarnya.

Sumber : http://jambi.tribunnews.com/2015/07/29/uang-rp-50-juta-berserakan-di-jalan-raya-jujuhan-bungo

Ini Dia 8 Tahapan Pilkada Bungo

JAMBIUPDATE.COM, MUARABUNGO - Ada depalan tahapan yang harus dilalui oleh kandidat calon bupati dan waki bupati Bungo yang akan mengikuti Pilkada 9 Desember mendatang.

Ini disampaikan oleh Ketua KPU Bungo Dailami Senin (27/7).

Tahapan itu yakni pendaftara pasangan calon 26-28 Juli, pemeriksaan kesehatan 26 Juli -1 Agustus, penelitian syarat pencalonan 28 Juli-3 Agustus, pemberitahuan hasil penelitian 3-4 Agustus, perbaikan syarat pencalonan 4-7 Agustus, penelitian hasil perbaikan 8-14 Agustus, penetapan pasangan 24 Agustus dan penggundian serta penggumuman nomor urut 25-26 Agustus.

“Untuk jadwalnya, H.Mashuri dan Syafarudin Dwi Apriyanto melakukan pemeriksaan kesehatan Rabu 29 Juli, sedangkan H.Sudirman Zaini dan Andriansyah Zulfikar Ahmad pada hari Kamis 30 Juli,“ paparnya.

Selain itu, Dailami juga menyampaikan terkait pelaksanaan kampanye, bahwa untuk kedua kandidat agar menyampaikan nama-nama tim penghubung ke KPU untuk berkoordinasi terkait materi kampaye pada alat peraga.

“Untuk jadwal kampanye dimulai 27 agustus hingga 5 Desember mendatang, jadi setiap pasangan calon agar menyampaikan nama-nama tim nya sebagai penghubung ke KPU, dan setelah itu pada tanggal 6-8 Desember masuk masa tenang, jadi saya harap semua kandidat pada masa tenang agar membersihkan semua alat peraga kampaye,“ tutupnya.

(hnd)

Sumber : http://www.jambiupdate.com/artikel-ini-dia-8-tahapan-pilkada-bungo.html

HAMAS - APRI Daftar ke KPU Bungo

MUARA BUNGO - H.Mashuri dan Safrudin Dwi Apriyanto (HAMAS-APRI) Senin (27/7) resmi mendaftar di KPU Bungo sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Bungo periode 2016 - 2021. Sebelum sampai ke KPU Bungo, HAMAS-APRI diarak keliling kota Muara Bungo yang dimulai dari Mesjid Agung Al Mubaraq Muara Bungo. 

Berikut adalah foto - foto kegiatan pendaftaran HAMAS-APRI ke KPU Bungo yang kami ambil dari akun Facebook Mashuri Bungo.

Oktober, Taman Kota Dibangun

MUARA BUNGO - Pemerintah Kabupaten Bungo merencakan menyulap eks terminal truk menjadi taman kota yang berlokasi di pasar bawah Muara Bungo.

Direncanakan pengerjaan proyek tersebut akan dilakukan pada bulan Oktober 2015 ini. Hal ini disampaikan oleh Kepala kantor Lingkungan Hidup (LH) Bungo, Darma Suardi. “Pengerjaannya sebelum pilkada nanti, diperkirakan pada bulan Oktober,” kata Darma kepada harian ini, Selasa (28/7).

Dikatakannya, belum dilakukannya pengerjaan taman kota yang diperkirakan membutuhkan biaya sebesar Rp 140 juta ini disebabkan masih melakukan lobi-lobi dengan pihak kontraktor/ rekanan. “Saat ini dalam proses, setelah ada keputusan siapa yang menang tender langsung dikerjakan,” ungkapnya.

Mengenai tempat bongkar muat barang, katanya, pihak Dishub Bungo telah menyediakannya yang berlokasi di belakang terminal SKB. “Tentu semua aktifitas yang ada disana bisa dipindahkan, karena menggangu. Untuk bongkar muat barang pindah ke SKB,” katannya.

Pembuatan taman kota itu, ia berharap masyarkat bisa bermain dan bersantai. Selain itu kota Bungo juga akan menjadi indah dengan adanya taman nantinya.

“Bisa menghilangkan penat disana, bisa juga mengerjakan tugas bagi mahasiswa atau pelajar, karena ditaman itu juga kita pasang WF,” tutupnya.

