Headlines News :

Telepon Penting

Penjagaan Polres 110 atau 0747-2211
Satuan Lalu Lintas 0747-21144
Polsek Kota 0747-7002080
Satpol PP 0747-21651
IGD RSU Muara Bungo 118 atau 0747-21314, 0747-323493 ext 267
Pemadam Kebakaran 113 atau 0747-22199
Gangguan PDAM 0747-322622
Gangguan PLN 123 atau 0747-21046

Kodim 0416/Bute Bertindak, Akhirnya Bandara Bungo Steril dari PETI

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Keseriusan Bupati Mashuri untuk mensterilkan area bandara dari Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) mulai tampak, beberapa hari lalu bupati berkoordinasi secara khusus bersama Kodim 0416/Bute.

Selain itu, secara resmi bupati juga meminta aparat untuk mengambil tindakan persuasif agar para penambang ilegal bisa segera mengosongkan area objek vital tersebut.

Atas koordinasi itu, Dandim 0416/Bute Letkol Inf. Edi Budiman, S.IP memerintahkan Danramil Kota untuk menindak, ‎hasilnya kini ada kesepakatan progres antara TNI dan penambang ilegal.

Damdim Letkol Inf. Edi Budiman melalui Danramil kota, ‎Kapten Inf. Hadi S kepada Tribun menyebut awalnya pihak TNI melalui intel mencari pemain PETI di area bandara.

Diketahui ada 13 orang pengusaha, semua diajak komunikasi satu persatu secara persuasif, dan hasilnya ke 13 orang pemilik PETI di sana bersedia menghentikan aktivitas untuk selamanya.

Mereka menandatangani surat perjanjian di atas materai untuk tidak lagi mengulang aktivitas tambang, dan sudah harus mengosongkan ‎area itu paling lambat Minggu (26/6).

"Jadi hari ini (kemarin,red) sampai petang nanti deadlinenya, mereka sudah harus mengosongkan kawasan bandara dari dompeng. Kita akan kawal proses pengosongan bila perlu kalau mereka mau kita bisa bantu turunkan personil untuk angkut, yang penting area bandara harus segera kosong," kata Kapten Hadi.

Dalam konteks ini, karena penambang kooporatif maka menurutnya mereka tak perlu diperlakukan seolah pelaku ilegal. "Yang penting mereka kooporatif, kita bantu fasilitas untuk mengeluarkan barang."

Namun, jika dari batas deadline ternyata masih ada yang nekat untuk menjalankan aktivitas ilegal tersebut. Maka pihaknya akan mengambil langkah tegas, sesuai isi perjanjian yang ditandatangani.

"Kita akan turunkan personil ke lapangan, seluruh rakit dan dompeng akan dihancurkan. Kemudian pemilik usaha yang profilnya sudah kita pegang akan ditangkap dan ‎diserahkan ke aparat hukum untuk diproses secara pidana," tegasnya.

Karena itu ia berharap isi perjanjian tersebut dijalankan. Senin kawasan bandara sudah harus dipastikan tak lagi ada satupun aktivitas PETI. Karena setelah itu akan dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Bungo, pihak bandara dan maskapai penerbangan.

Penulis: awang
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Foto: ilustrasi, Tribunjambi.com

Pendapatan Menggiurkan, PMKS dan Gepeng Marak di Bungo

Muara Bungo, Mediatranparancy.com – Saat bulan suci ramadhan sebagian umat muslim berbondong-bondong untuk berbuat kebaikan namun disayangkan ajang ini dimanfaatkan oleh para gelandangan dan pengemis (gepeng) untuk meraup rezki dengan keuntungan yang berlipat ganda.

Dari pantauan mediatranparancy.com di lapangan khusus di Kabupaten Bungo ada puluhan gepeng serta anak punk menganggu pengendara khususnya di lampu merah simpang PU dan lampu merah Bambu Kuning. Tak hanya itu keberadaan anak punk dan gepeng ini juga membuat risih pengunjung rumah makan apalagi saat berbuka puasa satu jam sekali pengemis yang sama kembali datang ke rumah makan yang sama pula .

