Headlines News :

Telepon Penting

Penjagaan Polres 110 atau 0747-2211
Satuan Lalu Lintas 0747-21144
Polsek Kota 0747-7002080
Satpol PP 0747-21651
IGD RSU Muara Bungo 118 atau 0747-21314, 0747-323493 ext 267
Pemadam Kebakaran 113 atau 0747-22199
Gangguan PDAM 0747-322622
Gangguan PLN 123 atau 0747-21046

Kembangkan Bandara Muara Bungo Jambi, Ini Langkah yang Ditempuh AP II

JAKARTA, KOMPAS.com - Tersiar kabar bahwa Bandara Muara Bungo Jambi sudah sangat jarang didarati pesawat.

Bahkan jumlah penerbangan dari dan menuju Muara Bungo yang hanya sebanyak dua kali dalam sehari kerap dibatalkan pihak maskapai.

Sebagai pengelola bandara Muara Bungo, Angkasa Pura II ingin agar bandara tersebut bisa mendorong laju perekonomian Jambi, yakni dengan mengembangkannya.

Untuk mengetahui rencana itu, Kompas.com berbincang dengan Direut AP II Budi Karya Sumadi, dan berikut ini adalah petikan wawancaranya.

Bagaimana kondisi Bandara Muara Bungo saat ini?
Saya mendapat komplain banyak dari Muara Bungo. Komplainnya penerbangan dari Jakarta selalu batal. Kebutuhan penerbangan ke Muaro Bungo cukup besar, tetapi jumlah penerbangan ke sana masih sangat sedikit. Mengapa permintaannya besar, karena untuk menuju Muara Bungo bisa memakan waktu hingga enam jam dengan kondisi jalan berkelok.

Untuk menuju Kerinci membutuhkan jarak tempuh sekitar sembilan jam, maka dari itu jumlah permintaan penerbangan ke sana cukup besar. Orang lebih memilih untuk menggunakan transportasi udara ketimbang darat.

Untuk memenuhi permintaan penerbangan ke Muara Bungo, apa yang diupayakan Angkasa Pura II?
Konsepnya kita membuat feeder antara Sultan Thaha ke Muara Bungo Kerinci, katakanlah dua kali penerbangan sehari. Berarti setiap hari ada 150 orang atau 160 orang minimal yang bisa terangkut, akan ada dua penerbangan tambahan dari Jakarta. Ini sama seperti yang kami lakukan dengan Silangit Sumatera Utara, karena ada permintaan dan kebutuhan yang besar, maka kami membuat feeder.

Kami akan bertanya kepada Garuda Indonesia tentang kesediaanya. Kalau Lion sudah yakin penebangan tersebut potensial. Kenapa waktu di Silangit saya ngotot untuk buat feeder? Karena orang dari tujuh kabupaten yang ada di sana itu tujuannya ke Medan sangat banyak. Ada sekitar 1.000 orang, sementara baru ada sekitar enam flight. Sama halnya dengan itu, apabila Muara Bungo Kerinci bagus dan banyak penumpang yang kita terbangkan maka jumlah fight juga akan kami usahakan untuk ditambah.

Kesiapan yang akan dilakukan Angkasa Pura ll untuk pengembangan Bandara Muara Bungo nantinya seperti apa? 
Pertama, kami akan melakukan penambahan kapasitas airside, taxiway, landasan baru dan sebagainya, seperti permintaan Presiden agar cepat dilakukan pengembangan yang terkait dengan bandara. Kami juga akan mengefisienkan pergerakan manusia yang menggunakan pesawat terbang.

Sekarang kami catat berapa banyak orang yang melakukan pergerakan dari dan menuju Jambi. Sehingga, nantinya misalkan orang Jambi ke Semarang enggak usah landing di Jakarta.

Untuk Bandara Sultan Thaha, ada rencana menjadikan bandara internasional?
Ya, memang terminal baru seluas 12.000 meter persegi ini dibangun dengan konsep modern beserta fasilitas-fasilitas terkini seperti garbarata, eskalator, lift, dan juga dilengkapi area komersial demi pelayanan serta kenyamanan penumpang atau pengunjung pesawat.

Yang pasti, kami melihat demand and supply dulu, kalau sudah tembus di atas 3 juta penumpang layak bandara itu jadi bandara internasional. Kami masih ada waktu empat sampai lima tahun untuk melakukan itu. Kalau sekarang kapasitasnya baru 1,6 juta karena biasanya ada rasio tertentu.