(tan)

Sumber : http://www.buteekspres.com/berita/detail/1524/oktober-taman-kota-dibangun/

Foto : buteekspres.com

Warga Kabupaten Bungo Mulai Krisis Air bersih

MUARA BUNGO - Sejumlah wilayah di Kabupaten Bungo saat ini mulai mengalami krisis air bersih, akibat musim kemarau. Untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan lain sebagainya, warga terpaksa memanfaatkan air air Sungai Batang Tebo, Batang Bungo, dan Batang Pelepat. 

Rahmi, ibu rumah tangga yang tinggal di Simpang Jambi saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini ia harus ke Sungai Batang Tebo untuk mandi dan mencuci karena sumir yang biasa ia manfaatkan mengalami kekeringan. 

"Sudah dua minggu terakhir sumur tidak ada air. Makanya kami ke sungai untuk mandi dan mencuci," kata Rahmi. 

Meski saat ini kondisi air Sungai Batang Tebo tidak terlalu jernih, namun Rahmi tidak mempersoalkannya. Dikatakan Rahmi, mau tidak mau ia harus memanfaatkan air Sungai Batang Tebo karena ia tidak memiliki biaya untuk membeli air bersih. 

"Sebenarnya kami juga tidak mau mandi air keruh. Tapi mau diapakan lagi, kami tidak ada air di rumah," tandasnya. 

Pengakuan yang sama disampaikan Didik Darmadi, warga Perumahan BTN Lintas Asri. Saat ini, kata Didik, ia kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. 

"Saya terpaksa beli air PAM (PDAM, red), lantaran sumur kering,". Sebut Didik. 

Dikatakannya lagi, perumahan tempat tingganya hingga saat ini belum memiliki aliran PDAM. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dirinya bersama warga yang lainnya terpasa mengunakan sumur.

"BTN kami tidak ada aliran PAM. Selama ini kami bergantungan kepada sumur untuk kebutuhan air, dan saat musim kemarau ini, sumur kami kering semua, dan susah untuk mendapatka air," pungkasnya. 

Penulis: Hamid
Editor: Ikbal Ferdiyal

Sumber : http://metrojambi.com/read/2015/07/26/2328/warga-kabupaten-bungo-mulai-krisis-air-bersih/

Foto : ilustrasi,  metrojambi.com

TPA Sementara Dialihkan di KM 11

MUARA BUNGO - Pasca penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di dusun Tanung Menanti kecamatan Bathin II Babeko oleh warga beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo, melalui Dinas Pertamanan Pengelolaan Pasar dan Kebersihan (DP3K) langsung memindahkan TPA yang berlokasi di KM 11 arah Bangko.

Kabid Pengelolaan kebersihan, Halfian Syofian mengatakan, pemindahan TPA itu hanya bersifat sementara. “Pembuangan sampah kita alihkan di camp Korea KM 11, tapi itu untuk sementara” katanya, Senin (27/07).

Mengenai kejelasan dimana TPA akan ditetapkan, ia mengatakan saat ini  Pemkab melakukan proses pembelian tanah yang sedang di urus yang berlokasi di Senamat. “Direncanakan tanah itu akan dibeli oleh Pemkab, masih sedang diurus,” katannya.

Sementara itu Pardede, Kasi Angkutan Sampah mengakui kesulitan dalam menangani sampah. Apalagi sebahagian masyarakat ada yang membuang sampah sebarangan, tidak pada tempatnya.

Sebagai paya agar masyarakat tidak melakukan hal tersebut, pihaknya telah menyediakan tempat-tempat sampah di berbagai titik yang menjadi keluhan masyarakat yang mengakibatkan terganggunya keindahan kota dan bau yang tidak sedap.

“Kita sudah menghimbau kepada masyarakat agar sampah-sampah rumah tangga dibuang ditempat yang sudah disediakan. mengenai beberapa titik tempat yang menjadi keluhan masyarakat akibat samapah, kita juga telah melarang masyarakat,” pungkasnya.

(tan)

Sumber : http://buteekspres.com/berita/detail/1507/tpa-sementara-dialihkan-di-km-11/#.Vbb81mYxdoM

AS tak Sempat Nikmati Hasil Kejahatannya

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Dedi N

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - AS (25) pemuda yang tinggal di BTN Lintas Persada, Kota Bungo harus berurusan dengan aparat kepolisian. Ia diamankan atas kasus pencurian sepeda motor beberapa waktu lalu.

