Headlines News :

Info Populer

Kurikulum 2013

PTT: Pemda Tolong Perhatikan Kami

MUARA BUNGO - Masalah kesejahteraan memang urusan mutlak yang harus dipenuhi, tidak terkecuali bagi ratusan Pegawai Tidak Tetap (PTT) khususnya dibidang keperawatan yang masih banyak di kabupaten Bungo.

Sehubungan dengan hal itu, masalah kesejahteraan tersebut sangatlah erat kaitannya dengan kinerja yang bisa diberikan khususnya oleh para perawat yang menjadi bagian penting tercitanya kesehatan.

Oktarijal, ketua Persatuan Perawat Naional Indonesia (PPNI) kabupaten Bungo Minggu (26/4) disela kegiatan pelatihan ratusan perawat kemarin mengatakan jika hingga saat ini banyak perawat khususnya PTT masih harus diperhatikan oleh pemerintah kabupaten Bungo.

“Masalah kesejateraan PTT memang belum teratasi, kita akui itu, makanya kita minta tolong Bupati agar bisa meperjuangkan,” kata Okatrijal.

Dikatakannya, salah satu upaya untuk bisa mesejahterakan PTT pada umumnya diharapkan bupati bisa lebih menganggarkan untuk PTT. Tidak hanya untuk gaji yang basih rendah namun dalam kegiatan untuk meningkatkan kinerja perawat juga butuh pembinaan kembali.

“Diharapkan pemda bisa memberikan anggaran untuk perawat, karena bagaimanapun perawat bagian dari terselenggaranya masalah kesehatan di kabupaten Bungo,” katanya.

Ketua PPNI yang menggantikan M. Zuhdi ini juga mengatakan, jika ratusan perawat yang tersebar di 17 kecamatan. Dari ratusan perawat ini semuanya tersebar bekerja di puskesmas.

“Jika semuanya sudah terjamin dalam hal kesejahteraan, akan sangat mungkin masalah kesehatan bisa tercapai sesuai visi misi pemda, karena itu pula kita sudah berkomitemen membantu pemda dalam bidang kesehatan,” pungkasnya.

(aim)

Sumber: http://www.buteekspres.com/berita/detail/364/ptt-pemda-tolong-perhatikan-kami/#.VT1ufmYxdoM

Markas Polsek Ludes dibakar, Kapolda Minta Pelaku Menyerahkan Diri

Rimanews - Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Sudarisman meminta para pelaku pembakaran Mapolsek Limun Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, segera menyerahkan diri kepada aparat kepolisian guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Hal itu dikatakan Kapolda Jambi Bambang Sudarisman, Minggu (26/04/2015) kepada warga di kantor Camat Limum Kabupaten Sarolangun usai melihat kondisi Mapolsek Limun, pasca pembakaran yang dilakukan sejumlah warga pada Sabtu (25/04/2015).
"Saya mengimbau dan minta kepada pelaku yang terlibat aksi pembakaran Mapolsek Limun untuk segera menyerahkan diri sebelum pihak kepolisian menangkap yang bersangkutan karena identitasnya sudah diketahui polisi," kata Bambang.

Kapolda menegaskan, sebelum pelaku ditangkap lebih baik menyerahkan diri karena bagaimana pun perbuatan anarkis itu harus dipertanggungjawabkan di depan hukum. Pihak kepolisian kini sudah mengantongi identitas sejumlah pelaku yang terlibat aksi narkis permbakaran Mapolsek dan rumah dinas Kapolsek Limun yang dilakukan warga setempat.

Kapolda menegaskan, Polri akan bertindak profesional dalam menegakkan hukum dalam kasus itu, baik kasus penembakan bandar narkoba maupun aksi anarkis pembakaran Mapolsek.
Pembakaran Polsek Limun tersebut dilakukan oleh warga atau kerabat dari seorang bandar narkoba yang tertembak anggota polisi saat ditangkap pada Jumat malam (24/04/2015).

Warga yang terpancing emosi kemudian melakukan tindakan anarkis dengan membakar Mapolsek Limun karena yang menangkap dan menembak seorang bandar narkoba bernama Edwar adalah anggota Polsek Limun.