Terkait pendanaan pengembangan bandara, apa yang akan ditempuh Angkasa Pura ll?
Kalau pendanaan saya pikir sejauh pergerakan-pergerakan itu mempunyai nilai ekonomis, dengan sangat mudah kami mendapatkan pendanaan. Kepada investor saya katakan kami mendorong bisnis aero. Aero mengefisienkan yang sudah ada.

Kami jujur lagi, mau exercise global bond. Global bond itu menghasilkan efisiensi yang baik kira-kira 2,5 sampai 3 persen. Kalau menurut saya pelaksanaannya bisa awal tahun depan. Kalau maunya sih Rp 6 triliun.

Penulis: Iwan Supriyatna
Editor: Bambang Priyo Jatmiko
Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/07/23/051900626/Kembangkan.Bandara.Muara.Bungo.Jambi

Inilah Logo Resmi HUT RI ke 71 Tahun 2016

Muara Bungo,  Pemerintah merilis logo peringatan Hari Ulang Tahun Ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Logo HUT RI ke 71 tersebut dapat diunduh dalam situs  www.setneg.go.id.

Logo didominasi oleh warna merah dan putih. Dalam logo tersebut ditambahkan teks "Indonesia Kerja Nyata".

Sumber: http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=11636&Itemid=202

Bupati Bungo Larang Mobil Dinas Untuk Mudik

Muara Bungo, Mediatransparancy.com – Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MEN PAN) Nomor 87 tahun 2005, tentang pedoman peningkatan pelaksanaan efisiensi, penghematan, dan disiplin kerja, peraturan itu menyebutkan kendaraan dinas operasional hanya digunakan untuk kepentingan dinas yang menunjang tugas pokok dan fungsi.

Peraturan tersebut juga secara jelas menyebutkan kendaraan dinas operasional dibatasi penggunaannya pada hari kerja kantor, kendaraan dinas operasional hanya digunakan di dalam kota. Namun ada pengecualiannya, kendaraan dinas bisa digunakan ke luar kota asalkan ada izin tertulis pemimpin instansi pemerintah atau pejabat terkait yang ditugaskan sesuai dengan kompetensinya.

Menyikapi permasalahan ini, maka pegawai negeri sipil dilarang untuk membawa mobil dinas untuk keperluan mudik lebaran. Saat dikonfirmasi tentang perihal tersebut kepada Bupati Bungo H.Mashuri, Bupati menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bungo akan mengikuti peraturan yang lebih tinggi, dan akan memberi sanksi kepada pns yang membawa mobil dinas untuk keluar kota kabupaten bungo.

“Kita ikuti aturan yang lebih tinggi, jika aturan yang lebih tinggi mengatakan seperti itu, maka kita akan ikuti, namun saya belum menerima surat edaran larangan membawa mobil dinas untuk mudik lebaran”, Ujar H.Mashuri kepada mediatransparancy.com jum’at (01/07/2016) lalu di ruang kerjanya.

Bupati juga menambahkan, “jika kedapatan ada yang membawa mobil dinas keluar kota di luar jam dinas (untuk keperluan mudik lebaran) , maka nanti akan kita berikan sanksi sesuai dengan pelanggaran” pungkasnya.

Penulis: Kurnia/ Almen.M
Editor : Dian Kristina
Sumber:http://www.mediatransparancy.com/bupati-bungo-larangan-mobil-dinas-untuk-mudik/

Sriwijaya Air Terbang Perdana di Bandara Bungo

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - ‎ Maskapai Sriwijaya Air rute Jakarta-Bungo sebaliknya melakukan terbang perdana di bandara Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Minggu (3/7) kemarin. 

Kedatangan pesawat Boeing 737 500 W ini dinanti oleh seluruh jajaran Forkompinda Bungo di ruang tunggu bandara. Ini merupakan momentum yang sudah cukup lama ditunggu-tunggu.

Bukan hanya kalangan pejabat di lingkungan Pemkab Bungo, namun beberapa pejabat dari daerah tetangga juga datang menyambut pendaratan pertama Sriwijaya Air, seperti Bupati dan Ketua DPRD Dharmasraya.

Pesawat Sriwijaya Air ini memiliki kapasitas cukup besar dibanding maskapai lain yang pernah beraktivitas di Bungo, dengan jumlah angkut 120 penumpang.