Menanggapi hal demikian Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sosnakertrans ) Kabupaten Bungo Radtyoso mengatakan, bahwa pihaknya kesulitan untuk memberantas para gelandangan dan pengemis (gepeng) apalagi anak punk tersebut berbagai upaya telah dilakukan dengan maksimal dengan memberikan pembinaan namun pada akhirnya mereka tetap kembali mengemis karna hasilnya cukup menggiurkan.

“Sudah kami lakukan razia bersama dinas terkait dan diberi pembinaan, alhasil mereka tetap kembali mengemis karena pendapatannya sehari mencapai 100 ribu hingga 300 ribu rupiah, cukup menggiurkan “ tuturnya kepada mediatranparancy.com belum lama ini.

Kemudian ulah gepeng dan anak punk ini terkadang membuat geram. Pasalnya mereka terkadang menipu dengan berpura-pura patah kaki dan patah tangan “sudah kami selidiki terkadang sampai ke rumah mereka malah kaya dari kita, terus mereka sering ngelabui dengan berpura-pura sakit" imbuhnya lagi.

Solusi terbaik saat ini agar gepeng ini tak semakin marak, seharusnya masyarakat tidak lagi memberi uang kepada gepeng dan anak punk tersebut karna dengan berkurangnya masyarakat yang memberi, maka mereka akan berpikir untuk bekerja lebih baik .

Penulis : Riana Kamesya /Almen.M
Editor : Dian Kristina

Sumber:http://www.mediatransparancy.com/pendapatan-menggiurkan-pmks-dan-gepeng-marak-di-bungo/

Bupati Bungo Mashuri : Mashuri: Jadi PNS Jangan Cengeng

MUARA BUNGO - Bupati Bungo, Mashuri, menyebut penempatan pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Bungo saat ini belum merata, sehingga pelayanan kepada masyarakat belum maksimal. Selain itu, Mashuri juga mendapat informasi ada pegawai yang penempatannya tidak sesuai SK.

Maka dari itu, Mashuri mengatakan jika dalam waktu dekat ini ia akan melakukan pemerataan pegawai. Mashuri menyebutkan, ia tidak ingin pegawai hanya menumpuk pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tertentu saja.

"Dalam waktu dekat akan dilakukan pendataan. Yang belum lima tahun bertugas sudah minta pindah akan dikembalikan ke posisi semula sesuai dengan SK penempatan," kata Mashuri, Rabu (22/6).

"Jadi PNS jangan cegeng. Jika sudah menjadi abdi negara, maka harus siap di tempatkan di mana saja," ujarnya lagi.

Lebih Mashuri mengatakan, ada beberapa pegawai yang semestinya bekerja di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, namun sudah mengajukan perpindahan ke tempat yang dekat dengan pusat kota.

"Ke depan kepala dinas dilarang memberikan surat pindah tugas. Semuanya harus melalui Bupati. Saya ingin ke depan harus tertib," pungkasnya.

Penulis: Hamid
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: http://www.kerincigoogle.com/2016/06/bupati-bungo-mashuri-mashuri-jadi-pns.html?m=1

Berantas “PETI”, Bandara Bungo Segera Difungsikan Untuk Mudik

Muara Bungo, Mediatrasnparancy.com – Setelah melaksanakan apel pagi pada Sabtu (18/6/2016) Kapolres Bungo AKBP Asep Amar langsung bertolak menuju kawasan Bandara Muara Bungo yang berlokasi di Sei Buluh Rimbo Tengah. Hal ini dilaksanakan untuk memastikan segala bentuk persiapan keamanan dan kelancaran di lokasi bandara , dikarenakan pada akhir Juni ini bandara Bungo dikabarkan siap untuk difungsikan.