Hingga kini, situasi di Mapolsek Limun sudah kondusif kembali dan dijaga oleh anggota kepolisian dari Polres Sarolangun.
Kasus pembakaran Mapolsek ini diduga berkaitan dengan anggota Polsek Limun yang melakukan pembuntutan terhadap tersangka yang berboncengan dengan menggunakan sepeda motor yang diduga adalah seorang bandar.

Selanjutnya anggota melakukan pengejaran dan mendapati tersangka Edwar sendirian berada di atas sepeda motornya di Simpang Tiga Desa Pulau Pandan, lalu anggota Polsek Limun menanyakan kepada tersangka tentang keberadaan teman lainnya yang berboncengan degan tersangka.

Saat akan hendak ditangkap polisi, pelaku Edwar melawan hingga akhirnya ditembak. Namun korban terjatuh hingga mengakibatkan luka di bagian kepala hingga akhirnya tewas.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga meminta kasus ini bisa diungkap dan diselesaikan dengan jalur hukum. Selain melakukan pertemuan dengan warga Limun, Kapolda Bambang juga mengunjungi rumah duka korban yang meninggal dunia akibat ditembak polisi saat penangkapan.

Sumber: http://m.nasional.rimanews.com/hukum/read/20150426/209388/Marakas-Polsek-Ludes-dibakar-Kapolda-Minta-Pelaku-Menyerahkan-Diri

Menteri Yuddy: Perubahan Mental Birokrasi Jadi Fokus Reformasi Birokrasi

JAKARTA -  Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi menyampaikan, perubahan mental birokrasi menjadi fokus reformasi birokrasi pada periode 2015–2019.

Perubahan yang dilakukan yaitu dari dilayani menjadi mau melayani, feodal menjadi merakyat, distrust menjadi trust, sehingga akan tumbuh dan berkembang perilaku birokrasi berbudaya kerja yang bersih, jujur, melayani, disiplin, ramah, bertanggungjawab, produktif, kreatif, kerja keras dan ikhlas serta gigih dan kooperatif.

“Hanya dengan budaya birokrasi yang seperti itu kita akan mampu mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong," kata Yuddy saat acara diskusi publik Revolusi Mental ‘Sutan Takdir Alisyahbana Menuju Manusia Indonesia Progresif’ di Universitas Nasional, Jakarta, Sabtu (25/4).

Yuddy mengatakan, Presiden Joko Widodo mengajukan konsep revolusi mental yaitu sebuah pemikiran yang muncul dari rasa kekhawatiran, kepekaan dan lebih jauh lagi dari rasa keindonesiaan.

“Revolusi mental adalah sebuah proses untuk merubah secara dramatis perilaku dan mental negatif yang sudah melekat dan membudaya dalam diri setiap warga negara,” tuturnya.

Ditambahkan ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan rasa Indonesia melalui revolusi mental yaitu membangun karakter bangsa menjadi keindonesiaan yang melekat pada seluruh hati dan jiwa bangsa.

Kemudian totalitas yang merupakan upaya maksimal dari seluruh jajaran pimpinan dan seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan berjuang bersama membangun kembali rasa ke-Indonesiaan.

“Kita juga perlu mengampanyekan rasa revolusi mental secara masif, di seluruh lapisan masyarakat melalui berbagai cara dan media, serta memberikan teladan dari pimpinan tertinggi ke jajaran terendah karena kita sangat mengidolakan contoh-contoh yang baik untuk menjadi panutan dalam berperilaku,” beber Yuddy.

Lanjutnya, Sutan Takdir Alisyahbana adalah seorang revolusioner di zamannya. Sekalipun berpolemik sejak usia muda, jejak rekam STA bisa dengan mudah ditangkap, yakni tetap hadir di dalam ruang-ruang ilmu pengetahuan. (esy/jpnn)

Sumber: http://www.jpnn.com/read/2015/04/25/300321/Menteri-Yuddy:-Perubahan-Mental-Birokrasi-Jadi-Fokus-Reformasi-Birokrasi

HBA Tegaskan Dukung Sudirman Zaini di Pilkada Bungo

JAMBIUPDATE.COM, BUNGO-Calon Gubernur Jambi yang juga Ketua DPD Demokrat Provinsi Jambi Hasan Basri Agus (HBA) menegaskan dukungan di Pilkada Bungo Desember mendatang.

Menurut HBA, dirinya mendukung penuh Ketua DPC Demokrat Bungo Sudirman Zaini (SZ) untuk kembali memimpin Bungo 5 tahun mendatang.