Penulis: awang
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi

Sriwijaya Air Buka Rute Sampit dan Muara Bungo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyambut lebaran, Sriwijaya Air memberikan pilihan baru untuk rute penerbangan baru yaitu Surabaya -Sampit (Kalimantan Tengah) PP dan Jakarta - Muara Bungo (Jambi) PP.

Dua rute penerbangan tersebut akan dialayani mulai tanggal 3 Juli 2016, dengan menggunakan pesawat Boeing 737-500 berkapasitas 120 seats, yang terdiri dari 8 seats kelas Executive dan 112 seats kelas Ekonomi.

Senior Manager Corporate Communications Sriwijaya Air Group Agus Soedjono mengatakan, dua rute penerbangan ini akan menjadi daya tarik pelanggan sehubungan dengan kemudahan akses transportasi udara, yang selama ini menuju Sampit ditempuh melalui Banjarmasin, sedangkan Muara Bungo via Jambi. 

"Pelanggan bisa memiliki akses langsung bila menuju ke Sampit dan Muara Bungo," ungkapnya saat buka bersama di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (28/6).

Ia melanjutkan, penerbangan Jakarta-Muara Bungo PP akan dilayani empat kali dalam sepekan yakni Selasa, Kamis, Jumat dan Minggu. Sedangkan untuk rute Surabaya-Sampit PP akan dilayani satu kali setiap hari.

Untuk jadwal penerbangan rute Jakarta-Muara Bungo PP yakni pesawat berangkat dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.10 WIB, tiba di Bandara Muara Bungo pukul 15.20 WIB. Untuk rute sebaliknya, pesawat berangkat dari Bandara Muara Bungo pukul 15.50 WIB dan tiba kembali di Bandara Soekarno Hatta pukul 17.00 WIB.

Sedangkan jadwal penerbangan Surabaya-Sampit PP yaitu pesawat berangkat dari Bandara Juanda pukul 14.20 WIB, tiba di Bandara H Asan Sampit pukul 15.25 WIB. 

Dan untuk rute penerbangan sebaliknya yaitu berangkat dari Bandara H Asan Sampit pukul 15.55 WIB dan tiba kembali di Bandara Juanda pukul 17.00 WIB.

Rep: M. Nursyamsyi / Red: Dwi Murdaningsih

Sumber: http://m.republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/16/06/28/o9he9e368-sriwijaya-air-buka-rute-sampit-dan-muara-bungo

Kodim 0416/Bute Bertindak, Akhirnya Bandara Bungo Steril dari PETI

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Keseriusan Bupati Mashuri untuk mensterilkan area bandara dari Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) mulai tampak, beberapa hari lalu bupati berkoordinasi secara khusus bersama Kodim 0416/Bute.

Selain itu, secara resmi bupati juga meminta aparat untuk mengambil tindakan persuasif agar para penambang ilegal bisa segera mengosongkan area objek vital tersebut.

Atas koordinasi itu, Dandim 0416/Bute Letkol Inf. Edi Budiman, S.IP memerintahkan Danramil Kota untuk menindak, ‎hasilnya kini ada kesepakatan progres antara TNI dan penambang ilegal.

Damdim Letkol Inf. Edi Budiman melalui Danramil kota, ‎Kapten Inf. Hadi S kepada Tribun menyebut awalnya pihak TNI melalui intel mencari pemain PETI di area bandara.

Diketahui ada 13 orang pengusaha, semua diajak komunikasi satu persatu secara persuasif, dan hasilnya ke 13 orang pemilik PETI di sana bersedia menghentikan aktivitas untuk selamanya.

Mereka menandatangani surat perjanjian di atas materai untuk tidak lagi mengulang aktivitas tambang, dan sudah harus mengosongkan ‎area itu paling lambat Minggu (26/6).

"Jadi hari ini (kemarin,red) sampai petang nanti deadlinenya, mereka sudah harus mengosongkan kawasan bandara dari dompeng. Kita akan kawal proses pengosongan bila perlu kalau mereka mau kita bisa bantu turunkan personil untuk angkut, yang penting area bandara harus segera kosong," kata Kapten Hadi.

Dalam konteks ini, karena penambang kooporatif maka menurutnya mereka tak perlu diperlakukan seolah pelaku ilegal. "Yang penting mereka kooporatif, kita bantu fasilitas untuk mengeluarkan barang."