Tersangka diketahui melarikan sepeda motor korban atas nama Annisa. Saat warung korban sepi, pelaku masuk dan mengambil kunci sepeda motor korban.

Naas belum sempat menikmati hasil kejahatannya,AS keburu diamankan polisi. Ia di amankan tak lama setelah aksinya.

Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit speda motor vario techno, tiga pasang plat spedamotor dari hasil penggeledahan di kediaman pelaku dengan nomor berbeda.

Atas tindakannya, AS harus meringkuk di balik jeruji besi dan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

"Sedang dalam proses di polresta. Saat ini masih kita kembangkan kasus kedua tersangka," kata Kapolres Muara Bungo, melalui Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Ardi Kurniawan,  Jumat (24/7).

Sumbet : http://jambi.tribunnews.com/2015/07/24/as-tak-sempat-nikmati-hasil-kejahatannya

Foto : ilustrasi,  tribunjambi.com

Bansos dan Hibah Diperketat

JAKARTA, KOMPAS — Kementerian Dalam Negeri akan memperketat pengalokasian dan pencairan bantuan sosial dan hibah oleh pemerintah daerah. Ini karena peraturan yang menjadi pedoman pemberian bantuan sosial dan hibah dinilai belum cukup kuat untuk mencegah terjadinya penyelewengan.

"Permendagri (Peraturan Mendagri) Nomor 32 Tahun 2011 dan Permendagri No 39/2012 yang menjadi pedoman bantuan dan hibah di APBD akan direvisi," kata Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Reydonnyzar Moenek, Jumat (24/7).

Salah satu poin yang akan dimasukkan dalam peraturan baru adalah membatasi besaran bantuan sosial (bansos) dan hibah di APBD. Pembatasan itu dengan melihat kapasitas fiskal setiap daerah.

Daerah-daerah yang kapasitas fiskalnya tinggi, boleh mengalokasikan bansos dan hibah dengan jumlah yang lebih besar daripada daerah yang kapasitas fiskalnya rendah.

Pembatasan itu penting karena Kemendagri melihat selama ini, tidak sedikit pemerintah daerah terlalu berlebihan menganggarkan dana untuk bansos dan hibah. Terlebih jika di daerah itu akan digelar pemilihan kepala daerah (pilkada). Alokasi bansos dan hibah sengaja diperbesar dan dicairkan mendekati hari pemungutan suara sebagai upaya meningkatkan elektabilitas petahana dalam pilkada.

Sementara alokasi dana di APBD untuk belanja wajib, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur justru dinomorduakan. Seharusnya pemda mengalokasikan dana bansos dan hibah setelah 20 persen APBD dialokasikan untuk pendidikan, 10 persen untuk kesehatan, dan 30 persen untuk infrastruktur.

"Pemerintah daerah boleh mengalokasikan bansos dan hibah, tidak ada larangan untuk melakukan itu. Namun, belanja wajib harus tetap diprioritaskan dan terpenuhi dulu," katanya.

Selain pembatasan besaran bansos dan hibah, revisi peraturan harus bisa memastikan pencairan bansos dan hibah transparan dan akuntabel. Publik pun harus diberi ruang yang luas untuk bisa mengawasi setiap penggunaan bansos dan hibah.

Koordinator Indonesia Corruption Watch Ade Irawan mengatakan untuk mencegah penyelewengan hibah dan bansos guna kepentingan petahana menjelang pilkada, Kemendagri harus berani memasukkan larangan penganggaran untuk hibah dan bansos bagi daerah yang akan menyelenggarakan pilkada, di dalam revisi permendagri. Larangan itu tidak melanggar aturan karena hibah dan bansos tidak termasuk ke dalam belanja wajib.

Selain itu, revisi aturan harus bisa memastikan hibah dan bansos jelas penggunaannya dan tidak tumpang tindih. Perencanaan, pencairan, dan pertanggungjawabannya juga harus terbuka guna menghindari lembaga penerima yang fiktif. (APA)

Sumber : Harian Kompas,  25 Juli 2015.

Pen Kamera Bluetooth Earphone
Pompa angin elektrik Up To 50 PSI, Panjang selang 60 cm, Super Bright LED Lights. MICHELIN Electric Tyre Inflator [12260]
 

KAOS BUNGO

Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>