"Saya mendukung Pak Sudirman Zaini di Pilkada Bungo, beliau Ketua DPC Demokrat Bungo,’’ tegas HBA.

Sementara, SZ saat dikonfirmasi mengaku hingga saat ini belum menyatakan sikap akan berkolisi dengan partai apa dan siapa yang akan menjadi wakilnya mendatang, untuk diketahui SZ hingga saat ini hanya di dukung oleh Demokrat yang nota bene nya memiliki enam kursi di DPRD Bungo.

"Untuk partai Saya rasa tidak ada masalah, pasalnya Demokrat sudah memiliki enam kursi yang artinya hanya mencari satu kursi lagi. Sementara untuk pendamping saat ini tim nya masih melakukan survey beberapa nama,’’ pungkasnya. 

(hnd)

Sumber: http://jambiupdate.com/artikel-hba-tegaskan-dukung-sudirman-zaini--di-pilkada-bungo.html

Soal Pasangan, Hamas: Kami Masih Melakukan Survey

JAMBIUPDATE.COM, BUNGO - Calon Bupati Bungo lainnya H. Mashuri yang notabenenya masih menjabat sebagai wakil bupati Bungo, mengaku, hingga saat ini juga belum menentukan siapa pendampinginya di Pilkada.

Saat ini, katanya,  dirinya bersama tim sedang melakukan survey terkait pendampingnya di Pemilukada.

"Survey masih dilakukan,’’ katanya dikonfirmasi jambiupdate.com.

Saol parpol, sebutnya, pihakya juga terus melakukan komunikasi dengan partai-partai yang ada di Kabupaten Bungo.

"Untuk partai kita terus melakukan komunikasi, dan Insya Allahuntuk partai kita tidak ada kendala hingga saat ini,’‘  jelasnya. 

(hnd)

Sumber: http://www.jambiupdate.com/artikel-soal-pasangan-hamas-kami-masih-melakukan-survey.html

HUT Satpol PP di Bungo, HBA dan Zumi Zola Sama-Sama Tebar Pesona

JAMBIUPDATE.COM, MUARA BUNGO – Dua kandidat Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) dan Zumi Zola (ZZ) kian gencar menebar pesona. Selain menebar atribut, Kamis (23/04) keduanya sama-sama turun untuk mensosialisasikan dirinya dan menarik simpati masyarakat di Bungo.

Dua calon gubernur ini tak mau menyianyiakan kedatangannya ke Bungo yang bertepatan dengan peringatan HUT Satpol PP tersebut. Mereka mengunjungi berbagai tokoh masyarakat dan memperkuat tim pemenangan.

Seperti HBA, kedatangannya di Bungo kali ini sekaligus untuk meresmikan gedung Himpunan Keluarga Kerinci dan melakukan pengukuhan tim pemenangan serta melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat.

Kepada sejumlah wartawan, HBA mengaku optimis bisa meraup suara lebih banyak dari pesaingnya di daerah ini. Bungo menjadi salah satu daerah prioritas baginya.

“Bungo merupakan suara terbanyak ke empat di Jambi setelah Kota Jambi, Muarojambi, Merangin baru Bungo. Kami akan terus melakukan komunikasi dengan tokoh masyarakat yang ada di Bungo,“ akunya HBA.

Sementara itu pesaingnya, Zumi Zola kemarin melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh Bungo seperti H Malik, H Zaki, H Nasir dan Pen Itam.

“Besok akan kembali melakukan kunjungan nya ke Kuamang Kuning untuk sholat Jumat di Unit 3 dan menemui masyarakat sekalian blusukan di pasar SPA,“ ujar Miffatul Iklas, Ketua Tim Relawan ZZ Bungo-Tebo.

Sedangkan Zola, memberi sinyal akan menggandeng salah satu tokoh Bungo sebagai pendampingnya. Namun itu tergantung dengan hasil survei. Karena menurutnya, ini sudah menjadi keputusan yang disepakati bersama.

“Semua kemungkinan untuk menjadi pendamping saya itu ada. Saya tidak melihat dari Ras mana, Suku ataupun Agama apa, semua ada kemungkinan. Yang pasti kita lihat hasil survei nanti. Kemungkinan awal Mei hasil survei sudah final,“ ujarnya.