Namun, jika dari batas deadline ternyata masih ada yang nekat untuk menjalankan aktivitas ilegal tersebut. Maka pihaknya akan mengambil langkah tegas, sesuai isi perjanjian yang ditandatangani.

"Kita akan turunkan personil ke lapangan, seluruh rakit dan dompeng akan dihancurkan. Kemudian pemilik usaha yang profilnya sudah kita pegang akan ditangkap dan ‎diserahkan ke aparat hukum untuk diproses secara pidana," tegasnya.

Karena itu ia berharap isi perjanjian tersebut dijalankan. Senin kawasan bandara sudah harus dipastikan tak lagi ada satupun aktivitas PETI. Karena setelah itu akan dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Bungo, pihak bandara dan maskapai penerbangan.

Penulis: awang
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Foto: ilustrasi, Tribunjambi.com

Pendapatan Menggiurkan, PMKS dan Gepeng Marak di Bungo

Muara Bungo, Mediatranparancy.com – Saat bulan suci ramadhan sebagian umat muslim berbondong-bondong untuk berbuat kebaikan namun disayangkan ajang ini dimanfaatkan oleh para gelandangan dan pengemis (gepeng) untuk meraup rezki dengan keuntungan yang berlipat ganda.

Dari pantauan mediatranparancy.com di lapangan khusus di Kabupaten Bungo ada puluhan gepeng serta anak punk menganggu pengendara khususnya di lampu merah simpang PU dan lampu merah Bambu Kuning. Tak hanya itu keberadaan anak punk dan gepeng ini juga membuat risih pengunjung rumah makan apalagi saat berbuka puasa satu jam sekali pengemis yang sama kembali datang ke rumah makan yang sama pula .

Menanggapi hal demikian Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sosnakertrans ) Kabupaten Bungo Radtyoso mengatakan, bahwa pihaknya kesulitan untuk memberantas para gelandangan dan pengemis (gepeng) apalagi anak punk tersebut berbagai upaya telah dilakukan dengan maksimal dengan memberikan pembinaan namun pada akhirnya mereka tetap kembali mengemis karna hasilnya cukup menggiurkan.

“Sudah kami lakukan razia bersama dinas terkait dan diberi pembinaan, alhasil mereka tetap kembali mengemis karena pendapatannya sehari mencapai 100 ribu hingga 300 ribu rupiah, cukup menggiurkan “ tuturnya kepada mediatranparancy.com belum lama ini.

Kemudian ulah gepeng dan anak punk ini terkadang membuat geram. Pasalnya mereka terkadang menipu dengan berpura-pura patah kaki dan patah tangan “sudah kami selidiki terkadang sampai ke rumah mereka malah kaya dari kita, terus mereka sering ngelabui dengan berpura-pura sakit" imbuhnya lagi.

Solusi terbaik saat ini agar gepeng ini tak semakin marak, seharusnya masyarakat tidak lagi memberi uang kepada gepeng dan anak punk tersebut karna dengan berkurangnya masyarakat yang memberi, maka mereka akan berpikir untuk bekerja lebih baik .

Penulis : Riana Kamesya /Almen.M
Editor : Dian Kristina

Sumber:http://www.mediatransparancy.com/pendapatan-menggiurkan-pmks-dan-gepeng-marak-di-bungo/

Bupati Bungo Mashuri : Mashuri: Jadi PNS Jangan Cengeng

MUARA BUNGO - Bupati Bungo, Mashuri, menyebut penempatan pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Bungo saat ini belum merata, sehingga pelayanan kepada masyarakat belum maksimal. Selain itu, Mashuri juga mendapat informasi ada pegawai yang penempatannya tidak sesuai SK.

Maka dari itu, Mashuri mengatakan jika dalam waktu dekat ini ia akan melakukan pemerataan pegawai. Mashuri menyebutkan, ia tidak ingin pegawai hanya menumpuk pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tertentu saja.

"Dalam waktu dekat akan dilakukan pendataan. Yang belum lima tahun bertugas sudah minta pindah akan dikembalikan ke posisi semula sesuai dengan SK penempatan," kata Mashuri, Rabu (22/6).

"Jadi PNS jangan cegeng. Jika sudah menjadi abdi negara, maka harus siap di tempatkan di mana saja," ujarnya lagi.