Kapolres Bungo AKBP Asep Amar Permana kepada mediatransparancy “saya sekedar meninjau persiapan bandara, apabila benar bandara Bungo berfungsi pada bulan juni ini, tentunya membantu masyarakat untuk pulang ke kampung halaman pada masa mudik mendatang”ujarnya di bandara Bungo, Sabtu (16/08/2016).

Kapolres Bungo juga menambahkan untuk aktifitas PETI yang masih aktif di kawasan bandara menjadi skala prioritas untuk di berantas, dan dipastikan dalam waktu dekat kawasan bandara akan di sterilkan dari para pelaku peti.

Sementara itu salah satu pegawai bandara menjelaskan, bahwa yang akan aktif beroperasi adalah maskapai Sriwijaya Air jenis Boing 737 dengan kapasitas penumpang 120 dengan rute penerbangan yang ada Muara Bungo – Jakarta.

Penulis : Aga / Almen.M
Editor : Dian Kristina

Sumber: http://www.mediatransparancy.com/berantas-peti-bandara-bungo-segera-difungsikan-untuk-mudik/

Foto:Petugas Bandara berdialog dengan Kapolres Bungo AKBP Asep Amar Permana (www.mediatransparancy.com)

Besaran Zakat Fitrah di Bungo Sudah Ditetapkan, ini Tingkatannya

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Pemangku kebijakan di Kabupaten Bungo sudah ‎menyelesaikan pembahasan soal besaran zakat fitrah yang harus dikeluarkan oleh masyarakat muslim kepada kaum papa atau yang kurang mampu.

Hal ini diputuskan dalam rapat bersama antara Pemkab Bungo, Kemenag Kabupaten Bungo, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bungo, Bulog, Ketua DPRD dan pihak-pihak terkait lainnya pada Kamis (16/6).
Hasilnya, ada tiga tingkatan pembayaran zakat  fitrah,  zakat tertinggi senilai Rp 33 ribu, menengah Rp 28 ribu dan terendah berada di angka Rp 22 ribu.

Menurut Bupati, H Mashuri, angka-angka itu diambil setelah memantau harga beras di pasaran sesuai jenis dan kelas. "Salah satu patokannya itu,' kata Bupati.

Sementara untuk zakat fitrah para PNS di jajaran Pemkab Bungo, pemerintah menyerahkan secara penuh kepada yang bersangkutan untuk memberinya ke siapa dan memilih tingkatan pembayaran zakat sesuai kemampuan.

"Jadi zakat PNS tidak diorganisir ke tempat tertentu, biar mereka menyerahkan sendiri saja," ulas Mashuri.

‎Sementara terkait keputusan besaran zakat tersebut, diharap dapat langsung disosialisasikan kepada masyarakat melalui masjid-masjid. Karena sejauh ini, sebagian besar masyarakat belum mengetahui ‎keputusan tersebut.

"Belum dengar berapa. Kalau bisa tolong disosialisasikan saja, jadi kami masyarakat sudah bisa menyiapkan semuanya dari sekarang," sebut seorang warga, Alpian. (*)

Penulis: awang
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi

Profil Kabupaten Bungo




Provinsi Jambi merupakan salah satu Provinsi di Pulau Sumatera. Provinsi Jambi terdiri dari 2 Kota dan 9 Kabupaten, yaitu:
  1. Kota Jambi
  2. Kabupaten Batang Hari
  3. Kabupaten Muara Jambi
  4. Kabupaten Tanjung Jabung Barat
  5. Kabupaten Tanjung Jabung Timur
  6. Kabupaten Tebo
  7. Kabupaten Bungo
  8. Kabupaten Merangin
  9. Kabupaten Sarolangun
  10. Kabupaten Kerinci
  11. Kota Sungai Penuh.
Kabupaten Bungo yang merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi. Beribukota di Muara Bungo; luas wilayah 7.160 km² terdiri dari 17 kecamatan.