(hnd)

 Sumber: http://www.jambiupdate.com/artikel-hut-satpol-pp-di-bungo-hba-dan-zumi-zola-samasama-tebar-pesona.html

Gara-gara Iseng, Peneror Bom di TVRI Jambi Ditahan

TEMPO.CO, Jambi - Tersangka pelaku teror bom di TVRI Jambi dicokok polisi pada Kamis, 23 April 2015. Yuda, alias Bintang bin Nurdin, 20 tahun, yang mengirim teror bom ke TVRI pada Selasa, 21 April 2015 ditangkap di rumahnya, Desa Tapian Datuk, Kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo, Jambi.

Saat menangkap Yuda, polisi juga menyita satu telepon seluler merk Nokia yang digunakan tersangka untuk menyampaikan teror melalui pesan singkat ke TVRI Jambi dan satu buah SIM Simpati.

"Kita mengetahui keberadaan tersangka setelah Satuan Informasi dan Teknologi Polda Jambi, melacak dimana keberadaan ponsel yang digunakan," kata Kapolda Jambi Bigadir Jendral Bambang Sudarisman, Kamis malam.

Menurut Bambang, pelaku mengaku iseng saat mengirim pesan itu. Tapi akibat keisengannya, Yudo ditahan di Kantor Kepolisian Resor Bungo.

Kasus ancaman bom, kata Bambang, merupakan kasus yang sangat mengerikan dan meresahkan masyarakat sehingga tidak bisa dianggap ringan. "Saya minta tersangka dijerat pasal berlapis dan dihukum seberat-beratnya. Saya sudah meminta, agar tersangka langsung dibawa ke Mapolda Jambi," ujar Bambang.

Sebelumnya, Kepala Stasiun TVRI Jambi Zumeni Gani, kepada Tempo menuturkan, pada Selasa lalu, sekitar pukul 08.56 WIB menerima pesan singkat (SMS). Bunyinya, antara lain, di kantor itu telah diletakkan bom siap untuk diledakkan.

Setelah menerima teror tersebut, manajemen TVRI daerah ini bergegas melaporkan kejadian itu ke kepolisian. Tidak lama berselang Satuan Tim Gegana Brimob Polda Jambi, melakukan penyisiran tapi nihil.

SYAIPUL BAKHORI

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2015/04/24/063660433/Gara-gara-Iseng-Peneror-Bom-di-TVRI-Jambi-Ditahan

Bupati : Yang Mampu Jangan Ngaku Miskin

MUARA BUNGO -  Masih banyaknya masyarakat miskin di kabupaten Bungo, berdampak pada kurangnya kesadaran untuk peduli hidup bersih dan sehat. Oleh karena itu masalah kesehatan masih menjadi prioritas pembangunan pemda Bungo hingga saat ini.

Sehubungan dengan hal itu, untuk mencapai pembangun manusia yang sehat, pemerintah kabupaten Bungo, tidak hanya memberikan jaminan social melalui program nasional yang disubsidi pemda. Namun juga memberikan pengobatan gratis bagi masyarakat tidak mampu.
Hal ini dilakukan pemda Bungo melalui dinas kesehatan yang turun langsung kelapangan mendatangi masyarakat khususnya warga kurang mampu. Ditemui uasi melakukan pengobatan gratis bersama dinas kesehatan beberapa hari lalu Bupati Bungo H. Sudirman Zaini mengatakan jika pengobatan gratis tersebut diberikan pada masyarakat tidak mampu.

Oleh sebab itu pihaknya menyarankan kepada masyarakat yang tarap hidupnya tergolong mampu untuk tidak salah mengartikan tujuan pengobatan gratis tersebut.

“Pengobatan gratis diberikan kepada yang tidak mampu. Bagi masyarakat yang tarap hidupnya sudah mampu ya jangan mengaku miskin juga,” ungkap H. Sudirman Zaini.

Bupati H. Sudirman Zaini juga mengatakan, masalah kesehatan  adalah salah satu program pembangunan yang masuk dalam sekala prioritas. Maka dari itu sampai saat ini hal itu masih menjadi perhatian pemda dalam mencapai visi misinya mencapai masyarakat yang sehat.
“Sampai saat ini kesehatan pembanguna n skala prioritas kita. Dan untuk mencapainya sampai saat ini terus kita upayakan memberikan pelayanan kesehatan, dan juga memberikan pelayanan gratis hingga ke dusun,”ujarnya.