Lebih Mashuri mengatakan, ada beberapa pegawai yang semestinya bekerja di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, namun sudah mengajukan perpindahan ke tempat yang dekat dengan pusat kota.

"Ke depan kepala dinas dilarang memberikan surat pindah tugas. Semuanya harus melalui Bupati. Saya ingin ke depan harus tertib," pungkasnya.

Penulis: Hamid
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: http://www.kerincigoogle.com/2016/06/bupati-bungo-mashuri-mashuri-jadi-pns.html?m=1

Berantas “PETI”, Bandara Bungo Segera Difungsikan Untuk Mudik

Muara Bungo, Mediatrasnparancy.com – Setelah melaksanakan apel pagi pada Sabtu (18/6/2016) Kapolres Bungo AKBP Asep Amar langsung bertolak menuju kawasan Bandara Muara Bungo yang berlokasi di Sei Buluh Rimbo Tengah. Hal ini dilaksanakan untuk memastikan segala bentuk persiapan keamanan dan kelancaran di lokasi bandara , dikarenakan pada akhir Juni ini bandara Bungo dikabarkan siap untuk difungsikan.

Kapolres Bungo AKBP Asep Amar Permana kepada mediatransparancy “saya sekedar meninjau persiapan bandara, apabila benar bandara Bungo berfungsi pada bulan juni ini, tentunya membantu masyarakat untuk pulang ke kampung halaman pada masa mudik mendatang”ujarnya di bandara Bungo, Sabtu (16/08/2016).

Kapolres Bungo juga menambahkan untuk aktifitas PETI yang masih aktif di kawasan bandara menjadi skala prioritas untuk di berantas, dan dipastikan dalam waktu dekat kawasan bandara akan di sterilkan dari para pelaku peti.

Sementara itu salah satu pegawai bandara menjelaskan, bahwa yang akan aktif beroperasi adalah maskapai Sriwijaya Air jenis Boing 737 dengan kapasitas penumpang 120 dengan rute penerbangan yang ada Muara Bungo – Jakarta.

Penulis : Aga / Almen.M
Editor : Dian Kristina

Sumber: http://www.mediatransparancy.com/berantas-peti-bandara-bungo-segera-difungsikan-untuk-mudik/

Foto:Petugas Bandara berdialog dengan Kapolres Bungo AKBP Asep Amar Permana (www.mediatransparancy.com)

Besaran Zakat Fitrah di Bungo Sudah Ditetapkan, ini Tingkatannya

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Pemangku kebijakan di Kabupaten Bungo sudah ‎menyelesaikan pembahasan soal besaran zakat fitrah yang harus dikeluarkan oleh masyarakat muslim kepada kaum papa atau yang kurang mampu.

Hal ini diputuskan dalam rapat bersama antara Pemkab Bungo, Kemenag Kabupaten Bungo, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bungo, Bulog, Ketua DPRD dan pihak-pihak terkait lainnya pada Kamis (16/6).
Hasilnya, ada tiga tingkatan pembayaran zakat  fitrah,  zakat tertinggi senilai Rp 33 ribu, menengah Rp 28 ribu dan terendah berada di angka Rp 22 ribu.

Menurut Bupati, H Mashuri, angka-angka itu diambil setelah memantau harga beras di pasaran sesuai jenis dan kelas. "Salah satu patokannya itu,' kata Bupati.

Sementara untuk zakat fitrah para PNS di jajaran Pemkab Bungo, pemerintah menyerahkan secara penuh kepada yang bersangkutan untuk memberinya ke siapa dan memilih tingkatan pembayaran zakat sesuai kemampuan.

"Jadi zakat PNS tidak diorganisir ke tempat tertentu, biar mereka menyerahkan sendiri saja," ulas Mashuri.

‎Sementara terkait keputusan besaran zakat tersebut, diharap dapat langsung disosialisasikan kepada masyarakat melalui masjid-masjid. Karena sejauh ini, sebagian besar masyarakat belum mengetahui ‎keputusan tersebut.

"Belum dengar berapa. Kalau bisa tolong disosialisasikan saja, jadi kami masyarakat sudah bisa menyiapkan semuanya dari sekarang," sebut seorang warga, Alpian. (*)

Penulis: awang
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
 

Peralatan Elektronik dan Gadget Pilihan dari Toko Online Terpercaya

Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>