A. Geografi
  1. Kabupaten Bungo terletak di bagian barat Provinsi Jambi dengan luas wilayah sekitar 7.160 km2. Wilayah ini secara geografis terletak pada posisi 101º 27’ sampai dengan 102º 30’ Bujur Timur dan di antara 1º 08’ hingga 1º 55’ Lintang Selatan.
  2. Berdasarkan letak geografisnya Kabupaten Bungo berbatasan dengan Kabupaten Tebo dan Kabupaten Darmasraya (Sumbar) di sebelah utara, Kabupaten Tebo di sebelah timur, Kabupaten Merangin di sebelah selatan, dan Kabupaten Kerinci di sebelah barat.
  3. Wilayah Kabupaten Bungo secara umum adalah berupa daerah perbukitan dengan ketinggian berkisar antara 70 hingga 1300 M dpl, di mana sekitar 87,70 persen di antaranya berada pada rentang ketinggian 70 hingga 499 M dpl. Sebagian besar wilayah Kabupaten Bungo berada pada Sub Daerah Aliran Sungai (Sub-Das) Sungai Batang Tebo. Secara geomorfologis wilayah Kabupaten Bungo merupakan daerah aliran yang memiliki kemiringan berkisar antara 0 – 8 persen (92,28 persen).
  4. Sebagaimana umumnya wilayah lainnya di Indonesia, wilayah Kabupaten Bungo tergolong beriklim tropis dengan temperatur udara berkisar antara 25,8° - 26,7° C. Curah hujan di Kabupaten Bungo selama tahun 2004 berada di atas rata-rata lima tahun terakhir yakni sejumlah 2398,3 mm dengan jumlah hari hujan sebanyak 176 hari atau rata rata 15 hari per bulan dan rata rata curah hujan mendekati 200 mm per bulan
B. Demografi

Secara administratif, Kabupaten Bungo yang berpenduduk  303.135 jiwa (tahun 2010), terdiri dari 17 kecamatan yang meliputi 12 kelurahan dan 125 desa.

Kecamatan dalam Kabupaten Bungo adalah:
  1. Kecamatan Pasar Muara Bungo,
  2. Kecamatan Rimbo Tengah,
  3. Kecamatan Bungo Dani,
  4. Kecamatan Bathin III,
  5. Kecamatan Bathin III Ulu,
  6. Kecamatan Tanah Tumbuh,
  7. Kecamatan Rantau Pandan,
  8. Kecamatan Jujuhan,
  9. Kecamatan Jujuhan Ilir;
  10. Kecamatan Tanah Sepenggal,
  11. Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas,
  12. Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang,
  13. Kecamatan Pelepat;
  14. Kecamatan Pelepat Ilir,
  15. Kecamatan Muko-Muko Bathin VII,
  16. Kecamatan Bathin II Babeko,
  17. Kecamatan Bathin II Pelayang.

Kelurahan dalam Kabupaten Bungo adalah:
  1. Kelurahan Pasir Putih
  2. Kelurahan Cadika
  3. Kelurahan Jaya Setia
  4. Kelurahan Tanjung Gedang
  5. Kelurahan Bungo Timur
  6. Kelurahan Bungo Barat
  7. Kelurahan Batang Bungo
  8. Kelurahan Sungai Kerjan
  9. Kelurahan Sungai Pinang
  10. Kelurahan Manggis
  11. Kelurahan Bungo Taman Agung
  12. Kelurahan Sungai Binjai
C.VISI DAN MISI TAHUN 2016-2021 
1.  Visi
Merujuk pada Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bahwa visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Dalam kerangka pelaksanaan Pilkada ini, visi dapat juga diartikan sebagai pandangan lima tahun ke depan mengenai keadaan yang diinginkan untuk mewujudkan harapan masyarakat. Oleh karena itu, visi Kabupaten Bungo Tahun 2016-2021, adalah :
“BUNGO MAJU DAN SEJAHTERA”
Secara konseptual, makna visi tersebut adalah sebagai berikut :
MAJU
“Merupakan Cerminan Kabupaten Bungo Yang Unggul di Bidang Pendidikan dan Layanan Kesehatan Dengan Ditunjang Infrastruktur Yang Memadai dan Perekonomian Daerah Yang Tangguh”
SEJAHTERA
“Merupakan Cerminan Masyarakat Bungo Yang Berkepribadian Dan Hidup Layak Berkecukupan, Serta Harmonis Dalam Kemajemukan”