(aim)

Sumber: http://www.buteekspres.com/berita/detail/317/bupati--yang-mampu-jangan-ngaku-miskin/#.VTdBQ2YxdoM

PUPUK BERSUBSIDI. Disparitas Harga Memicu Kebocoran

JAKARTA, KOMPAS — Disparitas harga yang sangat tinggi antara pupuk bersubsidi dan nonsubsidi memicu kebocoran alokasi pupuk bersubsidi. Tanpa ada komitmen dari semua pihak serta optimalisasi fungsi pengawasan dan kebijakan mempersempit disparitas harga, kecil kemungkinan pemerintah bisa menekan penyelewengan pupuk bersubsidi.

Pemerintah harus punya kemauan keras menekan disparitas jika tidak mampu menghapus kesenjangan harga antara bersubsidi dan nonsubsidi. Selain itu, ujar Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Jawa Barat Entang Sastraatmadja, Senin (20/4), di Binong, Kabupaten Subang, Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) di berbagai tingkatan pemerintah juga harus bersifat operasional. Dengan demikian, fungsinya bisa lebih efektif hingga ke daerah-daerah.

Jika tak ada keberanian menghapus disparitas harga, sampai kapan pun tetap akan terjadi kekisruhan pupuk bersubsidi. Masalah itu adalah persoalan klasik yang muncul akibat tingginya perbedaan harga pupuk bersubsidi dan nonsubsidi.

Berbagai cara sudah dicoba, baik distribusi terbuka maupun tertutup. Namun, hasilnya tetap tidak menyelesaikan masalah. Selama ini harga eceran tertinggi (HET) pupuk urea bersubsidi untuk pertanian, perkebunan, dan peternakan Rp 1.800 per kilogram, sedangkan harga nonsubsidi bisa dua kali lipat.

Di lapangan, lanjut Entang, tugas KP3 tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang berkewajiban mengawasi distribusi pupuk tidak berjalan optimal. Hal ini karena lembaga pengawas itu berisi pejabat struktural yang bersifat koordinatif. "Jangankan mengurusi distribusi pupuk sampai pedesaan, untuk mengurus bidang kerjanya sendiri mereka sudah sangat sibuk," kata Entang.

Salah satu pemicu

Direktur Pupuk dan Pestisida Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Muhrizal Sarwani mengakui disparitas harga menjadi salah satu pemicu potensi terjadinya penyelewengan pupuk. Perembesan ini umumnya terjadi untuk kebutuhan pemupukan buat petani perkebunan atau pertanian luas yang tidak tercakup dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

Modus penyelewengan dilakukan dengan berbagai cara, misalnya penggantian karung pupuk, pencucian warna pupuk bersubsidi, dan pengurangan takaran isi kantong pupuk. Bisa juga dengan cara menebus hak milik kelompok tani.

"Mereka membeli kembali pupuk organik yang sudah dibeli petani untuk dijual kembali kepada produsen. Bisa juga memainkan data RDKK. Semua kemungkinan itu bisa dilakukan," ujar Muhrizal.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) Arifin Tasrif tak menampik adanya kemungkinan itu. Disparitas harga penyerahan di lini IV (kios resmi) antara bersubsidi dan nonsubsidi sangat tinggi. Sebagai gambaran, harga pupuk urea bersubsidi mencapai Rp 1.800 per kg, sedangkan harga urea nonsubsidi di pasar mencapai Rp 5.200 per kg.

Demikian juga dengan harga pupuk majemuk yang sering disebut pupuk NPK bersubsidi Rp 2.300 per kg, sedangkan harga nonsubsidi Rp 6.800 per kg.

"Disparitasnya sedemikian tajam. Kondisi itu berpotensi memancing orang mencari keuntungan. Biasanya larinya ke sektor yang tidak mendapat alokasi pupuk bersubsidi karena tidak ada RDKK-nya," kata Arifin.

PIHC sebagai produsen, ujar Direktur Pemasaran PIHC Koeshartono, akan memenuhi alokasi pupuk bersubsidi pemerintah 9,55 juta ton. Alokasi itu bisa dimonitor mulai dari provinsi, kabupaten, hingga kecamatan.

"Kami harus memenuhi alokasi itu. Kami berhati-hati dalam mendistribusikan karena menyangkut soal target kedaulatan pangan," katanya.