Visi tersebut merupakan manivestasi dari harapan masyarakat yang begitu besar, bahkan sejalan dengan semboyan daerah ini “LANGKAH SERENTAK LIMBAI SEAYUN”. Dalam seloka adat Kabupaten Bungo, visi tersebut mengandung makna sebagai berikut “
Masyarakat Kabupaten Bungo yang berdiam di dalam negeri berpagar undang, rumah berpagar adat, tepian berpagar baso, haruslah tudung menudung bak daun sirih, jahit menjahit bak daun petai, ado samo dimakan, idak samo dicari.”
Anak Negeri seiyo sekato barulah bumi aman padi menjadi, rumput mudo kerbaunyo gemuk, baumo mendapat padi, menambang mendapat emeh (emas), buah-buahan segalo menjadi, baru basuo bak kato seluko adat ke ayik cemetik keno, ke darat durian gugur, lemang terbujur di atas dapur, anak negeri aman makmur.”

Dengan Motto :
“ENERGIK, TEGAS DAN PEDULI”
Energik   :   Tangkas dan cepat tanggap dalam menuntaskan permasalahan tanpa menimbulkan masalah baru;
Tegas     :   Setiap keputusan dan setiap tindakan yang diambil tidak diliputi dengan keragu-raguan demi tegaknya hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk kemaslahatan segenap lapisan masyarakat;
Peduli     :   Berempati terhadap kebutuhan hajat hidup masyarakat;

2.  Misi
Untuk mewujudkan visi Bungo Maju Dan Sejahtera, terdapat 5 misi yang merupakan agenda pokok dalam rangka perubahan ke arah yang lebih baik dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah serta pelayanan kepada masyarakat, yang selanjutnya disebut dengan 5 pilar pembangunan daerah. Lima pilar tersebut satu sama lain saling menguatkan dan bersinergi, sebagai berikut :
  1. Peningkatan pembangunan infrastruktur daerah yang mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas.
  2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat.
  3. Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik berorientasi pada pelayanan publik.
  4. Pemberdayaan masyarakat melalui kearifan lokal dan nilai-nilai keagamaan serta penguatan otonomi desa.
  5. Pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada sektor pertanian, perkebunan dan lembaga ekonomi masyarakat.



D.Daftar Instansi Pemda/SKPD :

Daftar Lengkap Instansi Pemda (Satuan Kerja Perangkat Daerah - SKPD) dalam Kabupaten Bungo:
  1. Sekretariat Daerah
  2. Sekretariat DPRD
  3. Inspektorat
  4. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)
  5. Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Dusun, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana
  6. Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kesbang, Politik dan Perlindungan Masyarakat
  7. Badan Kepegawaian dan Diklat
  8. Dinas Pendidikan
  9. Dinas Kesehatan
  10. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
  11. Dinas Pekerjaan Umum
  12. Dinas Pengelolaan Pasar dan Kebersihan
  13. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
  14. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
  15. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi
  16. Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan
  17. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga
  18. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah  (BPKAD)
  19. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura
  20. Dinas Peternakan dan Perikanan
  21. Dinas Kehutanan dan Perkebunan
  22. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral.
  23. Satuan Polisi Pamong Praja
  24. Kantor Lingkungan Hidup
  25. Kantor Ketahanan Pangan
  26. Badan  Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.
  27. Kantor Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal
  28. Kantor Perpustakaan,  Arsip dan Dokumentasi 

Lihat Juga:

Waspada Saat Mudik Melintasi Sarolangun, Terutama Saat Melintasi Dua Daerah Ini

SAROLANGUN, TRIBUN – Waspada dan berhati-hatilah ketika melintas di Kabupaten Sarolangun, terutama saat mudik lebaran. Pasalnya polres Sarolangun mencatat ada dua wilayah Kabupaten Sarolangunyang memiliki tingkat kejahatan tinggi. Dua wilayah tersebut Mandiangin dan Singkut.