(AST/DMU/BUR)

Sumber: Kompas cetak Rabu, 22 April 2015 melalui print.kompas.com

Belasan Daerah Tak Konfirmasi Anggaran Pilkada

VIVA.co.id - Sebanyak 51 dari 68 daerah dinyatakan siap mengikuti Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang. Mereka dinyatakan siap lantaran memiliki dana mencukupi untuk menyelenggarakan Pilkada.

Direktur Jenderal Keuangan Daerah dari Kementerian Dalam Negeri, Reydonnyzar Moenek, mengatakan enam pemerintah daerah menyatakan siap, namun tidak cukup dana. Sedangkan 11 lagi belum terkonfirmasi, lantaran tidak hadir dalam pertemuan yang digelar hari ini.  

“Sifat pertemuan hari ini adalah klarifikasi kesiapan dan ketersediaan dari 68 daerah yang kemarin masih belum jelas dana Pilkadanya. Hari ini kebanyakan hadir semua meskipun ada beberapa yang tidak hadir, yang tidak  hadir akan diklarifikasi secepatnya, tetapi secara umum daerah itu siap,” ujar Reydonnyzar di gedung, Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin, 20 April 2015.

68 daerah tersebut diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) selaku ketua tim anggaran daerah, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Sekretaris Jenderal Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI serta Pengawas Panitia Pemilu (Panwaslu) RI.

Pertemuan itu juga membagi tiga kategori daerah. Daerah yang siap dan cukup memiliki dana Pilkada sebanyak 51 atau 75,00 persen, daerah yang siap tetapi belum cukup memiliki dana Pilkada sebanyak 6 daerah atau 8,82 persen, serta 11 daerah lagi atau 16,18 persen yang masih dalam proses dan akan dilakukan konfirmasi kesiapan dan ketersedian anggarannya. 

Sebelas pemerintah daerah yang tidak hadir, antara lain Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Majene, Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Yalimo, Kota Balikpapan, Kabupaten Kuantan Singgigi, dan kabupaten Nias Selatan. 

Sementara enam daerah yang siap tetapi belum memiliki cukup dana antara lain; Kabupaten Kaur, Bengkulu Utara, Kota Bitung, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Supiori.

“Dari enam itu siap, tetapi memang belum cukup, akan kita fasilitasi, kita bedah APBD-nya, kita akan sarankan agar ada yang bisa digeser anggarannya, tetapi intinya mereka siap hanya belum mencukupi,” ujar Donny, panggilan akrab Reydonnyzar. 

Jumat pekan lalu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyerahkan Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik  di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jumat, 17 April 2015.

Hal tersebut sekaligus menandakan proses tahapan Pilkada serentak dimulai. Meski ini juga menjadi awal pelaksanaan tahapan Pilkada serentak, namun data daerah yang belum memiliki anggaran pilkada serentak antara Kemendagri dan KPU masih berbeda. (ren)

 Sumber: http://m.news.viva.co.id/news/read/616215-belasan-daerah-tak-konfirmasi-anggaran-pilkada

Harga Pertalite RON 90 Bakal di Kisaran Rp 8.000-8.300/Liter


Jakarta - Mulai Mei 2015, PT Pertamina (Persero) akan memperkenalkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru yaitu Pertalite RON 90. BBM ini lebih baik ketimbang Premium RON 88 tetapi masih di bawah Pertamax RON 92.

M Iskandar, Vice President Fuel Marketing PT Pertamina (Persero), mengatakan pihaknya akan belum menetapkan harga Pertalite secara pasti. Namun kisarannya sudah mulai terlihat.

"Harga ini terpenting. Kita akan mengambil medium range antara Premium dan Pertamax. Sekitar Rp 8.000-8.300/liter," ungkapnya dalam diskusi Energi Kita di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (19/4/2015).

Saat ini, harga Premium di daerah luar Jawa-Madura-Bali adalah Rp 7.300/liter sementara di Jawa-Madura-Bali adalah Rp 7.400/liter. Sedangkan Pertamax dibanderol Rp 8.600/liter.

Menurut Iskandar, sebenarnya Pertamina sudah berniat meluncurkan bensin RON 90 ini pada 2007. Namun terus tertunda sampai sekarang.

Pertalite RON 90, lanjut Iskandar, lebih ramah bagi mesin kendaraan dibandingkan Premium. "Jadi kita juga memenuhi persyaratan dari produsen otomotif," ujarnya. 