Hal itu diakui Kapolres Sarolangun, AKBP Budiman BP saat dikonfirmasi Tribun, disela-sela acara pelantikan Kades beberapa waktu lalu.

Kapolres menyarankan, bagi pemudik yang melintas jalur lintas kabupaten Sarolangun untuk selalu waspada. Tepatnya di Kecamatan Mandiangin dan jalur lintas Provinsi menuju Sumatera Selatan yang berbatasan dengan Musi Rawas Utara, yakni Kecamatan Singkut.

“Mandiangin dan Singkut perlu diwaspadai, karena dua wilayah ini rawan kejahatan,” kata Budiman.
Seperti sebutnya, rawan tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Yakni begal, ataupun pemerasan yang dilakukan di jalan raya.

Diakuinya, dalam pemetaan Polres Sarolangun dua wilayah tersebut memang setiap tahun rawan kriminalitas. Sebab wilayah tersebut merupakan wilayah perbatasan.

“Bisa disebabkan wilayah perbatasan Kabupaten kita dengan Kabupaten lain juga dengan Provinsi lain,” ungkapnya.

Untuk meminimalisir intensitas rawan tersebut kata Budiman, pihaknya pada H-7 Idul Fitri nanti akan mendirikan Pos Siaga Ramadhan. Selain itu juga akan ada tim khusus yang akan diturunkan guna memantau dua wilayah tersebut secara mobile.

“Ya kita akan mendapakan BKO dari Brimob Polda Jambi, jadi akan ada namanya TIM Tindak yang akan bergerak secara mobile. Tim ini simultan melakukan patroli, juga ada patroli rutin dari kita,” pungkas Budiman. (*)

Penulis: heru
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi

Bupati Bungo Ajak Seluruh Pegawai Bersama Wujudkan Misi Bungo Maju dan Sejahtera.

Muara Bungo, Infobungo.com. Bupati Bungo H.Mashuri bertindak sebagai pembina upacara pada upacara tanggal 17 Juni 2016, Jumat pagi. Ini merupakan pertama kalinya beliau menjadi pembina upacara dalam kapasitasnya sebagai Bupati Bungo.

Dalam sambutannya beliau menekankan untuk meningkatkan kedisiplinan seluruh pegawai termasuk pegawai kontrak.

Pada kesempatan itu juga beliau meminta kepada seluruh pejabat dan pegawai agar bekerja dg disiplin dan penuh semangat kebersamaan utk wujudkan cita-cita bersama, Misi Bungo Maju dan Sejahtera.

Hadir pada upacara tersebut Wakil Bupati Bungo Safrudin Dwi Apriyanto, Sekretaris Daerah Ridwan Is, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, para Kepala SKPD, pejabat eselon III dan IV serta staf di lingkungan Pemkab Bungo.

Setelah usai upacara dilanjutkan rapat staf dengan seluruh Kepala SKPD.(*)

Hari Pertama Kerja Mashuri-Apri Langsung Sidak, 

MUARA BUNGO - Hari pertama kerja, Bupati dan Wakil Bupati Bungo yang Selasa (14/6) lalu dilantik, Mashuri-Saprudin Dwi Aprianto, langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak). 

Salah satu lokasi yang disidak adalah Puskesmas Muara Bungo. Di tempat ini, Mashuri menemukan sejumlah kejanggalan, salah satunya soal absensi pegawai. 

Tobroni Yusuf dan Tomy Usman yang melakukan absensi, menemukan sejumlah tandatangan bodong, dimana pegawainya tidak ada, namun absensinya terisi. Bahkan ada pegawai yang sudah mengisi absen untuk beberapa hari ke depan. 