Pertamina, tambah Iskandar, juga diuntungkan ketika Pertalite menggantikan Premium. Pasalnya, sebagian besar kebutuhan bensin Premium saat ini masih diimpor. Dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), impor ini tentu berat bagi Pertamina.

"RON 88 untuk memenuhi kebutuhan domestik itu 70% impor. Kilang kita desainnya kilang lama, yang produknya kelas bawah. Sehingga kalau ditarik ke atas, pasti nggak efisien," tuturnya.

(hds/hds)
Sumber: http://m.detik.com/finance/read/2015/04/19/150946/2891533/1034/

Untuk Perbanyak Dokumen pun KPU Bungo tak Ada Dana

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin  

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Pendanaan jadi masalah besar bagi KPU Bungo kini. Untuk perbanyak (copy) dokumen saja, KPU belum punya dananya.

Ketua KPU, Dailami, mengatakan biaya copy dokumen tak bisa dipandang remeh. Pasalnya jumlah TPS saja sebanyak 694 TPS. Di mana beberapa TPS bahkan harus 'digarap' oleh dua orang petugas pantarlih.

Kendalanya, ujar Dailami lagi, adalah KPU provinsi juga punya beban serupa. Yakni belum ditandatanganinya NPHD dengan Pemprov Jambi.

Soal dana yang sudah disanggupi Pemkab Bungo Rp 13,1 miliar, ia mengatakan kemungkinan bisa berubah. Karena dengan untuk mencetak poster selebaran, spanduk setiap desa, butuh dana cukup besar.

"Intinya bagi kami KPU adalah NPHD. Jika minggu depan tidak juga, ya lewat. Kita tidak sanggup. Karena tahapan awal sudah terancam gagal," tutupnya. (*)

Sumber: http://jambi.tribunnews.com/2015/04/18/untuk-perbanyak-dokumen-pun-kpu-bungo-tak-ada-dana

Sekolah yang Ketahuan Dapat Bocoran Soal, UN-nya Akan Diulang

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, akan dilakukan ujian nasional (UN) ulang terhadap sekolah yang terbukti menerima bocoran soal. Pihak Kementerian dan Kebudayaan sudah mendapatkan informasi bahwa beberapa wilayah mendapatkan bocoran soal melalui data yang diunggah di Google Drive. Namun, Anies tak mau menyebutkan daerah mana saja yang menerima bocoran soal yang diunggah seorang petugas percetakan negara di Jakarta tersebut.

"Sebanyak 30 set (soal yang bocor) ini nanti kami akan lihat daerah-daerah yang menggunakannya, apakah ada pengaruhnya karena bisa dicek dari jawabannya. Kalau ternyata ada pengaruhnya, maka harus melakukan ulangan lagi di tempat-tempat yang diduga bocor," kata Anies, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2015).

Untuk menindaklanjutinya, Kemendikbud akan menerapkan mekanisme yang berlaku untuk menilai integritas suatu sekolah melalui indeks integritas. Hasilnya, akan diketahui dalam waktu 2-3 hari ke depan. 

"Hari ini sudah sebagian kabupaten masuk datanya. Datanya tadi sudah selesai dilakukan pemindaiannya," kata dia.

Menurut Anies, bocornya 30 paket soal UN masih dalam persentase yang sangat kecil karena pemerintah menyiapkan 11.730 paket soal. Meski demikian, ia menganggap hal ini merupakan masalah serius yang bisa merusak integritas lingkungan sekolah. Pembocoran soal ini juga dinilai sebagai pengkhianatan terhadap pendidik yang sudah bersusah payah menjaga agar soal-soal UN itu tidak bocor ke siswa.

"Ini bukan soal jumlahnya. Meskipun kecil, itu tercoreng, tidak ada toleransi," kata Anies. 

Sebelumnya diberitakan, Anies menyebutkan, ada pengunggahan soal-soal UN di tempat penyimpanan data (drive) Google. Pelakunya berasal dari perusahaan percetakan di Jakarta. Bocornya soal-soal UN itu diketahui pada Senin (13/4/2015) sore. Atas temuan ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaporkannya ke Polri yang langsung melakukan penggeledahan di Gedung Perum Percetakan Negara.

Penulis: Sabrina Asril
Editor: Inggried Dwi Wedhaswary
Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2015/04/16/21530751/Sekolah.yang.Ketahuan.Dapat.Bocoran.Soal.UN-nya.Akan.Diulang

Sebagian Traffic Light di Bungo Tidak Berfungsi

JAMBIUPDATE.COM, MUARABUNGO- Sebagian besar Traffic Ligh atau lampu merah di kawasan kota Muara Bungo tidak berfungsi. Pantauan jambiupdate.com, dari 21 Traffic Light yang ada, sebanyak 17 Traffic Light sudah tidak berfungsi, namun empat yang tersisa juga tidak maksimal.

Muklisin salah satu penggendara sepeda motor saat dikonfirmasi mengatakan, mengaku kesulitan saat melintas karna tidak ada rambu-rambu.

“Semenjak tidak berfungsinya Traffic Light sayo agak kesulitan, pasalnya kendaraan banyak yang semeraut dan banyak pejalan kaki,“paparnya.

Terkait hal tersebut, Wahyu Sarjono Sekretaris Dishubkominfo saat dikonfirmasi mengatakan, kerusakan yang terjadi disebabkan karna Traffic Light yang ada saat ini menggunakan arus PLN sebagai energi.

“Sekarang PLN sering terputus, makanya Traffic Light sering rusak, kalau PLN nya mati terus dia pasti eror, kadang beberapa menit baru normal lagi, namun ada yang masih melebihi sampai 104 detik, jadi karna eror sudah tidak bisa lagi di stel, bisa-bisa hagus,“tuturnya.

Dijelaskannya, dalam waktu dekat Dishub akan mengganti Traffic Lighg yang konsevesionalnya masih menggunakan tenaga PLN dengan solarsel yang menggunakan tenaga matahari sebagai sumber energi.

“Ini karna modul nya sudah tidak bisa di atur lagi dan sudah tidak bisa di scan, jadi dalam waktu dekat akan kita ganti dengan solarsel dengan tenaga surya sebagai sumber energinya,“jelasnya. (hnd)

Sumber: http://www.jambiupdate.com/artikel-sebagian-traffic-light-di-bungo-tidak-berfungsi.html

Pelajar Bungo yang Hilang Saat Memancing Ditemukan Tewas Mengapung

JAMBIUPDATE.COM, Muara Bungo- setelah melakukan pencarian selama 72 Jam, akhirnya jasad pelajar yang diketahui bernama Cecep, warga Dusun Tanjung Candi Kabupaten Bungo berhasil ditemukan warga dan BPBD Bungo sekitar jam 09.00 wib Sabtu (18/4). Korban ditemukan telah menggambang di sungai Batang Bungo tidak jauh dari lokasi diperkirakan korban tenggelam.Usai dilakukan Visum Jasad Korban langsung diserahkan kepada keluarha untuk dimakamkan, 

Junaidi salah satu warga setempat saat dikonfirmasi mengatakan, Korban ditemukan oleh Timsar bersama warga dalam keadaan menggapung di permukaan sungai sekitar 300 meter dari lokasi perkiraan tempat tenggelamnya korban bersama satu teman nya yang sudah ditemukan terlebih dahulu.

“Korban ditemukan masih dalam kawasan Dusun Tanjung Candi,saat ditemukan kondisi korban dalam keadaan mengenaskan, pasalnya leher korban nyaris putus, sementara diperutnya ada luka seperti sayatan,“paparnya.

Untuk diketaui,Kamis (164) lalu, Cecep bersama rekannya Saiful pamit kepada keluarga nya masing-masing untuk pergi memancing, namun kedua pelajar ini hingga waktu nya tidak kunjung pulang, Hingga malam hari, akhirnya keluarga yang dibantu warga mencari kedua nya, dan Saiful rekan nya ditemukan dalam keadaan tewas. (hnd)

Sumber: http://www.jambiupdate.com/artikel-pelajar-bungo-yang-hilang-saat-memancing-ditemukan-tewas-mengapung.html

Pen Kamera Bluetooth Earphone
Pompa angin elektrik Up To 50 PSI, Panjang selang 60 cm, Super Bright LED Lights. MICHELIN Electric Tyre Inflator [12260]
 
Info Bungo : Tentang Kami | Maklumat | Disclaimer | Kontak | Komentar | Info Donasi | Surat Terbuka | Your Link
Copyright © 2009 - 2015. Info Bungo - Some Rights Reserved
Template Created by Creating Website >>
>>