"Yang tidak datang kasih tanda. Yang tidak datang juga jangan ada yang kasih tekenan. Ini tidak boleh. Yang tak datang coret saja absennya. Yang jarang datang laporkan," ujar Mashuri di hadapan para pegawai. 

Penulis: Hamid
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: http://metrojambi.com/read/2016/06/16/11078/hari-pertama-kerja-mashuriapri-langsung-sidak-ini-temuannya

Foto: Facebook.com

Pemekaran Merangin, Kerinci dan Bungo

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI -  Pemekaran tiga daerah di Provinsi Jambi nampaknya akan menggantung. Karena belum ada Peraturan Pemerintah (PP) sebagai dasar desain penataan pemekaran daerah. Rancangan PP yang mengatur soal pemekaran wilayah masih digodok di Pusat. Ada tiga Kabupaten yang diusulkan untuk dimekarkan di Jambi.

Tiga Kabupaten itu yakni, Kabupaten Kerinci menjadi Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Persiapan Kerinci Hilir. Kabupaten Merangin menjadi Kabupaten Tabir Raya. Pemekaran Muara Bungo menjadi Kota Madya dan Kabupaten Bungo. Pemekaran Kabupaten Kerinci menjadi Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Persiapan baru disahkan oleh DPRD Provinsi Jambi (6/6) lalu. 

Yazirman, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Jambi mengatakan, salinan berkas paripurna itu akan disampaikan ke Kemendagri oleh Komisi I DPRD Provinsi Jambi, DPRD Kabupaten, Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten.

“Dalam waktu dekat akan kita sampaikan ke Kemendagri,” katanya saat dikonfirmasi (7/6) kemarin. Kemudian Kemendagri akan membentuk tim independent.  Tim independent bentukan Kemendagri akan  melakukan analisis-analisis. Baik terkait administrasi, wilayah dan beberapa factor lainnya.

Jika dinilai layak oleh tim independent,  akan diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Kabupaten Persiapan tentunya dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan DPR RI. “Sekarang itu PP-nya yang belum ada, yang penting kita usul dulu,” jelasnya.

Jika sudah ada PP Kabupaten Persiapan untuk pemekaran Kerinci Hilir, maka nantinya akan ditunjuk pejabat bupati selama dua tahun. Namun demikian, Kabupaten persiapan itu tetap menginduk pada Kabupaten Kerinci.

“Kalau Kabupaten Merangin sudah di Kemendagri dan selanjutnya ke DPR RI, disetjui apo idak, baru dijadikan UU,”  imbuhnya. Sedangkan pemekaran Kabupaten Bungo sudah distop karena ada surat dari Bupati Bungo yang meminta pemekaran ditunda. “Surat yang ia sampaikan itu tidak pakai tembusan dari Pemprov Jambi,” tegasnya.

Jika tidak ada surat permintaan penundaan itu, kata Yazirman, Kabupaten Bungo sudah mekar. “Karena kemarin itu sudah di ujung. Kalau mereka mau memekarkan Bungo, harus mengajukan dari awal lagi,” bebernya. Jika dimekarkan, Kecamatan yang masuk Kabupaten Bungo, meliputi, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Rantau Poandan, Pelepat Ilir, Pelepat, Tanag Sepenggal, Tanah Sepenggal Lintas, Jujuhan, Jujuhan Ilir, Bathin II Pelayang dan Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang. Sedangkan Kota Muara Bungo, Kecamatan Pasar, Bungo Dani, Rimbo Tengah, Bathin III dan Kecamatan Bathin II Babeko.

Ditambahkan Yazirman, pemekaran daerah ini memiliki keuntungan.  Pelayanan lebih dekat kepada masyarakat.

“Lebih tersentuh, lebih banyak yang mengurus rakyat,” katanya. (fth)

Sumber: http://www.jambiupdate.co/artikel-mau-tahu-soal-pemekaran-merangin-kerinci-dan-bungo-baca-di-sini.html

Foto: ilustrasi

 

Peralatan Elektronik dan Gadget Pilihan dari Toko Online Terpercaya

Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>